1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pemaksaan Politik Pengungsi Rugikan Persatuan Eropa

23 September 2015

Kesepakatan menteri dalam negeri Uni Eropa mengenai kuota penampungan pengungsi tidak akan memecahkan masalah akut. Eropa terlihat makin retak dan tak punya konsep tegas atasi krisis.

https://p.dw.com/p/1Gay4
Griechenland Flüchtlinge bei Lesbos
Foto: Reuters/Y. Behrakis

Pemaksaan penerimaan pengungsi berdasarkan kuota Uni Eropa akan merugikan persatuan Eropa. Kesepakatan sistem kuota hanya akan diterapkan secara lamban, terutama di negara-negara yang menolak. Tegasnya kesepakatan kuota hanyalah politik tipuan optik gaya Eropa. Harian Eropa menyoroti tema krisis pengungsi dan KTT darurat Uni Eropa dengan kritis.

Harian Belgia De Standaard dalam tajuknya berkomentar: Agenda utama KTT Uni Eropa jangan sampai dibebani masalah kecil pembagian kuota penampungan 120.000 pengungsi. Masih ada tema mendasar dan lebih penting dari itu. Tapi kita juga menyadari bahwa jurang pemisah diantara negara anggota makin lebar, terbukti dari harus tercapai dulu kesepakatan kuota penerimaan pengungsi di kalangan menteri dalam negeri. Ini makin memperjelas adanya perpecahan di dalam Uni Eropa.

Frustrated refugees in Opatovac

Harian Denmark Berlingske juga menulis komentar pedas yang serupa. Ketentuan kuota bukan solusi optimal. Bayangkan bagaimana situasinya menempatkan di negara yang menolak kuota, pengungsi juga menolak ditempatkan di negara bersangkutan. Tidak ada yang memikirkan, bahwa negara-negara besar di Eropa tidak akan menerapkan kesepakatan yang tidak banyak berkaitan dengan kepentingan nasionalnya.

Harian Slowakia Pravda berkomentar : pemaksaan kuota bukan solusi. Dengan cara ini krisis pengungsi tidak akan berkurang, malahan justru akan makin berat. Para penyelundup manusia akan tertawa. Para pengungsi juga akan makin banyak berdatangan, karena tahu tidak ada ancaman menakutkan di Eropa. Di bulan-bulan mendatang, negara-negara besar di Uni Eropa akan menggelar lagi diskusi menyangkut solusi masalah yang sebenarnya. Tapi sampai hal itu didiskusikan ulang, makin banyak waktu terbuang dan ratusan ribu pengungsi sudah bergerak masuk ke Eropa.

Sedangkan harian Republik Ceko Lidove Noviny memandang kesepakatan mayoritas kuota pengungsi merupakan sinyal kekalahan bagi Ceko. Negara yang menolak kewajiban kuota adalah pecundang. Ceko seperti juga negara yang menolak kuota lainnya, Hongaria, Rumania dan Slovakia tidak berhasil merangkul aliansi untuk mendobrak kutukan kuota. Masalahnya, Uni Eropa memandang kuota sebagai solusi, ketimbang mengambil langkah melindungi perbatasan terluar Eropa.

as/vlz (dpa,afp)