1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Penganjur Jihad Asal Australia Dideportasi

23 Juli 2014

Seorang warga Australia yang ditangkap di Filipina atas tuduhan menyerukan kepada orang-orang untuk bergabung dalam “jihad“ di Irak dan Suriah, diusir pulang ke negaranya.

https://p.dw.com/p/1Ch7Q
Foto: Fotolia/kebox

Musa Cerantonio, 29 tahun – warga Australia yang pindah agama ke Islam – ditangkap di pusat kota Cebu hari Jumat pekan lalu dan dikirim balik ke negaranya di mana ia kemudian diperiksa polisi.

"Cerantonio dikenal di sosial media karena sering memposting pesan-pesan yang dianggap menyerang dan membuat terganggu pihak lain, sampai titik ini dianggap tidak melanggar hukum Australia,” kata kepolisian federal Australia dalam pernyataannya.

“Kepolisian akan terus mengawasi dan menilai materi-materi (posting) untuk diperiksa jika terjadi pelanggaran atas hukum Australia di masa depan.“

Para pejabat Filipina telah menyatakan Cerantonio ditangkap atas permintaan pemerintah Australia dan kemudian dideportasi karena Canberra membatalkan paspornya, dan membuat statusnya menjadi ilegal.

Polisi Australia hanya mengatakan bahwa Cerantonio diusir oleh otoritas Filipina “akibat dokumen perjalanan yang tidak sah”.

Kepolisian Filipina mengatakan mereka telah memonitor gerak-gerik Cerantonio sejak Februari lalu ketika ia tiba di Cebu, kota metropolis terbesar setelah ibukota Manila.

Filipina memiliki populasi Muslim minoritas di wilayah selatan Mindanao, yang selama bertahun-tahun menjadi wilayah bergolak akibat pemberontakan kelompok Muslim selama puluhan tahun, di mana para Islamis militan yang terkait dengan jaringan teror Al-Qaeda juga beroperasi.

Tapi komandan polisi Cebu, Superintendan Prudencio Banas, menyatakan tidak ada bukti yang bisa mengaitkan warga Australia itu dengan tindakan terorisme.

Cerantonio hidup dengan seorang perempuan Filipina dan pindah tinggal di sebuah apartemen berkamar satu di dekat bandara di sekitar Cebu, sebelum akhirnya ditangkap dan dideportasi.

“Kelihatannya ia cuma menipu, karena ia mengatakan bahwa ia berperang di Suriah dan Irak pada saat ketika sebenarnya ia tinggal di sebuah flat di Filipina,” kata Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop. (Baca: Jihadis Jerman di Irak dan Suriah)

Australia telah menyampaikan keprihatinan mendalam karena sekitar 250 orang Australia, beberapa diantaranya tercatat berstatus kewarganegaraan ganda, sedang belajar terorisme dengan ikut bertempur dengan kelompok militan Sunni di Irak dan Suriah. (Baca: Jihadis Indonesia Terinspirasi ISIL)

Pemerintah telah mengkonfirmasi bahwa dua warga Australia, termasuk seorang laki-laki berumur 18 tahun, berada di balik aksi bom bunuh diri dalam konflik di Irak dan Suriah.

ab/hp (afp,ap,rtr)