1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pimpinan Uni Eropa: Resiko No-Deal Brexit "Sangat Nyata"

19 September 2019

Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, "waktu hampir habis" untuk mengamankan Perjanjian Brexit. PM Inggris Boris Johnson tetap yakin dia bisa mendapatkan kesepakatan paling lambat 31 Oktober.

https://p.dw.com/p/3PqsH
Luxemburg UK-Brexit | EU-Kommissionspräsident Jean-Claude Juncker mit dem britischen Premierminister Boris Johnson
Foto: picture-alliance/empics/S. Rousseau

Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker dalam debat Parlemen Eropa hari Rabu (18/09), risiko Brexit, yaitu proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa, kesepakatan masih "sangat, sangat nyata."

"Waktu hampir habis," kata Jean-Claude Juncker di hadapan sidang pleno Uni Eropa di Luxembourg yang membahas soal Brexit. Junkcker juga bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Inilah pembicaraan mereka yang pertama, sejak Boris Johnson menjadi Perdana Menteri Inggris Juli lalu, setelah Theresa May mengundurkan diri.

Boris Johnson menyatakan tetap optimistis bahwa Inggris bisa keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dengan sebuah kesepakatan. Walaupun sebelumnya dia terus mempropagandakan Brexit tanpa perjanjian.

Juncker mengatakan kepada parlemen, "Brexit tanpa perjanjian mungkin menjadi pilihan Inggris, tetapi itu tidak akan pernah menjadi pilihan kita."

Jean-Claude Juncker, Boris Johnson, Uni Eropa
PM Inggris Boris Johnson (kiri) dan Presiden Uni Eropa Jean-Claude Juncker (kanan)Foto: picture-alliance/AP Photo/F. Seco

Merkel: Brexit dengan perjanjian masih mungkin

Kanselir Jerman Angela Merkel di berlin hari Rabu (18/09) mengatakan, Inggris masih bisa meninggalkan Uni Eropa dengan sebuah kesepakatan.

"Saya masih melihat kemungkinan proses Brexit yang teratur", kata Merkel dalam konferensi pers di Berlin. Namun dia juga menegaskan, Jerman sudah siap menghadapi proses Brexit tanpa kesepakatan, sekalipun dirinya secara pribadi ingin proses dengan kesepakatan.

Angela Merkal hari Selasa (17/09) menerima kunjungan PM Inggris Boris Johnson di Berlin untuk membahas proses Brexit. Keduanya akan melanjutkan konsultasi di sela-sela Sidang Umum PBB minggu depan, kata juru bicara pemerintah.

Skotlandia "siap merdeka" setelah Brexit

Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon dalam kunjungan di Berlin mengatakan kepada wartawan, negaranya siap merdeka sebagai konsekuensi dari proses Brexit.

Pada konferensi pers hari Rabu (18/09) Nicola Sturgeon mengatakan: "Menurut prediksi saya, dalam beberapa tahun (setelah Brexit) Skotlandia akan mendeklarasikan kemerdekaan dan akan menjadi anggota Uni Eropa sebagai sebuah negara mandiri".

Setelah debat hari Rabu di Luxembourg, Parlemen Eropa akan mengadopsi resolusi yang mengutarakan keprihatinan tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa, yang dijadwalkan terjadi tanggal 31 Oktober, jika tidak ada penundaan lebih lanjut. hp/ts (rtr, afp)