1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

280511 Ägypten Gaza Grenzöffnung

29 Mei 2011

Setelah diblokade selama empat tahun terakhir, Sabtu lalu (28/5) pemerintah Mesir membuka perbatasan ke Jalur Gaza.

https://p.dw.com/p/11QH7
Perbatasan Rafah dibuka setiap hari dari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malamFoto: AP

Bis pertama berpenumpang warga Palestina menyeberangi perbatasan Rafah Sabtu pagi. 400 orang lainnya menunggu gilirannya untuk bisa melewati perbatasan. Warga Palestina di Jalur Gaza dapat bersuka cita dan bernafas lega karena pemerintah Mesir membuka pintu perbatasan di Rafah secara permanen sejak Sabtu.

Juru bicara kementerian luar negeri Mesir mengatakan kepada televisi Arab Al Jazeera, bahwa keputusan tersebut dikeluarkan untuk memulihkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan warga Gaza. Mengingat sejak diberlakukan blokade warga Palestina yang hidup di Gaza jatuh miskin dan menderita. ''Ini merupakan upaya Mesir dalam membantu Palestina setelah tidak dicapai sebuah resolusi antara Palestina dan Israel,'' papar juru bicara tersebut.

Keputusan pemerintah Mesir untuk melonggarkan persyaratan mendapatkan izin kunjungan ke Mesir, membawa keluasan bagi warga Palestina untuk masuk ke negara tetangganya. Namun Israel cemas, pemberontak dengan mudah dapat keluar dan masuk ke Jalur Gaza. Terutama bila disalahgunakan oleh penyelundup senjata, demikian kekuatiran pemerintah Israel. Ghasi Hamad, wakil menteri luar negeri pemerintah Hamas kepada televisi Arab Al-Jazeera menuturkan.

"Ini tuduhan Israel yang tidak masuk akal. Israel mencoba untuk tetap menguasai Gaza. Israel tidak seharusnya ikut campur dalam urusan perbatasan Palestina-Mesir."

AN/EK/dapd