1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Perguruan Tinggi Jerman Atraktif Bagi Mahasiswa Asing

Richard Fuchs16 Oktober 2013

Makin banyak mahasiswa asing yang punya peluang menembus pasar kerja setelah menyelesaikan studi di Jerman.

https://p.dw.com/p/1A0po
Foto: picture-alliance/dpa

Pendatang asing yang menyelesaikan studi di Jerman punya peluang baik menembus pasar kerja. Demikian hasil survey yang dilakukan Institut der Deutschen Wirtschaft (IW) di Köln. "Para pendatang yang punya ijazah perguruan tinggi Jerman bisa menutupi kebutuhan tenaga ahli", kata Guido Weis dari IW. Mereka yang berpeluang baik terutama yang memiliki kualifikasi dalam bidang teknik mesin, matematik dan ilmu alam. Tenaga-tenaga ahli dari bidang ini yang paling dicari oleh perusahaan menengah dan industri.

Menurut peneliti IW Hans Peter Klos, di masa-masa mendatang kebutuhan tenaga ahli akan semakin mendesak. "Dalam tahun-tahun mendatang Jerman perlu sekitar 640.000 tenaga kerja yang berkualifikasi setiap tahunnya." Klos memperkirakan, tenaga kerja berkualitas akan semakin langka, karena demografi tenaga kerja saat ini. Jumlah tenaga kerja yang akan memasuki usia pensiun jauh lebih banyak daripada calon tenaga kerja baru.

Perguruan Tinggi Jerman makin atraktif

Menurut Hans Peter Klos, ada perkembangan menggembirakan dalam dunia pendidikan: "Perguran Tinggi Jerman sekarang makin menarik bagi mahasiswa asing". Menurut data Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, OECD, Jerman sekarang adalah salah satu tujuan utama mahasiswa asing, di samping Amerika Serikat dan Inggris.

"Para mahasiswa yang datang dari luar negeri ingin bekerja di Jerman", kata Klos. 80 persen mahasiswa asing mengatakan, mereka bisa membayangkan bekerja di Jerman setelah menyesaikan studinya. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Perancis dan Belanda. Menurut survey IW, sepertiga mahasiswa asing bermaksud tinggal di Jerman sampai tiga tahun atau lebih, jika mereka telah menyelesaikan studinya.

Hans Peter Klos menerangkan, hasil survey itu juga mengungkapkan bahwa lebih dari setengah warga asing lulusan Jerman yang mendapat pekerjaan akhirnya memutuskan untuk menetap di Jerman. Ini hasil yang cukup mengesankan.

Hambatan bagi mahasiswa asing

Menurut Klos, masih terlalu banyak mahasiswa asing yang menghentikan studinya di Jerman sebelum mencapai ujian akhir. Alasan utama mengapa mereka gagal adalah kurangnya penguasaan bahasa Jerman. Masalah lain yang dihadapi adalah masalah sosial dan ijin tinggal yang akan habis, begitu mereka menyelesaikan studi.

Klos mengusulkan agar Jerman lebih membuka peluang untuk pendidikan kejuruan. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah Jerman membuat berbagai kemudahan dalam pendidikan kejuruan bagi remaja yang berasal dari negara-negara Eropa yang sedang mengalami krisis, yaitu dari Yunani, Spanyol dan Portugal. Namun Klos mengakui, hambatan birokrasi bagi remaja yang ingin mengikuti pendidikan kejuruan di Jerman masih sangat tinggi.

Padahal kebutuhan ternaga kerja dengan pendidikan kejuruan tetap tinggi. Achim Dercks dari Kamar Dagang dan Indurtri Jerman DIHK menerangkan, 40 persen perusahaan di Jerman saat ini mengalami kesulitan menemukan tenaga kerja yang punya pendidikan kejuruan.

Karena itu, para peneliti IW mengusulkan agar pemerintah Jerman mempermudah aturan birokrasi agar makin banyak tenaga muda asing yang mendapat ijin kerja dan bisa melakukan magang di Jerman. Dengan cara itu, mereka bisa mengumpulkan pengalaman kerja yang cukup untuk memulai karir atau pendidikan yang lebih tinggi.