Pemilik Krispy Kreme Keturunan Nazi Donasikan Jutaan Dolar AS

Salah satu keluarga terkaya Jerman, keluarga Reimann, berencana menyumbang jutaan dolar setelah mengetahui leluhur mereka mendukung Adolf Hitler dan penggunaan pekerja paksa di rezim Nazi.

Keluarga Reimann, pemilik JAB Holding Company, yang antara lain membawahi Krispy Kreme Doughnuts, Pret a Manger, dan Panera Bread, menyatakan kepada koran Bild am Sonntag bahwa mereka akan memberikan donasi sebesar 11 juta dolar AS sebagai sumbangan amal, setelah tahu bahwa leluhur mereka adalah pendukung antusias Adolf Hitler dan rezim Nazi. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang diprakarsai oleh keluarga bersama dengan para ahli sejarah di Universitas München.

Juru bicara keluarga Peter Harf mengatakan, penelitian internal itu fokus pada peran Albert Reimann Senior dan putranya Albert Reimann Junior, yang masing-masing meninggal tahun 1954 dan 1984, serta industri kimia keluarga Reimann yang berlokasi di Ludwigshafen. Keterkaitan keluarga Reimann dengan Nazi memang pernah terungkap tahun 1978, namun generasi muda keluarga ingin tahu lebih jelas lagi mengenai keterkaitan itu. Mereka kemudian menugaskan para sejarawan melakukan investigasi.

Juru bicara keluarga Reimann, Peter Harf

"Mereka seharusnya dipenjarakan"

Harian Bild am Sonntag hari Minggu (24.2) menurunkan laporan empat halaman mengenai temuan itu berdasarkan dokumen-dokumen yang ditemukan di Jerman, Prancis dan Amerika Serikat. Para ilmuwan menyampaikan temuan awal mereka beberapa minggu lalu kepada anak-anak dan cucu keluarga, kata Peter Harf. Antara lain ditemukan bahwa Albert Reimann Senior dan putranya menggunakan pekerja paksa Rusia dan Prancis di pabrik dan vila keluarga. Reimann Senior juga pernah mendanai satuan paramiliter  SS di awal tahun 1931.

Menanggapi laporan Bild am Sonntag Peter Harf mengatakan: "Reimann Senior dan Reimann Junior bersalah. Kedua pengusaha memang telah meninggal dunia, tetapi mereka seharusnya dipenjarakan.”

Harf menambahkan, keluarga Reimann telah menelusuri investigasi ini selama tiga tahun belakangan. "Kami sungguh malu, dan tidak ada lagi yang perlu ditutupi. Tindakan kriminal ini benar-benar menjijikan," katanya.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Wannsee House (Rumah Wannsee)

Vila di tepi danau Wannsee di Berlin adalah lokasi menentukan dalam perencanaan Holocaust, yaitu pembantaian warga Yahudi di jaman PD II. 15 anggota pemerintahan NAZI dan satuan SS bertemu di sini 20 Januari 1942 untuk merencanakan deportasi dan pembantaian warga Yahudi di seluruh kawasan yang dikuasai Jerman. 1992 villa ini dijadikan tugu peringatan dan museum.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Dachau

Kamp konsentrasi pertama dibuka di Dauchau, tidak jauh dari München. Hanya beberapa pekan setelah Adolf Hitler mulai berkuasa, kamp ini digunakan satuan SS untuk memenjara, menyiksa dan membunuh penentang rezim. Dachau juga jadi prototipe bagi sejumlah kamp yang dibangun setelahnya.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Lahan Tempat Demonstrasi Kekuatan

Nürnberg adalah kota di mana tempat propaganda terbesar partai NAZI dari 1933 sampai dimulainya PD II tahun 1939. Kongres partai tahunan serta demonstrasi yang dihadiri sekitar 200.000 orang diadakan di area seluas 11 km². Sekarang, Gedung Kongres yang tak selesai dibangun ini menjadi pusat dokumentasi dan museum.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Bergen-Belsen

Kamp konsentrasi Bergen-Belsen di Niedersachsen awalnya penjara tawanan perang, kemudian menjadi kamp konsentrasi. Tahanan yang terlalu sakit untuk bekerja diangkut ke sini dari kamp konsentrasi lain. Banyak juga yang meninggal akibat penyakit. Dari 50.000 yang tewas di sini, salah satunya Anne Frank, anak perempuan Yahudi yang dikenal karena buku hariannya yang dipublikasikan internasional.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Monumen Perlawanan Warga Jerman terhadap NAZI

Gedung Bendlerblock di Berlin dulunya tempat berkumpul kelompok mililter penentang NAZI. 20 Juli 1944, sekelompok perwira NAZI yang dipimpin Kolonel Claus von Stauffenberg melaksanakan upaya pembunuhan terhadap Hitler, namun gagal. Pemimpin kelompok itu ditembak mati pada hari yang sama di lapangan di tengah gedung Bendlerblock. Sekarang menjadi Pusat Peringatan Perlawanan Jerman terhadap NAZI.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Pusat Eutanasia Hadamar

Dari 1941 orang-orang yang punya kelemahan fisik dan mental dibunuh di rumah sakit Hadamar di Hesse. Karena dinyatakan "tidak diinginkan" oleh Nazi, sekitar 15.000 orang dibunuh dengan suntikan obat mematikan atau dengan gas. Di seluruh Jerman sekitar 70.000 dibunuh sebagai bagian dari program Eutanasia NAZI. Sekarang Hadamar jadi monumen bagi para korban.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Monomen Holocaust

Monumen berdiri di sebelah Gerbang Brandenburg, dan jadi monumen bagi warga Yahudi yang dibantai di Eropa. Monumen diresmikan 60 tahun setelah berakhirnya PD II, tanggal 10 Mei 2005. Karya arsitek Peter Eisenman ini berupa 2.711 kotak beton yang memenuhi lahan luas. Di bawah monumen terhadap pusat informasi, di mana dicantumkan seluruh warga Yahudi korban NAZI, yang diketahui namanya.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Monumen bagi Warga Homoseksual

Tidak jauh dari monumen Holocaust di Berlin, berdiri monumen peringatan bagi ribuan warga homoseksual yang jadi korban NAZI antara 1933 dan 1945. Monumen setinggi empat meter ini diresmikan 27 Mei 2008.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Monumen bagi Warga Sinti dan Roma

Di seberang gedung parlemen, Reichstag di Berlin, sebuah taman diresmikan 2012 jadi peringatan bagi 500.000 warga Sinti dan Roma yang dibunuh rezim NAZI. Di tepian sebuah kolam peringatan tercantum puisi berjudul Auschwitz, karya pujangga Roma Santino Spinelli. Puisi ditulis dalam bahasa Inggris, Jerman dan Romani.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Stolpersteine: Batu Sandungan Sebagai Monumen

Tahun 1990-an, seniman Gunther Demnig memulai proyek untuk mengkonfrontasikan orang dengan masa lalu Jerman, tepatnya NAZI. Karyanya berupa sejumlah batu beton yang dilapis kuningan, yang ditempatkan di depan rumah korban NAZI. Pada batu tercantum nama dan tanggal deportasi serta kematiannya, jika diketahui. Lebih dari 45.000 Stolpersteine (batu sandungan) ditempatkan di 18 negara Eropa.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Brown House (Rumah Coklat) di München

Tepat di sebelah Führerhaus (rumah pemimpin), di mana kantor Adolf Hitler dulu berada, terdapat markas besar Partai NAZI, yaitu di gedung bernama Brown House. Bangunan berupa kubus berwarna putih kini berdiri di lokasi itu, dan menjadi Pusat Dokumentasi bagi Sejarah NAZI, diresmikan 30 April 2015. Penulis: Max Zander, Ille Simon (ml/as).

ck/hp (dpa, ap, afp)

Ikuti kami