1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Terorisme

Polisi Tembak Mati Pelaku Serangan di Auckland

3 September 2021

Seorang terduga pelaku penyerangan yang melukai enam warga di pasar swalayan di Auckland ditembak mati oleh polisi. PM Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut pelaku sebagai ekstremis yang kejam.

https://p.dw.com/p/3zr9g
Polisi berjaga pascainsiden penyerangan
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut terduga pelaku penyerangan di Auckland sebagai terorisFoto: Fiona Goodall/Getty Images

Polisi Selandia Baru menembak mati seorang terduga pelaku penyerangan yang telah melukai beberapa orang di sebuah pasar swalayan di Auckland pada Jumat (03/09). Sebuah pernyataan dari pihak berwenang mengatakan: "Polisi dapat mengkonfirmasi bahwa seorang pria memasuki supermarket New Lynn dan melukai banyak orang."

Polisi mengkonfirmasi tersangka utama telah tewas. Layanan darurat mengatakan enam orang terluka, tiga di antaranya kritis dan satu lainnya dalam kondisi "serius". Dua pasien lainnya dalam kondisi sedang dan tengah menjalani perawatan medis.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pelaku penyerangan adalah warga negara Sri Lanka yang telah menetap selama 10 tahun dan menyebutnya sebagai ekstremis kejam.

"Ini adalah serangan kekerasan. Itu tidak masuk akal," kata Ardern. "Dan saya sangat menyesal itu terjadi."

Polisi mengaku pelaku terinspirasi oleh kelompok teror "Negara Islam". Namun, pihak berwenang menggambarkan serangan itu "acak" dan tidak terkait teror. "Dia jelas adalah pendukung ideologi ISIS," kata Ardern.

Manajer umum keamanan supermarket Kiri Hannifin mengatakan tokonya hancur akibat insiden penyerangan itu. "Sekali lagi, hati kami berat mengetahui apa yang telah disaksikan dan dialami oleh tim dan pelanggan kami. Pikiran kami bersama mereka yang terluka dan keluarga mereka, dan kami akan mendukung semua tim Lynnmall."

Beberapa pembeli di supermarket dilaporkan mencoba membantu mereka yang terluka dengan handuk dan popok.

"Untuk semua orang yang ada di sana dan yang menyaksikan peristiwa mengerikan seperti itu, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka setelahnya," kata Ardern. "Terima kasih telah datang membantu mereka, saat mereka membutuhkanmu."

Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, saat ini dalam penguncian ketat karena pandemi COVID-19. Sebagian besar bisnis tutup dan orang-orang pada umumnya diizinkan meninggalkan rumah mereka hanya untuk membeli bahan makanan, kebutuhan medis, atau untuk berolahraga.

Polisi telah mengintai pergerakan pelaku

Komisaris Polisi Andrew Coster mengatakan pihaknya khawatir akan ideologi pria itu dan terus mengawasinya. Coster menyebut anggotanya mengikuti pelaku dari rumah ke pasar swalayan.

"Dia memasuki toko, seperti yang dia lakukan sebelumnya. Dia mendapatkan pisau dari dalam toko,” kata Coster. "Tim pengawas sedekat mungkin memantau aktivitasnya."

Coster mengatakan bahwa ketika keributan terjadi, dua polisi dari kelompok khusus bergegas. Dia mengatakan pria itu mendekati polisi dengan pisau, kemudian mereka menembak dan membunuhnya. Sebuah video pengamat yang diambil dari dalam supermarket merekam suara 10 tembakan yang ditembakkan secara berurutan.

Ardern mengatakan kendala hukum mencegahnya mendiskusikan kasus ini, tetapi dia berharap batasan itu segera dicabut.

Serangan serupa terjadi di kota Pulau Selatan Dunedin pada Mei lalu ketika seorang penyerang bersenjata pisau melukai empat orang.

Namun, serangan teror terburuk di Selandia Baru adalah penembakan di masjid Christchurch pada Maret 2019, ketika seorang pria bersenjata supremasi kulit putih membunuh 51 jemaah muslim dan melukai 40 lainnya.

ha/hp (Reuters, AFP, dpa, AP)