Penembak "Batman" Colorado Resmi Disebut Pelaku

Setelah penembakan amuk pada pemutaran perdana film Batman di bioskop negara bagian Colorado, tersangka secara resmi dinyatakan sebagai terdakwa pelaku pembunuhan.

Terhadap James H. secara keseluruhan dibacakan 142 poin dakwaan diantaranya upaya pembunuhan dan kepemilikan bahan peledak. Secara praktis untuk masing-masing 12 korban tewas, James H.dikenai dua kali tuduhan. Satu kali atas tuduhan pembunuhan dan satu lagi karena membunuh tanpa kepedulian yang ekstrim. Apakah jaksa akan menuntut hukuman mati masih belum diketahui. Proses tanya jawab berikutnya baru akan dilakukan 27 September mendatang. Tanggal 9 Agustus pengadilan akan memutuskan dokumen-dokumen apa yang akan dipublikasikan.

Setelah dibacakannya dakwaan tersebut kini dalam proses persidangan, muncul pertanyaan mengenai kewarasan pelaku. Satu-satunya peluang membela diri adalah pembuktian sakit jiwa, demikian kata jaksa penuntut Crain Silverman sebelum dimulainya sidang Senin (30/07). Sebaliknya jika James H. terbukti normal, kejaksaan pada akhirnya dapat mengajukan tuntutan hukuman mati.

Pengusutan penembakan amok di Aurora

Kecil Kemungkinan Tidak Waras

Sementara menurut perkiraan pakar kehakiman yang mengajar di Universitas Denver Sam Kamin, pledoye ketidakwarasan James H. akan sulit. Apalagi ditemukan bukti-bukti jelas bahwa tindakannya itu dipersiapkan.

James H. dituduh tanggal 20 Juli saat berlangsung pemutaran perdana film "The Dark Knight Rises" di Aurora dekat Denver melepaskan tembakan terhadap para pengunjung bioskop. Polisi tidak menyebutkan motif tindakan tersebut. Berdasarkan dokumen kehakiman pihak pengacara, pria berusia 24 tahun itu berada dalam perawatan psikologis.

Seperti dalam tampilan sebelumnya di pengadilan, James H. Senin (30/07) juga memberikan kesan aneh. Berbeda dengan sidang 23 Juli lalu, kali ini proses tanya jawab tidak disiarkan secara langsung lewat televisi.

dk/vlz (ap, rtr)

Ikuti kami