Mladic Diekstradisi ke Den Haag

Pengadilan akhirnya tolak banding yang diajukan pengacara Ratko Mladic. Bekas pemimpin tentara Serbia itu segera diekstradisi ke Den Haag, untuk diadili.

Sebuah sel tunggal untuk Ratko Mladic sudah siap: 15 meter persegi, dengan toilet, pancuran mandi dan TV. Udara laut yang sehat, bisa masuk ke dalam sel melalui jendela dan pintu yang bisa dibuka. Dia juga bisa ke ruang kebugaran, berdoa atau bermain bola meja, mungkin bersama Radovan Karadzic, yang juga dipenjara di rumah tahanan Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Yugoslavia yang berlokasi di Den Haag.

Pembantaian Terburuk

Sejumlah perempuan berjalan di tugu peringatan pembantaian Srebrenica.

"Ia hidup seperti di sebuah hotel. Kehidupan dia sangat, sangat lebih baik dibanding korban yang masih tinggal di Srebrenica, di kamp pengungsi atau di sini, di Belanda. Bagi para korban, apa yang terjadi sangat mengerikan.“ Itulah ekspresi kemarahan Johanne von Wurkom. Dia adalah orang yang berkampanye mendukung keluarga korban pembantaian Srebrenica.

Tahun 1995, sekitar delapan ribu orang Bosnia tewas. Tragedi itu disebut sebagai pembantaian terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II. Ratko Mladic disebut telah memerintahkan pasukan Serbia melakukan pembantaian. Kini, dia harus menjawab tuduhan itu di hadapan Pengadilan Kejahatan Internasional Yugoslavia milik PBB, yang didirikan dua tahun sebelum tragedi Srebrenica pecah.

Pengadilan Internasional Pertama

"Ini benar-benar pengadilan internasional pertama yang didirikan. Orang sering bilang, yang kedua setelah Nürnberg. Tapi Nürnberg didirikan oleh sekutu setelah menang dalam Perang Dunia II. Sementara pengadilan ini adalah bulat keputusan negara-negara anggota PBB. Itu membuatnya menjadi pengadilan internasional yang pertama di dunia.“

NO FLASH Vermutlicher Transport von Ratko Mladic startet in Rotterdam

Mobil yang dikawal helikopter, yang diduga mengangkut Mladic dari pelabuhan udara Rotterdam, setelah tiba dari Beograd.

Demikian kata Nerma Jelacic, juru bicara Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Yugoslavia. Pengadilan ad hoc ini khusus dibuat untuk mengadili para penjahat perang Yugoslavia. Berbeda dengan Mahkamah Internasional yang bertugas mengadili kasus genosida dan kejahatan perang di seluruh dunia, pengadilan internasional untuk bekas Yugoslavia ini hanya mengadili kasus kekejaman perang yang terjadi pada awal tahun 1990-an di Yugoslavia. Dari 161 kasus, 126 diantaranya sudah selesai disidang.

Butuh Waktu Lebih Lama

Ratko Mladic (26/05/2011)

Persidangan atas kasus Radovan Karadzic hingga kini masih berjalan. Diperkirakan baru pada tahun 2013 akan selesai. Setelah itu, Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Yugoslavia seharusnya benar-benar harus ditutup. Serge Brammertz, kepala jaksa penuntut menjelaskan, "Pengadilan ini diciptakan untuk waktu yang sangat terbatas. Pada tahun-tahun pertama pengadilan ini berurusan dengan kasus-kasus yang paling berat."

Ia menambahkan, pada tahun 2004, Dewan Keamanan telah memutuskan apa yang disebut sebagai Complician Strategy yaitu bahwa sejak tahun 2004 tak ada lagi tuntutan baru, dan sebagian dari proses diserahkan ke badan berwenang di wilayah bekas Yugoslavia.

Kini, setelah Ratko Mladic ditangkap, negosiasi masih berlanjut mengenai kapan Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Yugoslavia ini akan ditutup. Proses terhadap Mladic kemungkinan akan berlangsung hingga 2016, sementara Goran Hadzic, terdakwa terakhir, hingga kini masih buron. Mungkin perlu beberapa waktu lagi sebelum Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Yugoslavia ini akhirnya ditutup.

Andreas Reuter / Andy Budiman

Editor: Marjory Linardy

Konten terkait

Ikuti kami