Minuman Andalan Atlet Jerman di Olimpiade Musim Dingin: Bir

Atlet Jerman di Olimpiade Pyeongchang, Korea, dipasok 1000 galon bir non alkohol. Apakah manfaat minuman tersebut bagi para atlet?

Ketika Simon Schempp, atlet biathlon asal Jerman, selesai berlatih untuk Olimpiade Pyeongchang, dia sering terlihat menikmati sebotol bir non alkohol dipinggir arena. Dia menyukai bir seperti kebanyakan orang Jerman pada umumnya, tapi ia meminum bir non alkohol tersebut bukan tanpa alasan.

"Ini benar-benar minuman yang enak setelah latihan atau setelah kompetisi," kata Schempp, yang meraih medali perak di nomor jarak 15 km pada hari Minggu (18/2/2018).

Biasanya orang menganggap bir non alkohol sebagai pengganti bir reguler. Namun, di Jerman tradisi minum bir non alkohol adalah sebagai minuman setelah berolahraga.

Iptek

Mengurangi risiko Artritis

Perempuan yang minum 3 gelas sampai 5 gelas bir per minggu memiliki risiko 31 persen lebih rendah terserang Rheumatoid arthritis, yakni jenis peradangan sendi kronis yang biasanya terjadi pada sendi di kedua sisi tubuh, seperti tangan, pergelangan tangan, atau lutut. Penyakit ini, umumnya menyerang perempuan.

Iptek

Memperkuat tulang

Sebuah penelitian yang dilakukan Journal of the Science of Food and Agriculture, mengkaitkan segelas bir bisa memperkuat tulang dan kesehatan karena bir kaya silicon diet, yang merupakan zat utama untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang.

Iptek

Mempertajam otak

Riset yang dilakukan New England Journal of Medicine menyebutkan, perempuan yang minum segelas alkohol jenis anggur dan spirits sehari, memiliki risiko lebih rendah mengalami penurunan mental dan ingatan.

Iptek

Meningkatkan kesehatan jantung

Sebuah analisa yang dipublikasikan European Journal of Epidemiology menyebutkan orang yang minum segelas bir sehari, 31 persen lebih rendah menderita serangan jantung atau stroke.

Iptek

Mengandung antioksidan

Laporan Journal of Science of Food and Agriculture, bir hitam memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi ketimbang bir jenis lainnya. Zat besi adalah mineral penting dalam sel, termasuk berfungsi mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Bukan hanya itu, bir hitam juga banyak kandungan antioksidannya sehingga bisa membantu memperbaiki kerusakan sel secara alami dalam tubuh.

Johannes Scherr, dokter tim ski Olimpiade Jerman, mengatakan bahwa hampir semua atletnya minum bir non alkohol selama latihan. Perusahaan bir Krombacher telah memasok 3.500 liter (sekitar 1.000 galon) bir non alkohol ke wisma atlet Jerman agar mereka dapat menikmatinya selama berkompetisi di Olimpiade Pyeongchang.

"Banyak perusahaan mencoba mengaitkan bir, terutama bir non alkohol, dengan olahraga," kata Scherr. "Tapi tidak ada latar belakang ilmiah di baliknya."

Pada tahun 2009 Scherr melakukan penelitiannya terhadap beberapa pelari di München Maraton. Para pelari tersebut diberikan bir selama tiga minggu sebelum kompetisi dan dua minggu setelah kompetisi.

Hasilnya, pelari yang meminum bir non alkohol mengalami peradangan otot dan infeksi saluran pernafasan bagian atas yang lebih sedikit setelah balapan. "Hasilnya sangat mengejutkan kami," kata Scherr.

Bir non alkohol membantu atlet pulih lebih cepat setelah latihan yang melelahkan, sehingga bisa memungkinkan mereka berlatih lebih keras. Menurut Scherr, kandungan polifenol yang tinggi pada minuman tersebut lah yang meningkatkan kekebalan tubuh.

Budaya

Silakan pilih...

Bukan rahasia lagi kalau Jerman jagonya bir. Tapi bagaimana cara yang tepat menikmatinya? Setiap gelas disesuaikan dengan karakter bir tertentu. Seringnya disesuaikan dengan busa bir. Contohnya, pilsner. Seorang pembuat bir mengatakan ketebalan busa pils dan bentuknya yang seperti kerucut membantu menjaga aroma, sehingga tidak perlu gelas kecil‎ untuk mempertahankan kesegaran.

Budaya

Kebanggaan Köln

Sekilas menyerupai bidal, namun bagi pembuat bir Kölsch, gelas 20 cl ini penting untuk memelihara kesegaran. Intinya, Kölsch hanya bisa dibuat di atau dekat Köln. Pelayan kedai bir biasanya membawa 'mahkota' bundar penuh gelas Kölsch, dan otomatis memberi gelas penuh yang baru begitu gelas di meja sudah kosong - kecuali pengunjung menaruh tatakan di atas gelas kosong.

Budaya

Utamakan Kesegaran

Seperti saingan mereka di sepanjang Rhein, ‎warga Düsseldorf punya sejenis bir bernama 'Altbier.' Gelas Altbier juga 20 cl namun lebih pendek dan lebih lebar dari gelas Kölsch. "Karena fermentasi Altbier dekat ke permukaan cairan, rasanya akan cepat hambar kalau pakai gelas besar," kata pembuatnya. "Dengan gelas yang tepat, Altbier memberi aroma dan membentuk busa yang padat."

Budaya

Minuman Hias

"Gelas pilsner semakin mendekati moncongnya semakin mengecil, dengan harapan aroma hopnya tidak menusuk hidung," ujar seorang pembuat bir dari Essen. "Ini memperkaya rasa bir." Gelas pils umumnya menyerupai silinder, tapi ada juga yang seperti bentuk tulip (foto). Alasnya sekedar ornamen dan tidak mempengaruhi rasa.

Budaya

Satu Liter Keberanian

Bir Oktoberfest atau bir 'pirang' disajikan dalam cangkir bir Bayern, atau 1 liter Maß, takaran bir di Jerman. Awalnya terbuat dari tanah liat, cangkir kokoh ini sengaja dibuat untuk melewati tumbukan gelas-gelas lain setiap kali bersulang. Berat kosong setiap gelas mencapai lebih dari 1 kg, jadi bayangkan otot yang akan terbentuk dari mengangkat gelas ini. Prost!

Budaya

Ruang bagi Busa

Gelas Hefeweizen atau bir gandum umumnya tinggi dan montok. Akibat kandungan karbondioksida yang tinggi, sehingga busa bir naik ke moncong gelas, Hefeweizen harus dituang ke dalam gelas secara perlahan. Diameter gelas sengaja membesar menuju moncong untuk menampung busa dan aroma seperti bunga. Gelas ini sesuai untuk botol setengah liter yang biasanya berisi Hefeweizen.

Budaya

Merah atau Hijau?

Bahkan pasukan Napoleon bersulang untuk 'sampanye dari utara' ini. Fermentasi khusus dengan bakteri asam laktat memberi karakter Berliner Weisse yang berbuih dan rasanya yang unik, acapkali dilengkapi dengan seloki sirup frambos atau woodruff. Gelas berbentuk piala yang berat ini dibuat untuk mempertahankan lapisan busa yang berkilau.

Budaya

Bir di Atas Alas

Menurut pembuat bir hitam Schwarzbier, setiap detail gelas khas berbentuk piala ini merayakan pengalaman minum bir. "Bentuknya, ketebalan gelas, pemrosesan tepian gelas - semuanya menekankan profil rasa." Berkat moncong gelas yang lebar, aroma kastanye, coklat dan roti segar tercium hidung. Bentuk gelas juga memelihara karbonasi, dan mendorong untuk minum secara perlahan.

Budaya

Dari Bonn dengan Cinta

Ketika minum Bönnsch, Anda juga bisa menyentuh mahakarya kecil yang terinspirasi oleh desainer Luigi Colani, ujar sang pembuat bir. Bönnsch adalah sebuah versi Kölsch yang tidak tersaring, diberi nama sesuai lokasi pembuatannya, Bonn. Meski tak meningkatkan rasa bir, "gelas ini lebih populer dari birnya," jelas pemilik pabrik bir sembari tertawa, terutama di antara turis yang mencari suvenir unik.

yp/yf  (nytimes, fortune)

 

Artikel lainnya