Milyarder Jepang Siap Jadi Turis Pertama ke Bulan

Tonton video 01:02
Live
01:02 menit
Yusaku Maezawa, milyarder Jepang berusia 43 tahun akan jadi turis privat pertama yang berwisata ke bulan. Ia membayar "sangat mahal" untuk wisata mengorbit bulan dengan roket Big Falcon SpaceX milik Elon Musk. Maezawa akan terbang tahun 2023 dan membawa beberapa seniman untuk ikut serta.
Iptek

Obsesi Mars

Sejak misi Apollo terakhir kali berjejak di Bulan 43 tahun silam, Mars telah menjadi obsesi ilmuwan. Tantangan tersebut kini diemban perusahaan transportasi antariksa AS, SpaceX. Mereka menyimpan teknologi paling efektif yang saat ini dimiliki manusia untuk menjelajahi planet merah tersebut.

Iptek

Tercepat dan Terkuat

Masalah terbesar perjalanan antariksa adalah minimnya efektifitas sistem penggerak roket yang ada. Untuk itu SpaceX mengembangkan roket Falcon Heavy yang didaulat sebagai yang tercepat dan terkuat saat ini. Roket tersebut mampu menerbangkan muatan seberat 54.000 kilogramm ke orbit terendah Bumi. Tapi untuk mencapai Mars, SpaceX harus mengurangi bobot muatan sebanyak mungkin.

Iptek

Api Merlin

Rahasia Falcon adalah mesin penggerak Merlin yang mampu menghasilkan daya dorong sebesar 66.000 kilogramm saat lepas landas. Untuk roket terkuatnya itu SpaceX memasang tiga mesin sekaligus. Meski berteknologi mutakhir, Merlin banyak meniru desain mesin H-1 yang digunakan pada misi Apollo.

Iptek

Rem Supersonik

Karena Mars memiliki atmosfer tipis dan berdaya gravitasi lebih rendah ketimbang Bumi, mengurangi laju wahana saat melakukan pendaratan adalah tantangan terbesar. Jawabannya ada pada teknologi bernama Supersonic Retropropulsion. Teknologi itu berupa roket yang mampu menahan laju benda berkecepatan supersonik. SpaceX membuktikan keampuhan inovasinya saat mendaratkan roket Falcon kembali ke Bumi

Iptek

Naga Antariksa

Buat mencapai Mars, SpaceX mengandalkan wahana bernama Dragon V2 yang mampu menjelajah luar angksa selama maksimal dua tahun. Daya jelajahnya itu cukup untuk misi penerbangan manusia ke Mars. Dalam waktu dekat kendaraan antariksa setinggi delapan meter ini akan kembali terbang ke stasiun luar angkasa internasional (ISS) untuk menguji keampuhannya.

Iptek

Astronot di Perut Naga

Di atas kertas Dragon V2 mampu mengangkut hingga tujuh astronot dan bobot maksimal sebesar empat ton. Bersama roket peluncur Falcon Heavy, wahana ini bisa digunakan untuk membawa robot atau manusia menjelajahi sistem tata surya, antara lain terbang ke salah satu bulan yang mengorbit Jupiter, Eropa. Oleh SpaceX, kursi untuk seorang astronot dibanderol antara 20 hingga 160 juta Dollar AS.

Iptek

Jantung Misi Antariksa

Keunikan Dragon V2 adalah delapan mesin penggeraknya yang ditempatkan berpasangan di masing-masing sisi wahana. Dikembangkan sejak 2012, SuperDraco tidak cuma akan membawa Dragon V2 dari Bumi ke Mars, melainkan juga menahan laju wahana saat melakukan pendaratan. SuperDraco akan menjadi jantung setiap misi antariksa yang diemban SpaceX di masa depan

Iptek

Mimpi Tata Surya

SpaceX berambisi menjadi perusahaan swasta pertama yang mampu menempatkan wahana nirawak atau manusia di bulan atau planet lain di tata surya. Hingga 2020 perusahaan yang berbasis di California, AS, ini berniat menerbangkan misi nirawak ke Mars. Pada awal 2030an giliran manusia yang diharapkan mampu berjejak di planet merah tersebut.