Miliarder Prancis Sumbang Ratusan Juta untuk Perbaikan Notre Dame

Menjawab seruan Presiden Emmanuel Macron, para miliarder Prancis merogoh kantong dan menyumbang seluruhnya hampir 1 miliar Euro, di antaranya bos Louis Vutton Bernard Arnault, yang menyumbang 200 juta Euro.

Presiden Emmanuel Macron menyatakan bertekad memulihkan Notre Damedalam waktu lima tahun. Pernyataan ini dilontarkan Macron dalam pidato nasional di televisi.

Petugas pemadam kebakaran Prancis hari Selasa (16/4) mengatakan, katedral Notre Dame berhasil diselamatkan dari "kehancuran total." Namun foto-foto pertama dari dalam katedral memperlihatkan kerusakan parah. Atap dan menara puncak utama runtuh, perbaikan dipastikan membutuhkan dana sangat besar.

"Kami akan membangun kembali katedral ini bersama-sama," kata Macron. Dia menambahkan, Prancis akan memulai kampanye penggalangan dana internasional untuk renovasi Notre Dame.

Seruan Macron langsung disambut oleh beberapa miliarder Prancis. Keluarga Pinault yang memimpin kelompok usaha Kering mengumumkan akan menyumbangkan 100 juta Euro.

Francois-Henri Pinault, Direktur Eksekutif Kering mengatakan, dia dan ayahnya yang menyumbangkan dana itu dari perusahaan investasi mereka Artemis.

"Tragedi ini merupakan pukulan bagi semua warga Prancis, dan lebih dari itu, semua yang melekat pada nilai-nilai spiritual (bangunan ini)," kata Francois-Henri Pinault. "Menghadapi tragedi ini, semua orang ingin mengembalikan kehidupan permata warisan kita sesegera mungkin," ujar miliarder Prancis itu.

Dirut Louis Vitton Moet Hennessy (LVMH) Bernard Arnault

Miliarder dari dalam dan luar negeri sumbang dana

Senior keluarga Pinault, yang kini berusia 82 tahun, adalah orang terkaya ke-23 di dunia, dengan kekayaan diperkirakan mencapai lebih 37,3 miliar Dolar AS sesuai data Bloomberg Billionaires Index. Dia adalah pendiri Kering, yang melaporkan pendapatan 15,5 miliar Euro pada 2017. Keluarga Pinault juga memiliki rumah lelang Christie dan koleksi seni pribadi dengan lebih 2.000 karya seni.

Sedangkan keluarga Arnault, pemegang saham utama perusahaan Louis Vuitton (LVMH Group), hari Selasa (16/04) juga mengumumkan akan menyumbang 200 juta Euro.

Bernard Arnault mengatakan, uang itu akan "didedikasikan untuk pembangunan karya arsitektur, yang merupakan bagian dari sejarah Prancis." LVMH Group juga akan membantu dengan tim kreatif, arsitektur dan keuangannya. Bernard Arnault adalah orang terkaya ketiga di dunia, dengan kekayaan bersih 90,4 miliar Dolar AS.

Produser minyak Total akan menyumbang 100 juta Euro, kata direktur utamanmya Patrick Pouyanne. Martin Bouygues dan Olivier Bouygues, dua bersaudara yang menjalankan perusahaan telekomunikasi dan konstruksi Bouygues, berjanji menyumbang 10 juta Euro. Perusahaan konsultan teknologi Capgemini menjanjikan 1 juta Euro.

Masih banyak lagi keluarga-keluarga pengusaha Prancis dari dalam dan luar negeri yang siap menyumbangkan dana untuk perbaikan Katedral Notre Dame. Di Amerika Serikat, Henry Kravis dan istrinya, Marie-Josee Kravis mengumumkan akan menyumbangkan 10 juta Dolar AS.

Ratusan Tahun Jadi Ikon Kota Paris, Notre Dame Dilahap Api

"Landmark" kota Paris selama berabad-abad

Sebuah foto dari tahun 1880 menunjukkan Notre Dame menjulang di atas pusat kota Paris. Sampai Menara Eiffel diresmikan tahun 1889, Notre Dame adalah bangunan tertinggi di ibu kota Prancis.

Ratusan Tahun Jadi Ikon Kota Paris, Notre Dame Dilahap Api

Quasimodo, si Bongkok dari Notre Dame

Quasimodo, tokoh fiksi dan protagonis utama dalam novel Victor Hugo dari tahun 1831 "Si Bongkok dari Notre Dame," membuat katedral ini kian terkenal di seluruh dunia. Buku itu sudah beberapa kali difilmkan. Dalam foto ini, Quasimodo terlihat membunyikan lonceng gereja dalam film Perancis-Italia tahun 1956 yang disutradarai Jean Delannoy.

Ratusan Tahun Jadi Ikon Kota Paris, Notre Dame Dilahap Api

Pemadam kebakaran sulit mencapai kobaran api

Sekitar 400 petugas pemadam kebakaran berjuang untuk mengendalikan api. Notre Dame sedang menjalani pekerjaan renovasi ketika api mulai menyala. Para Investigator memperlakukan kasus ini sebagai kecelakaan, bukan aksi pembakaran atau serangan terorisme.

Ratusan Tahun Jadi Ikon Kota Paris, Notre Dame Dilahap Api

Puncak menara runtuh

Amukan api menyebabkan atap kayu dan puncak menara runtuh. Bangunan katedral pernah bertahun-tahun dilalaikan setelah Revolusi Prancis, tetapi diselamatkan berkat kampanye pemulihan besar-besaran yang dimulai pada abad ke-19.

Ratusan Tahun Jadi Ikon Kota Paris, Notre Dame Dilahap Api

Warga Paris syok

Orang-orang di Paris memandang dengan ngeri, berdoa dan menyanyikan lagu-lagu gereja ketika api melahap katedral. "Kota Paris tidak akan pernah sama seperti sebelumnya," kata seorang warga kepada kantor berita Prancis AFP. "Ini tragedi," tambahnya.

Ratusan Tahun Jadi Ikon Kota Paris, Notre Dame Dilahap Api

Berpacu dengan waktu selamatkan karya-karya seni

Para petugas berjuang untuk menyelamatkan karya seni di dalam gedung katedral. Banyak karya seni dan peninggalan budaya yang tak ternilai harganya berhasil diselamatkan. Pekan lalu, para pekerja kebetulan telah memindahkan 16 patung tembaga untuk dibersihkan.

Ratusan Tahun Jadi Ikon Kota Paris, Notre Dame Dilahap Api

Altar masih utuh

Pada pagi hari setelah kebakaran, gambar pertama dari dalam gedung menunjukkan altarnya masih utuh. Walikota Paris Anne Hidalgo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memasuki gedung. Hidalgo mengatakan "tidak ada atap lagi, tidak ada yang tersisa" - tetapi kondisi interiornya lebih baik daripada yang dia harapkan. (hp/ae)

hp/as (rtr, dpa, ap)

Ikuti kami