1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Mursi: dari Kursi Presiden ke Kursi Terdakwa

4 November 2013

Mohamed Mursi – aktivis kelompok Islam bawah tanah yang menjadi presiden Mesir dan kemudian terguling lewat kudeta militer – Senin (4/11) menghadapi pengadilan atas dakwaan terlibat dalam pembunuhan demonstran.

https://p.dw.com/p/1AAG9
Foto: Reuters

Presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis itu ditangkap dan tidak diperbolehkan berkomunikasi – di tahanan militer sejak tentara menggulingkan dirinya yang baru satu tahun berkuasa lewat kudeta 3 Juli.

Mursi bersama 14 pimpinan Ikwanul Muslimin lainnya, menghadapi dakwaan menghasut orang lain untuk melakukan pembunuhan terhadap para demonstran selama bentrokan antara pendukungnya dengan lawan politiknya di luar istana kepresidenan pada Desember 2012. Tujuh orang terbunuh dalam peristiwa itu.

Sidang atas Mursi digelar seiring pembasmian yang dilakukan pemerintah sementara bentukan militer atas kelompok Islamis pendukung Mursi.

Ratusan orang terbunuh dalam bentrokan yang meletus ketika pasukan keamanan membubarkan paksa dua kamp demonstran pro Mursi pada Agustus lalu, yang diikuti penangkapan 2.000 orang, termasuk pimpinan Ikhwanul Muslimin ditangkap lewat berbagai operasi pembasmian.

Penjara bukan hal baru

Penjara adalah hal yang tidak asing bagi Mursi yang pernah menjalani hidup tiga dekade di bawah tanah selama masa rezim otoriter Husni Mubarak. Saat itu Ikhwanul Muslimin juga dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Ia ditangkap pada 28 Januari 2011, sehari setelah Ikhwanul Muslimin mengerahkan massanya untuk mendukung demonstrasi anti Mubarak.

Ia kemudian termasuk diantara puluhan tahanan Islamis yang keluar dari penjara di seluruh negeri setelah runtuhnya tatanan publik yang menyertai revolusi anti

Ia telah menjalani kehidupan di penjara selama tujuh bulan pada 2006 karena mengambil bagian dalam sebuah demonstrasi mendukung para hakim reformis.

Mursi sebetulnya bukan pilihan pertama Ikhwanul untuk diajukan sebagai presiden.

Ia diajukan setelah penyokong dana Ikhwanul yang sangat berpengaruh Khairat al-Shater, didiskualifikasi atas alasan teknis, membuat Mursi mendapat julukan “ban cadangan“.

Ia kemudian memenangkan pemilihan preisden, dengan banyak orang mendukung dia sebagai bentuk penolakan atas pencalonan bekas komandan angkatan udara yang juga perdana menteri Mubarak yakni Ahmed Shafiq.

Gagal jadi presiden untuk semua orang

Mursi, yang seluruh pendahulunya adalah para jenderal, gagal memelihara persatuan Mesir, yang kemudian diikuti dengan gerakan revolusi. Berbagai kritik menuduh Mursi mencoba terlalu memusatkan kekuasaan ke tangan Ikhwanul Muslimin.

Satu tahun masa kepemimpinannya dirusak oleh perpecahan yang semakin dalam, ketidakamanan, kerusuhan dan krisis ekonomi.

Dalam pidato terakhirnya di hadapan publik sebelum terjungkap, ia mengakui “banyak kesalahan“ yang perlu “untuk diperbaiki“ tapi ia berkeras bahwa dirinya telah terpilih lewat “pemilu yang bebas dan adil“.

Kata-kata itu membuat orang marah.

Jutaan orang turun ke jalan pada 30 Juni sebagai respon atas kampanye rakyat yang menuduhnya melanggar janji untuk menjadi seorang “presiden bagi seluruh rakyat Mesir“ dan gagal memenuhi cita-cita revolusi 2011.

Sambutan meriah oleh kerumunan para pemujanya di lapangan Tahrir Kairo ketika ia dipestakan sebagai pemenang pemiu 2012 seolah sirna, ketika jutaan orang berbalik menjadi tidak suka dengan Mursi.

Karir politik

Selama masa kepresidenannya, Mursi berada di posisi yang tidak nyaman, dengan munculnya berbagai rekaman yang memperlihatkan masa lalunya ketika di bawah tanah yang dianggap bersikap anti-Semit atau anti Yahudi.

Mursi lahir di desa El-Adwah, Delta Nil yang terletak di provinsi Sharqiya pada tahun 1951. Sejak tahun 2010 ia telah menjadi juru bicara bagi Ikhwanul Muslimin.

Ia lulus dengan gelar teknik dari Universitas Kairo pada 1975 dan menerima delar doctor dari University of Southern California, di mana ia juga sempat menjadi asisten profesor di sana pada 1982.

Kawin dan punya lima anak dan tiga cucu, Mursi pertama kali masuk ke arena politik pada tahun 2000 ketika ia terpilih sebagai anggota parlemen dari jalur independen, karena pada masa itu Ikhwanul dinyatakan sebagai partai terlarang.

ab/ap (afp,ap,rtr)