1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Negara yang Melarang Boeing 737 MAX 8 Terbang

12 Maret 2019

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX 8. Namun, ada pula yang tetap yakin akan kelaikan terbang jet tersebut dan tetap akan mengoperasikannya.

https://p.dw.com/p/3EpmF
Boeing 737 MAX 8
Foto: Getty Images/AFP/J. Redmond

Menyusul kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan seluruh 157 penumpang dan awak, sejumlah negara melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX 8 yang mereka miliki.

Pesawat yang terbang dari Addis Ababa menuju Nairobi itu adalah pesawat jenis yang sama dengan Lion Air yang jatuh pada bulan Oktober, menewaskan 189 penumpang dan awak. Beberapa pihak mendeteksi adanya kesamaan dalam dua kecelakaan tersebut.

Ada sekitar 350 maskapai yang saat ini menggunakan Boeing 737 MAX 8 di seluruh dunia. Meskipun ada beberapa negara dan maskapai penerbangan yang telah memilih untuk tidak menerbangkan jet MAX 8, ada juga beberapa negara lain yang tetap menerbangkan pesawat sambil menunggu penyelidikan kecelakaan di Etiopia dan kemungkinan bimbingan dari Boeing sendiri.

Negara yang tetapkan larangan terbang

Regulator penerbangan Singapura pada Selasa (12/03) melarang sepenuhnya penggunaan pesawat Boeing 737 MAX di wilayah udara negara itu.

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengatakan pihaknya "untuk sementara menangguhkan operasi semua varian pesawat Boeing 737 MAX untuk masuk dan keluar Singapura" sehubungan dengan dua kecelakaan terakhir.

Sehari sebelumnya, Beijing sudah memerintahkan maskapai domestik untuk memberhentikan sementara operasi komersial Boeing 737 MAX 8, mengutip kecelakaan Ethiopian Airlines dan kecelakaan model yang sama tahun lalu di Indonesia.

Memperhatikan "kesamaan" antara dua kecelakaan itu, Administrasi Penerbangan Sipil Cina mengatakan pengoperasian model ini hanya akan dilanjutkan setelah "mengonfirmasikan langkah-langkah yang relevan untuk secara efektif memastikan keselamatan penerbangan."

Cina adalah pasar yang sangat penting bagi perusahaan pesawat AS, yang menjadi pembeli dari sekitar seperlima pengiriman Boeing 737 MAX di seluruh dunia.

Indonesia juga telah melarang terbang 11 pesawat 737 MAX 8. Inspeksi pesawat akan dimulai hari Selasa (12/3) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud) dan pesawat akan tetap dilarang terbang sampai dinyatakan aman oleh regulator keselamatan.

"Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah  tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan,” demikian keterangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti yang diterima DW Indonesia, Senin (11/3).

Sepuluh dari jet MAX 8 di Indonesia dioperasikan oleh Lion Air dan Garuda.

Kementerian transportasi Korea Selatan mengatakan bahwa dua pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh maskapai Eastar Jet akan dilarang terbang sambil menunggu inspeksi.

Otoritas Penerbangan Sipil Mongolia mengatakan di Facebook pihaknya telah memerintahkan maskapai penerbangan nasional MIAT Mongolian Airlines untuk tidak mengoperasikan satu-satunya pesawat Boeing 737 MAX 8 di armadanya.

Ethiopian Airlines mengatakan pada hari Senin bahwa mereka tidak lagi mengoperasikan armada Boeing 737 MAX 8 yang mereka miliki.

"Menyusul kecelakaan tragis ET 302 ... Ethiopian Airlines telah memutuskan untuk mendaratkan semua armada B-737-8 MAX ... sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata perusahaan penerbangan milik negara itu.

"Meskipun kami belum tahu penyebab kecelakaan itu, kami harus memutuskan untuk tidak mengoperasikan armada tersebut sebagai tindakan pencegahan keamanan tambahan," kata maskapai yang terbesar di Afrika itu.

Perusahaan penerbangan Afrika Selatan, Comair, mengatakan bahwa mereka telah "memutuskan untuk menghapus 737 MAX-nya dari jadwal penerbangannya."

Cayman Airways mengatakan akan menangguhkan penerbangan untuk dua pesawat 737 MAX 8 "hingga ada informasi lebih lanjut", kata CEO Fabian Whorms.

Gol Airlines dari Brazil, Aeromexico dan Aerolinas Argentinas juga memutuskan untuk tidak menerbangkan pesawat 737 MAX 8 yang mereka miliki.

Negara yang tetap terbangkan 737 MAX 8

Boeing, yang telah mengirim para ahli untuk membantu penyelidikan di Ethiopia, mengatakan keselamatan adalah "prioritas nomor satu."

"Investigasi sedang dalam tahap awal, tetapi pada titik ini, berdasarkan informasi yang tersedia, kami tidak memiliki dasar untuk mengeluarkan pedoman baru kepada operator," kata pabrikan AS itu dalam sebuah pernyataan.

Administrasi Penerbangan Federal AS mengatakan akan mengambil tindakan "segera" jika ada masalah keamanan.

Southwest Airlines, yang mengoperasikan 34 pesawat 737 MAX 8, mengatakan: "Kami tetap percaya keselamatan dan kelaikan udara armada kami."

Seorang sumber mengatakan kepada AFP bahwa American Airlines berencana untuk terus mengoperasikan dua lusin 737 MAX 8-nya.

Perusahaan penerbangan Rusia S7 mengatakan bahwa pihaknya mengikuti penyelidikan kecelakaan dan melakukan kontak dengan Boeing, tetapi tidak menerima instruksi untuk berhenti menerbangkan 737 MAX 8.

CEO Turkish Airlines, yang menerbangkan 11 pesawat Boeing 737 MAX 8, mengatakan dalam sebuah cuitan di Twitter bahwa maskapai itu akan menerbangkan pesawat sesuai jadwal, menambahkan bahwa maskapai ini melakukan kontak dengan Boeing dan bahwa keamanan penumpang adalah yang terpenting.

Air Italy mengatakan akan mengikuti semua arahan "untuk memastikan tingkat keselamatan dan keamanan maksimum." Sementara itu, pesawat akan tetap berada di udara.

Icelandair mengoperasikan tiga Boeing 737 MAX 8. Kepala operasinya Jens Thordarson mengatakan kepada surat kabar Frettabladid bahwa "terlalu dini” untuk mengaitkan kecelakaan di Ethiopia dan Indonesia. Untuk saat ini, "tidak ada yang mendorong kami ke arah tindakan sekecil apa pun", katanya, seperti dikutip dari New Straits Times. Ini bisa berubah tergantung pada hasil penyelidikan yang sedang berlangsung tetapi "untuk saat ini, tidak ada alasan untuk takut dengan mesin ini."

Norwegian Air Shuttle, yang mengoperasikan 18 pesawat Boeing 737 MAX 8, mengatakan akan mempertahankan armadanya. Sementara Flydubai mengatakan bahwa mereka "memantau situasi" dan "yakin dengan kelaikan udara armada kami."

na/hp (afp, new strait times)