1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Riau Tetapkan Siaga Darurat kebakaran Hutan

9 Maret 2016

Pemerintah Provinsi Riau kembali menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan untuk wilayahnya. Titik-titik api mulai bermunculan, polisi tangkap 13 tersangka.

https://p.dw.com/p/1I9Nb
Indonesien Rimbo Panjan Waldbrände
Foto: picture-alliance/dpa/R. Muharrman

Kebakaran hutan dan lahan kembali mengancam Provinsi Riau. Dilaporkan, makin banyak titik api bermunculan dan lahan kebakaran terus meluas. Pemerintah Provinsi Riau sejak hari Senin (07/03) memberlakukan status siaga darurat untuk tiga bulan ke depan.

Keputusan itu diambil Pelaksana Jabatan Gubernur Riau Asryadjuliandi Rachman di Pekanbaru setelah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk TNI dan kepolisian.

"Gubernur sudah menetapkan status keadaan siaga darurat, agar bisa mencegah terulangnya kasus kabut asap yang pernah terjadi tahun 2015," kata juru bicara pemerintah provinsi, Darusman. Dia menambahkan, sejauh ini kehidupan sehari-hari di Provinsi Riau masih normal.

Indonesien Waldbrände in Süd Sumatra
Kebakaran lahan di Sumatera Selatan, September 2015Foto: Reuters/Antara/Nova Wahyudi

Polisi dan TNI perangi kebakaran

Sekitar 500 personil militer dan polisi dan helikopter bom air dikerahkan untuk membantu warga memerangi kebakaran hutan. Tapi belum ada kabut asap yang mencapai daerah perkotaan, kata dia.

Presiden Joko Widodo belum lama ini mendesak pemerintah daerah untuk secara intensif memantau perkembangan dan risiko kebakaran hutan. Jokowi juga ingin merehabilitasi 2 juta hektar kawasan lahan gambut yang ditelan api.

Berdasarkan data kepolisian Riau, hingga berita ini diturunkan sudah ada lebih 220 hektar lahan yang terbakar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Kepolisian juga sudah menangkap 13 tersangka penyebab kebakaran hutan dan lahan.

Indonesien Waldbrände in Süd Sumatra
Personel TNI dikerahkan menghadapi kebakaran hutan di Sumatera Selan´tan, September 2015Foto: Reuters/Antara/Nova Wahyudi

Rutin terjadi

Kebakaran hutan terjadi rutin setiap tahun di Indonesia. Api berkobar tahun 2015 di beberapa provinsi dan menyebabkan kabut asap tebal yang mencapai negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia. Kerugian yang disebabkan kebakaran hutan tahun 2015 saja diperkirakan mencapai nilai US$ 16 miliar.

Kebakaran sering disebabkan oleh perusahaan perkebunan besar maupun petani kecil yang ingin membuka lahan. Kondisi kebakaran hutan mencapai situasi terburuk tahun 2015 lalu. Karena diperparah oleh musim kering berkepanjangan yang disebabkan fenomena cuaca El Nino.

Upaya pemerintah Indonesia dan negara-negara tetangga meredam kebakaran hutan rutin itu sampai sekarang belum berhasil. Kebakaran hutan tahun lalu mereda, setelah musim hujan tiba dan hujan deras memadamkan sebagian besar api.

hp/as (rtr,dpa,afp)