Politisi Partai Sayap Kanan Anti Islam Masuk Islam

Seorang politisi partai sayap kanan, Alternative für Deutschland (AfD), telah memeluk agama Islam. Juru bicara partai AfD Brandenburg menyatakan, hal ini tidak menjadi masalah bagi partai.

Arthur Wagner, anggota dewan di negara bagian Brandenburg dilaporkan telah memeluk agama Islam dan mengundurkan diri dari jabatannya di partai AfD. Ketua AfD Brandenburg Andreas Kalbitz mengatakan, Arthur Wagner mengajukan pengunduran dirinya pada 11 Januari lalu dengan alasan pribadi. Saat itu, tidak diketahui bahwa Arthur Wagner telah menjadi muallaf.

Arthur Wagner menolak memberikan komentar atas keputusan yang diambilnya. "Ini masalah pribadi," dikatakan politisi keturunan Rusia ini. Ia menambahkan bahwa pengunduran dirinya ini bukan karena masalah agama.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Didirikan Kaum Elite Jerman

Partai Alternatif untuk Jerman-AfD didirikan oleh kelompok elite, antara lain Bernd Lucke profesor ekonomi makro, Alexander Gauland, mantan sekretaris negara partai Kristen CDU, Konrad Adam, penerbit dan mantan wartawan koran kenamaan FAZ serta politisi dan Doktor ilmu kimia Frauke Petry (foto). Mula-mula program AfD memprotes secara terbuka politik pemerintah Jerman terkait krisis mata uang Euro

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Pendukung Partai AfD

AfD resmi didirikan Mei 2013. Siapa pendukung AfD? Lembaga Riset FORSA menunjukkan, dari pemilu di negara-negara bagian Jerman, 70% pemilih AfD adalah lelaki dari kisaran umur rata-rata dia atas 50 tahun dan tidak terikat salah satu agama. Juga banyak pendukung partai liberal FDP yang menyebrang mendukung AfD. Jumlah anggota partai AfD kini mencapai lebih 17.000 orang.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Partai Populis Kanan Anti Islam

Partai Alternatif untuk Jerman semula menuntut dibubarkannya zona mata uang Euro. Untuk menarik simpati banyak pemilih, AfD memilih retorika sebagai partai populis kanan dan memberi tekanan khusus pada program anti Islam. AfD juga gelar kampanye anti Yahudi dan sentimen rasisme. Inilah resep yang membuat AfD sukses meraih kursi di parlemen Jerman dan parlemen Eropa.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Sukses di Negara Bagian Jerman

AfD raup sukses dalam pemilu regional di sedikitnya 10 negara bagian Jerman. Bahkan di dua negara bagian di kawasan timur Jerman, AfD raih lebih 20 persen suara. Juga di tiga negara bagian di barat, partai anti Islam dan anti Yahudi Jerman ini meraih perolehan suara lebih 12% . Keterangan partai menyebutkan AfD meraih seluruhnya 485 mandat di berbagai parlemen regional dan lokal.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Terwakili di Parlemen Eropa

Setahun setelah didirikan, dalam pemilu Parlemen Eropa 2014, ironisnya partai anti Uni Eropa ini meraih 7,1 persen suara. Terwakili dengan 7 mandat di Parlemen Eropa dan diterima bergabung dalam fraksi Konservatif dan Reformis Eropa-EKD. Tahun 2016 AfD diusir dari fraksi EKD setelah anggotanya Beatrix von Stoch dukung usulan penggunaan kekerasan senjata terhadap pengungsi.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Dimusuhi Partai Mainstream Jerman

Partai AfD dimusuhi partai mainstream, Kristen Demkrat-CDU maupun Sosial Demokrat-SPD. Yang terutama beradu keras lawan keras adalah pengikut partai kiri otonom. Dalam kongres partai di kota Köln baru-baru ini, lebih 50.000 demonstran gelar aksi menentang AfD. Juga partai-partai besar menolak koalisi dengan partai populis kanan ini.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Dipuji di Luar Negeri

Ironisnya, di saat partai dimusuhi banyak kalangan di Jerman, pujian mengalir dari luar negeri, khususnya dari Inggris. Kelompok pendukung Brexit dan yang skeptis terhadap Uni Europa memuji haluan partai AfD. Bahkan seorang tokoh partai anti Eropa di Inggris-UKIP, Douglas Carswell memuji partai populis kanan ini, dengan menyebut, jika ia warga Jerman, pasti memilih AfD dalam pemilu.

Juru bicara Afd Brandenburg Daniel Friese menyatakan bahwa afiliasi keagamaan Wagner tidak menjadi masalah bagi partai. "Agama adalah urusan pribadi. Kami mendukung hak konstitusional kebebasan beragama."

Partai AfD kerap menyulut kontroversi dengan pernyataan islamofobia. Partai ini menganggap bahwa Jerman tengah menghadapi ancaman "Islamisasi“. Partai sayap kanan ini mulai naik daun terutama setelah gelombang pengungsi dari negara-negara Muslim sejak tahun 2015.

Memanfaatkan kecemasan warga Jerman atas gelombang pengungsi, serta dengan retorika anti-Islam dalam kampanyenya, partai AfD berhasil menarik banyak dukungan. Dalam Pemilu Parlemen 2017 lalu, AfD berhasil menempatkan diri menjadi partai terbesar ketiga di Jerman, setelah memenangkan 12,6 persen.

Inilah Wajah Islamofobia Barat

Donald Trump

Boleh jadi tidak membenci Islam, tapi ia menunggangi gelombang Islamofobia pasca serangan teror di Paris dan penembakan massal di San Bernardino untuk mendongkrak dukungan politik jelang pemilu kepresidenan. Donald Trump juga pernah mengumbar bakal melarang umat Muslim memasuki Amerika Serikat, atas alasan keamanan.

Inilah Wajah Islamofobia Barat

Marine Le Pen

Eropa sedang dihantui Le Pen dan kemenangan partainya Front National. Anggota parlemen Eropa ini gemar mengumbar isu anti Eropa dan imigran buat menjaring dukungan. 2010 silam Le Pen mencibir kaum Muslim yang melaksanakan ibadah sholat di jalan lantaran mesjid penuh. Menurutnya hal tersebut adalah sebuah pendudukan, serupa dengan pendudukan NAZI Jerman di era Perang Dunia II.

Inilah Wajah Islamofobia Barat

Lutz Bachmann

Pendiri gerakan anti Islam Jerman, Pegida, ini tidak menyembunyikan kekagumannya pada sosok Adolf Hitler. Ia pernah memuat fotonya berseragam NAZI dengan model rambut dan kumis ala sang diktatur. Bachmann gemar menyulut sikap antipati pada Islam lewat media sosial. Terakhir ia menyerang sebuah peternakan karena menyediakan daging halal. "Kita di sini tidak ingin berurusan dengan Islam," tulisnya.

Inilah Wajah Islamofobia Barat

Geert Wilders

"Tidak ada yang namanya Islam moderat," tutur Geert Wilders. Sosoknya tidak asing lagi buat kaum Muslim. Pendiri Partai Kebebasan ini pernah mendesak agar Belanda melarang Al-Quran, serupa seperti buku Mein Kampf karangan Adolf Hitler. "Akar masalahnya adalah sifat Islam yang fasis, ideologi sakit tentang Allah dan Muhammad seperti yang terulis dalam Mein Kampf Islam: Al-Quran," tulis Wilders.

Inilah Wajah Islamofobia Barat

Dansk Folkeparti

Tahun ini Partai Rakyat Denmark menjelma menjadi kekuatan politik terbesar kedua. Salah satu bintangnya adalah Morten Messerschmidt (gambar), yang gemar menyebut minoritas Muslim Eropa sebagai beban. Dari sederet program yang dijajakan Dansk Folkeparti, sebagian besarnya membidik Islam, antara lain menghentikan migrasi Muslim dan menyamakan Islam dan terorisme berkedok agama

Inilah Wajah Islamofobia Barat

UKIP

Serupa seperti Dansk Folkeparti di Denmark dan Perussuomalaiset di Finnlandia, UK Independence Party alias UKIP mengakomodasi suara ekstrim kanan yang kerap membidik Islam. Salah seorang fungsionaris UKIP, John Kearney, misalnya pernah menyerukan kepada kaum Katholik agar "bersedia mati," demi menangkal dominasi Islam di dunia.

yf/vlz (dpa)

Ikuti kami