1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Nabil al-Arabi Terpilih Sebagai Sekjen Liga Arab

16 Mei 2011

Negara-negara Arab memilih Menteri Luar Negeri Mesir sebagai Sekjen Liga Arab yang baru. Nabil al-Arabi menggantikan Amr Moussa ditengah rangkaian pergolakan di wilayah Arab.

https://p.dw.com/p/11HDa
Nabil al-ArabiFoto: picture alliance/dpa

Amr Moussa juga pernah menjabat Menlu Mesir sebelum memimpin liga 22 negara Arab selama 10 tahun. Nabil al-Arabi (76) menjadi kandidat satu-satunya di detik-detik terakhir, setelah Qatar menarik calonnya. Ia mulai bertugas tanggal 1 Juli mendatang.

Sejak awal tahun 2011 ini, warga Mesir dan Tunisia menggulingkan presiden yang telah berkuasa selama beberapa dekade. Libya, Yaman dan Suriah tengah menghadapi tantangan serupa. Para pengunjuk rasa berusaha menjatuhkan kalangan monarki atau presiden.

"Saya mengemban tugas berat di saat negara-negara Arab dihadapi banyak masalah. Ini tugas paling berat yang akan saya jalani," ujar al-Arabi dalam pidatonya usai terpilih.

Al-Arabi adalah seorang mantan hakim di Mahkamah Internasional, serta wakil Mesir di PBB. Ia ditunjuk sebagai menlu begitu Husni Mubarak digulingkan. Al-Arabi dikenal vokal mengkritik Israel, mendukung warga Palestina dan menawarkan keterbukaan bagi Iran. Duta besar Suriah di Mesir, Yusuf al-Ahmad, menyebut Al-Arabi sebagai sosok terbaik untuk mengekspresikan perubahan di dunia Arab.

Hassan Abu Thalib dari pusat studi politik dan strategi Al Ahram mengomentari terpilihnya al-Arabi, "Bagi Mesir untuk mengorbankan menteri luar negerinya menunjukkan tekad untuk terus menghidupkan Liga Arab di saat situasi politik di wilayah Arab menunjukkan Liga Arab tidak berdaya."

Amr Moussa, mantan sekjen Liga Arab, kandidat presiden Mesir
Amr Moussa, mantan sekjen Liga Arab, kandidat presiden MesirFoto: AP

Sementara Amr Moussa yang lantang menyuarakan kritiknya terhadap perang Irak di bawah Amerika Serikat yang ia sebut sebagai gerbang menuju neraka, kini mencalonkan diri sebagai kandidat presiden Mesir di pemilu bulan November mendatang.

Sejak Liga Arab terbentuk tahun 1945, selalu dipimpin oleh sekjen asal Mesir. Kecuali dalam periode 10 tahun saat keanggotaan Mesir di Liga Arab digantungkan setelah menandatangani perjanjian damai dengan Israel di tahun 1979.

Liga Arab selama ini dipandang sebagai arena berbicara para pemimpin yang gagal mengatasi beragam tantangan yang selama ini melanda wilayah Arab. Seperti konflik Palestina dengan Israel, serta sumber ketegangan Timur Tengah lainnya.

Carissa Paramita/ afp/dpa/rtr
Editor: Hendra Pasuhuk