Perang di Tanah Airnya Pengaruhi Performa Atlet Afghanistan di Indonesia

Kebangkitan Taliban dan perang yang kembali berkecamuk turut berdampak pada performa atlet Afghanistan di Asian Games Indonesia. Mereka mengkhawatirkan kabar buruk dari sanak saudara.

Ketika perang kembali berkecamuk, federasi olahraga Afghanistan berusaha membentengi para atlet yang sedang berlaga di Asian Games dari kabar muram di tanah air. Terakhir militer Afghanistan menghalau serangan kelompok pemberontak terhadap Istana Kepresidenan dan kawasan diplomatik di Kabul. Empat dari sembilan pemberontak dikabarkan tewas ditembak.

"Para atlit akan merasa terpukul jika sesuatu yang buruk terjadi di negara kami," kata Presiden Federasi Taekwondo Afganistan, Najibullah Sekandar. "Sewajarnya jika situasi ini berdampak buruk pada performa mereka. Akan lebih baik jika mereka bisa bertanding dalam kondisi normal, tanpa rasa cemas," imbuhnya lagi.

"Para atlet khawatir terhadap apa yang terjadi di tanah air kami. Di perkampungan atlet, kami berusaha fokus pada kompetisi. Kami tahu tugas kami adalah bertanding dengan baik", ujar presiden federasi Taekwodo Afghanistan itu. 

Olahraga di Afghanistan mulai bergeliat

Afghanistan hanya absen empat kali dari arena Asian Games sejak pertama kali digelar tahun 1951. Untuk event Asian Ganmes di Indonesia kalin ini, pemerintah di Kabul mengirimkan 76 atlit, sembian di antaranya perempuan.

Kebangkitan Taliban Bayangi Afghanistan

Stabilitas Yang Rapuh

Rangkaian serangan teror di Afghanistan selama beberapa bulan terakhir menempatkan negeri tersebut dalam posisi pelik dan menggarisbawahi kegagalan pemerintah memperbaiki kondisi keamanan pasca penarikan mundur pasukan perdamaian internasional.

Kebangkitan Taliban Bayangi Afghanistan

Kampanye Tanpa Hasil

Serangan tersebut juga menjadi catatan muram kampanye militer Amerika Serikat selama 16 tahun di Afghanistan. Meski serangan udara terhadap Taliban meningkat tiga kali lipat selama 2017, kelompok teror tersebut mampu menggandakan kekuasaannya dan kini aktif di 70% wilayah Afghanistan. Islamic State yang terusir dari Suriah mulai giat menebar teror di negeri tersebut.

Kebangkitan Taliban Bayangi Afghanistan

Darah di Musim Semi

Pekan lalu Taliban mendeklarasikan dimulainya serangan musim semi yang sekaligus menampik tawaran perdamaian dari Presiden Ashraf Ghani. Kaum militan itu beralasan meningkatnya intensitas kampanye bersenjata adalah reaksi terhadap strategi militer AS yang lebih agresif. Pentagon ingin mendesak Taliban agar menerima perundingan damai dengan meningkatkan serangan udara.

Kebangkitan Taliban Bayangi Afghanistan

Janji Donald Trump

Tahun lalu Presiden AS Donald Trump mengumumkan strategi baru dengan menambah jumlah pasukan untuk melatih militer Afghanistan. Saat ini sekitar 11.000 pasukan AS bertugas sebagai pelatih atau konsultan keamanan. Trump juga berjanji akan membantu Afghanistan memerangi Taliban dan mempertahankan keberadaan pasukan AS selama dibutuhkan.

Kebangkitan Taliban Bayangi Afghanistan

Damai yang "Konspiratif"

Meski mendapat tawaran perundingan damai "tak bersyarat" dari Presiden Ghani Februari silam, Taliban tetap bergeming dan malah menyebut upaya perdamaian sebagai "konspirasi." Pengamat meyakini kelompok teror tersebut tidak akan bersedia mengikuti perundingan damai selama mereka masih lemah. Wilayah kekuasaan Taliban saat ini jauh lebih besar ketimbang sebelum berkecamuknya perang 2001 silam.

Kebangkitan Taliban Bayangi Afghanistan

Sikap Ambigu Pakistan

Pakistan mendapat tekanan dari Kabul dan Washington agar tidak lagi melindungi militan dari Afghanistan. Islamabad sejauh ini menepis tudingan tersebut dan mengklaim pengaruhnya di wilayah perbatasan telah banyak berkurang. Situasi tersebut menambah ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan.

Kebangkitan Taliban Bayangi Afghanistan

Nasib Bangsa di Tangan Penguasa Daerah

Selain Taliban, penguasa daerah alias warlords memiliki pengaruh besar di Afghanistan. Tahun lalu, pemimpin Hizb-i-Islami Gulbuddin Hekmatyar kembali ke arena politik di Kabul setelah masa pengasingan selama 20 tahun. Kembalinya Hekmatyar adalah berkat perjanjian damai dengan pemerintah Afghanistan yang ditandatangani pada September 2016. Langkahnya diharapkan dicontoh oleh warlords lain.

Kebangkitan Taliban Bayangi Afghanistan

Sikap Galau Asraf Ghani

Di tengah konflik kekuasaan tersebut, popularitas Presiden Ghani terus menyusut di mata penduduk. Maraknya korupsi dan cekcok tanpa henti di tubuh pemerintah mempersulit upaya Afghanistan menanggulangi terorisme. Terkait serangan Taliban, Ghani mengatakan kelompok teror tersebut "sudah melampaui batas," meski tetap membuka pintu perundingan damai.

"Olahraga di Afghanistan membaik setiap hari. Kami berharap stabilitas keamanan terjaga dan atlet kami bisa konsentrasi untuk berlatih dan bertanding," kata Sekandar yang juga bekerja sebagai dokter dan wasit internasional.

Terutama di cabang Cricket Afghanistan mulai menunjukkan kemajuan. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Hameed Hassan dkk. sukses merebut medali perak.

Pertumbuhan pesat olahraga Cricket bahkan turut menyaingi Taekwondo yang masih dianggap cabang olahraga paling populer di Afghanistan. Dalam cabang ini atlet dari Hindukush punya sejarah panjang merebut medali di kejuaraan internasional. Rohullah Nikapi misalnya meraih medali perunggu untuk kelas 58kg di Olympiade Beijing 2008. Atlet Taekwondo lain mencatat prestasi serupa di kelas 68kg pada Olympiade London empat tahun kemudian.

Meski gagal merebut medali di Olympiade Rio 2016, Afghanistan tetap menyimpan ambisi besar untuk Olympiade Tokyo 2020. "Kami meyakini Taekwondo akan menghasilkan medali di Tokyo. Kami memiliki pengalaman dengan menyabet dua medali dan berharap akan menang lagi di Tokyo, kata Sekander.

rzn/as (rtr,ap)

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Presiden Joko Widodo datang ke pembukaan Asian Games 2018 dengan sepeda motor besar.

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Puluhan tim olahraga dari masing-masing negara siap bertarung

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Kontingen Korea (selatan dan utara bergabung dalam event ini) mendapat sambutan amat meriah dari pengunjung.

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Afghanistan tak ketinggalan

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Atlet Indonesia siap berjuang demi tanah air

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Bhin bhin, Atung dan Kaka

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Tarian Aceh dalam ritme harmoni, berganti kostum secepat kilat

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Beragam pertunjukan tradisonal diiringi orkestra

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Ragam tari-tarian dalam balutan baju tradisional mencuri perhatian

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Panggung ditata sebagaimana panorama Indonesia

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Anging Mamiri...

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Permainan jemari Joey Alexander mengalunkan irama Gending Sriwijaya

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Beragam lagu dibawakan beragam penyanyi kenamaan

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Alunan suara Putri Ayu

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Kaya warna-warni dan kemegahan

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Penonton di stadion menyambut meriah

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Kembang api menerangi langit malam Jakarta

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Tetabuhan dalam kostum tradisional yang unik

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Penari berlari membawa api

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Atlet berprestasi dalam sejarah olahraga Indonesia mendapat kehormatan

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Penuh haru, Susi Susanti menyalakan obor Asian Games 2018

Galeri Foto: Momen-momen Pembukaan ASIAN GAMES 2018

Pesta kembang api

Ikuti kami