1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jabatan Baru Kepala Badan Intelejen Jerman

19 September 2018

Presiden Badan Intelijen Domestik Jerman yang menampik keautentikan video penyerangan warga asing di Chemnitz, bukannya dicopot, tapi justru mendapat jabatan baru di Kementerian Dalam Negeri Jerman. Kenapa?

https://p.dw.com/p/3587X
Hans-Georg Maaßen
Foto: picture-alliance/dpa/K. Nietfeld

Kebuntuan dan friksi di dalam partai koalisi pemerintahan Angela Markel, berujung jabatan baru bagi Hans-Georg Maassen. Jabatannya sebagai Presiden Badan Intelelijen Domestik di Kantor Perlindungan Konstitusi (BfV) dicopot, namun ia mendapat jabatan yang lebih baik yakni sebagai Kepala Deputi Kementerian Dalam Negeri.

Dalam sebuah surat pernyataan yang dirilis Selasa petang (18/09), pemerintah Jerman menulis: "Jabatan Presiden di Kantor Perlindungan Konstitusi akan diisi kembali. Di masa yang akan datang Maassen akan menjadi kepala administratif di Kementerian Dalam Negeri. Horst Seehofer, Menteri Dalam Negeri menaruh penghargaan setinggi-tingginya akan kemampuan Maassen dalam bidang keamanan domestik, namun ia tidak akan bertanggung jawab untuk BfV dalam kementerian."

Kenapa Maassen dicopot?

Jabatan pria berusia 55 tahun itu menjadi sorotan, setelah Maassen mengklaim tidak ada penargetan warga asing pada saat demonstrasi kelompok ekstrimis sayap kanan di Chemnitz pada Agustus lalu. Demonstrasi tersebut dipicu oleh tewasnya pria Jerman yang ditikam oleh warga Suriah dan Iran. Kanselir Jerman, Angela Merkel mengomentari rekaman yang tersebar di sosial media yang memperlihatkan dua pria yang terlihat seperti orang asing dikejar peserta demonstrasi, sebagai bukti yang memperlihatkan adanya kerusuhan dan kebencian di jalanan, yang tidak memiliki tempat di bawah aturan hukum Jerman.

Pada saat bentrokan di Chemnitz terjadi, sebuah restoran Yahudi juga turut menjadi sasaran amuk. Meski demikian, Maassen justru meragukan keaslian video yang yang disebar kelompok sayap kiri "Antifa Zeckenbiss" itu." Badan Intelijen Domestik tidak mendapat informasi yang dapat dipercaya yang memperlihatkan pengejaran terjadi… Tidak ada bukti bahwa video yang tersebar di internet adalah autentik," ungkap Maassen kepada tabloid Bild. Ia menambhakan  "ada alasan untuk percaya bahwa ini informasi salah ini ditargetkan".

Tak hanya karena sikap skeptisnya, Maassen juga dikecam karena diduga membocorkan informasi sensitif terkait prioritas keamanan kepada partai anti-imigran AfD dengan menyebutkan cara menghindari pemantauan BfV.

Resuffle Maassen "bencana"

Itulah sebabnya, salah satu partai koalisi Markel, SPD yang sebelumnya menghendaki pencopotan Maassen menjadi antipati. Presiden SPD di negara bagian Schleswig-Holstein bahkan menyebut resuffle jabatan Maassen sebagai 'sebuah bencana.'

"Kesabaran SPD atas koalisi ini secara ekstrem semakin menipis,"ungkap Ralf Stegner seperti dikutip dari DPA. 

Resuffle Maassen diputuskan untuk menghindari perpecahan yang semakin tajam terkait isu imigrasi dan pandangan akan kelompok sayap kanan yang terus mengguncang partai Angela Markel.  Maassen mendapat dukungan dari Horst Seehofer, yang juga Ketua Umum partai koalisi CSU, yang selama ini tidak sepakat akan kebijakan migrasi partai Angela Markel, CDU.

Demi menjaga keutuhan koalisi, Markel pun tunduk kepada keinginan SPD untuk mencopot Maasen yang dituduh beberapa kali memperlihatkan simpati kepada kelompok sayap kanan. Dan menggeser Maassen di bawah naungan Seehofer di Kementerian Dalam Negeri, dengan posisi yang lebih superior dan mendapat tambahan gaji sekitar 2500 Euro per bulan dibanding jabatan sebelumnya.

ts/as (dpa, afp)