1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Presiden Cina Xi Jinping Pertama Kali Kunjungi Korut

20 Juni 2019

Xi Jinping adalah pemimpin pertama Cina yang berkunjung ke Korea Utara dalam 14 tahun terakhir. Kedua negara saat ini sama-sama menghadapi tekanan dari pemerintahan AS di bawah Donald Trump.

https://p.dw.com/p/3KkVW
Machthaber Kim besucht China
Foto: picture-alliance/dpa/L. Xueren

Presiden Cina Xi Jinping tiba Kamis pagi (20/6) untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari di Korea Utara, di mana dia akan berbicara dengan pemimpin Kim Jong Un mengenai perundingan yang macet dengan Washington tentang senjata nuklir Korea Utara.

Televisi Cina merilis foto-foto yang menunjukkan kontingen besar penyambut Xi Jinping, termasuk band militer, di bandara ibukota Korea Utara, Pyongyang.

Kantor Berita Cina Xinhua mengatakan, Xi Jinping ditemani istrinya Peng Liyuan, dan beberapa pejabat Partai Komunis Cina. Presiden Cina itu menjadi pemimpin pertama yang mengunjungi Korea Utara dalam 14 tahun terakhir.

Xi Jinping in Nordkorea
Januari 2019, Pimpinan Korut Kim Jong Un berkunjung ke BeijingFoto: Reuters/J. Lee

70 tahun Persahabatan

Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara oleh para pejabat pemerintahan dikaitkan dengan perayaan 70 tahun hubungan kedua negara. Di surat kabar pemerintah Korea Utara muncul artikel opini langka yang ditulis Xi Jinping. Dia memuji persahabatan antara Beijing dan Pyongyang sebagai sesuatu yang "tak tergantikan".

Dia tidak menyebut secara langsung persoalan nuklir Kim dengan AS dalam artikel itu. Namun Xi Jinping mengatakan Cina akan memainkan peran aktif dalam "memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Korea Utara dan pihak-pihak terkait lainnya.".

Lebih jauh, Xi Jinping menekankan bahwa Korea Utara bergerak ke "arah yang benar" dengan mencari solusi politik di Semenanjung Korea.

Surat kabar Korea Utara Rodong Sinmun menulis, kunjungan Xi Jinping "akan mengukir lembaran baru dalam sejarah persahabatan abadi" Korut-Cina.

"Kunjungan ke negara kita terlaksana, meskipun ada tugas-tugas penting dan mendesak karena hubungan internasional yang kompleks, jelas menunjukkan bahwa partai dan pemerintah Cina menaruh perhatian besar pada persahabatan DPRK-Cina," tulis Rodong Sinmun dalam tajuknya.

Nordkorea Raketentest
Uji coba rudal Korea Utara yang dikecam masyarakat internasionalFoto: Reuters/KNCA

Bersama-sama menghadapi tekanan AS

Media Cina dan Korea Utara mengatakan Xi Jinping akan berada di Pyongyang dua hari. Pertemuannya dengan pempimpin Korut Kim Jong Un akan menjadi pertemuan puncak kelima mereka, sejak Kim Jong Un memasuki diplomasi nuklir dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan awal tahun lalu.

Korut dan Cina sama-sama berperang melawan Korea Selatan dan Amerika Serikat dalam Perang Korea 1950-53. Namun beberapa tahun terkahir hubungan itu menjadi renggang, terutama setelah Korea Utara makin menunjukkan ambisi untuk memiliki senjata nuklir.

Pertemuan puncak Xi Jinping dan Kim Jong Un kali ini juga ditandai sengketa kedua negara dengan Presiden AS Donald Trump dalam dua bidang berbeda. AS menekan Cina dalam perdagangan dengan melancarkan perang tarif, sedangkan Korea Utara ditekan karena program nuklirnya.

hp/vlz (afp, rtr, ap)