Robot Seks Bisa Rampas Makna Kehidupan

Seorang ilmuwan memperingatkan akan dampak dari robot seks. Noel Sharkey menyatakan bahwa adanya robot-robot ini memudahkan orang untuk berhubungan seks, dan ini bisa berdampak pada kemanusiaan.

Robot seks telah lama menjadi bagian dari fiksi ilmiah. Namun, dengan perkembangan boneka seks yang lebih realistis, kini robot seks telah menjadi bagian dari kehidupan nyata.

Noel Sharkey,ilmuwan komputer yang bekerja untuk Foundation of Responsible Robotics, menyatakan bahwa robot seks membuat akses terhadap seks mudah didapatkan dan ini bisa mengubah manusia selamanya. Dalam film dokumenter "Sex Robots and Us", Noel Sharkey memperingatkan kerusakan pada masyarakat yang dapat ditimbulkan oleh robot yang kini semakin populer ini.

Menurutnya, mesin-mesin ini menjadikan seks menjadi "sangat mudah" dan "mengubah manusia sepenuhnya".  Ilmuwan ini menjelaskan kekhawatirannya, "Kita melakukan semua hal ini dengan mesin hanya karena kita bisa dan tidak benar-benar berpikir bagaimana ini dapat mengubah kemanusiaan sepenuhnya. Robot-robot Ini dapat merampas makna hidup kita dan mengubah kita menjadi zombie."

Sosial

Saat api asmara mulai padam

Ketika percikan asmara Masayuki Ozaki dengan istrinya mulai padam, fisioterapis berusia 45 tahun ini menemukan jalan keluar yang tidak biasa untuk menutupi kekosongan romantis: menjalin cinta dengan boneka silikon, boneka ukuran manusia in, bernama Mayu. Dia meletakkan boneka ini di tempat tidurnya, seatap dengan istri dan anak perempuannya di Tokyo. Akhirnya menyulut konflik.

Sosial

Bersumpah, ini cinta dalam hidupnya

Masayuki Ozaki bercerita, setelah istrinya melahirkan, mereka berhenti berhubungan intim. Dia merasa sangat kesepian. "Tapi saat aku melihat Mayu di toko,itu adalah cinta pada pandangan pertama," kata Ozaki. Dia kerap kencan dengan 'kekasih baru' nya. Dia mengenakannya dengan wig, mengenakan pakaian dan perhiasan serta mendadani pasangannya-- yang dianggap kurang lazim oleh masyarakat umum.

Sosial

Bawa bonekanya ke surga

Ozaki adalah satu dari sejumlah besar pria Jepang yang mengalihkan cintanya pada boneka karet. Dia juga mengaku mati rasa berhubungan dengan manusia."Saya mencintainya dan ingin selalu bersamanya selamanya."Saya tidak dapat membayangkan kembali berpasangan dengan manusia. Saya bahkan ingin dikuburkan bersama dia dan membawanya ke surga. "

Sosial

Mahar seharga mulai dari 6000 dollar AS

Menurut orang dalam industri boneka silikon ini, sekitar 2.000 boneka semacam itu terjual setiap tahunnya di Jepang. harganya mulai dari dari US$ 6.000. Setiap boneka dilengkapi dengan jemari yang dapat diatur, kepala dan alat kelamin yang mudah dibongkar pasang. Sebagian besar konsumen adalah duda, atau fetis manekin. Konsumen lain: kaum cacat fisik dan orang yang takut kena serangan jantung

Sosial

Manusia selalu ingin sesuatu, boneka tidak

Senji Nakajima hidup dengan boneka karetnya: Saori. Hubungan Nakajima dengan Saori telah menghancurkan keluarganya, tapi dia menolak meninggalkan 'kekasihnya' yang tak bernafas tersebut. "Orang selalu menginginkan sesuatu dari Anda - seperti uang atau komitmen," katanya. "Tapi tidak demikian dengan boneka. "Hatiku berdebar tiap pulang ke Saori," tambah pria beristri dan beranak dua ini.

Sosial

Beraktivitas bersama

Senji Nakajima adalah seorang pengusaha kelahiran Tokyo. Dia berusia 62 tahun. Setiap hari dia merawat bonekanya, seperti memandikannya. Dia juga membingkai foto 'kekasihnya' di dinding. Kegiatan lain dengan bonekanya adalah bermain ski dan berselancar. Terkadang mereka berpiknik bersama.

Sosial

Cinta sejati

Baik istri maupun anak perempuan Nakajima tidak menerima boneka berbentuk perempuan ini di rumah mereka. Tapi anak laki-lakinya bisa mengerti perasaan sang ayah. Nakajima puas dengan kehidupan barunya sekarang dan dia tidak pernah memikirkan untuk kembali ke masa lalu. Dia menantikan masa depannya dengan Saori, boneka kesayangannya. Dia percaya bahwa dia telah menemukan cinta sejati

Sosial

Mencari ketenangan hidup

Di Jepang makin meningkatnya jumlah pria yang dikenal dengan sebutan 'herbivora' berpaling dari cinta dan nilai maskulin tradisional ke kehidupan yang tenang dan tidak kompetitif. Itulah sebabnya Yoshitaka Hyodo, pengusaha produk erotika Jepang mengatakan, di masa depan dia yakin semakin banyak pria akan memilih hubungan dengan boneka. Ed: ap/as (afp/foto: Behrouz Mehri)

Dikatakan Noel Sharkey, hubungan badan berdasarkan cinta antara pasangan akan berkurang digantikan dengan hubungan seks tanpa perasaan dengan robot. Selain itu, Noel Sharkey juga melihat sumber bahaya lain dari perkembangan robot seks. Ia mewanti-wanti bahwa robot seks anak adalah konsekuensi tak terelakkan dari revolusi seksual ini. Ia pun menyerukan pelarangan penjualan boneka seks yang menyerupai anak-anak.

Terlepas dari dampak berbahaya yang dapat ditimbulkan, saat ini robot seks merupakan tren masa depan dan menjadi industri yang menguntungkan. Sebuah penelitian di Perancis baru-baru ini menyebutkan bahwa 27 persen warga berusia antara 18 dan 34 berhasrat melakukan hubungan seksual dengan robot. Penelitian ini juga menunjukkan, jumlah pria yamg tertarik menjalin hubungan seperti ini jumlahnya tiga kali lebih besar dibanding perempuan.

Iptek

Bayi animatronik

Dalam pameran robot di Museum Sains London, pengunjung menyaksikan robot mirip bayi manusia. Sama seperti bayi baru lahir, gerakan robot bayi ini terbatas pada lengan dan kaki; tampak seperti bernapas dan bisa bersin. Robot seperti ini digunakan untuk produksi film. Mereka amat mirip bayi, sehingga orang merasakan emosinya ketika menyaksikan robot bayi ini.

Iptek

Robot biksu

Meskipun istilah "robot" tidak digunakan sampai tahun 1920, karakter mekanik telah diciptakan selama berabad-abad. Di antaranya untuk menghidupkan kembali cerita-cerita Alkitab. Karakter biksu ini misalnya, berasal dari Spanyol dan diperkirakan sudah dibuat sejak tahun 1560.

Iptek

Lemari pajangan ini isinya mengagumkan

Pada abad ke-16, lemari-lemari yang memajang otomata di rumah bangsawan ini isinya luar biasa dan mengundang keingintahuan. Misalnya, fitur angsa perak legendaris Silver Swan dari tahun 1773. Novelis Mark Twain pernah menggambarkan angsa ini sebagai memiliki "kecerdasan di matanya."

Iptek

Tangan baja

Jauh sebelum tokoh humanoid diciptakan, perangkat palsu dikembangkan untuk menggantikan anggota badan yang hilang. Model awal ditemukan pada mumi Mesir antara 950-710 SM. Bagi penggemar sains fantasi, protesa baja dan kuningan era Victoria ini mungkin keren. Namun, bagi orang lain, tangan-tangan palsu ini agak menyeramkan.

Iptek

Mari kita sebut mereka robot

Pada tahun 1920, penulis Ceko, Karel Capek menemukan kata "robot" untuk drama fiksi ilmiahnya: "R.U.R." (Rossum's Universal Robots). Istilah robot berasal dari bahasa Ceko "robota," yang berarti buruh kerja paksa. Drama “R.U.R” diterjemahkan ke dalam 30 bahasa. Dalam gambar ini, "Eric" (kanan) adalah reproduksi dari salah satu robot pertama di dunia, berasal dari tahun 1928.

Iptek

Robot pertama di bioskop jenis kelaminnya perempuan

Fritz Lang perintis fiksi ilmiah karya "Metropolis" (1927) menampilkan salah satu robot pertama sejarah film: "Maschinenmensch" (manusia mesin). Latar belakang kisahnya tahun 2026. Dikisahkan di film ini, ilmuwan ciptakan robot untuk mereproduksi perempuan yang dicintainya, Maria.

Iptek

I'll be back

Persepsi kita atas robot telah sangat dipengaruhi oleh seni. Dalam film R.U.R, robot bangkit untuk hancurkan penciptanya. Sejak itu, film juga berkontribusi dengan konsep cerita serupa. Salah satu robot yang paling ikonik dalam sejarah film diciptakan oleh James Cameron pada tahun 1984 dengan film thriller-nya, "The Terminator," dimana kata-kata “I’ll be back!” di film ini jadi legendaris.

Iptek

Ilmiah di balik fiksi

Pameran robot di London 2017 juga memutar film yang berfokus pada kecerdasan buatan, seperti film Steven Spielberg "A.I. Artificial Intelligence" (2001) dan film Alex Garland "Ex Machina" (2015). Bintang film Alicia Vikander berperan sebagai robot yang sangat canggih (gambar). Semakin menjadi bagian dari realitas kita, tema-tema film tersebut tidak lagi sekedar fiksi ilmiah yang surealis

Iptek

Gantikan tugas manusia

Semakin lama robot makin digunakan untuk menggantikan tugas manusia dalam pekerjaan industri. Mengapa orang harus melakukan tugas-tugas yang dianggap kotor atau berbahaya - ketika robot dapat melakukannya? Hanya butuh waktu beberapa menit untuk pekerja reguler untuk "mengajarkan" robot Baxter tugas baru. Robot ini dijual seharga $25.000.

Iptek

Bisa bawa berita

Jepang Kodomoroid adalah android dari tahun 2014. Dia bisa lancar melaporkan berita dalam berbagai bahasa, tanpa tersandung-sandung. Dia bahkan diprogram dengan rasa humor. Memang, dia masih sedikit kaku - untuk jenisnya yang sekarang ini.

Iptek

Makin canggih

Android open source Rob Knight (ROSA) adalah robot "anthropomimetic" pertama. Ia mereproduksi struktur tubuh manusia. Robot yang ditampilkan di pameran di Museum Sains di London tidak hampir sama dengan android dari serial TV "Westworld," tapi mereka terus memprovokasi refleksi tentang apa artinya menjadi manusia. Ed: Elizabeth Grenier (ap/vlz)

Selain itu, studi dari tahun 2017 yang dilakukan Universitas Manitoba Kanada menyoroti meningkatnya jumlah orang yang "mengkonsumsi seks digital” di dunia maya, dan juga warga yang lebih menyukai hubungan dengan robot daripada dengan manusia. Dr Neil McArthur, salah seorang peneliti, menjelaskan bahwa semakin banyak yang akan mengidentifikasi diri sebagai "pelaku seksual digital" sejalan dengan perkembangan teknologi robot yang diimplementasikan ke dalam konteks romantis.

Namun begitu, walaupun robot-robot seperti ini akan makin lebih terlihat bagai manusia, para ilmuwan mengatakan, perlu waktu 50 tahun hingga hubungan seks dengan robot atau manusia tidak dapat lagi dibedakan.

Iptek

Pasukan Robot

Pasukan robot mendominasi arena pameran industri terbesar sedunia Hannover Messe 2017. Di masa depan, robot-robot beragam jenis akan jadi alat utama yang membantu pekerjaan manusia. Akan makin banyak lapangan kerja diisi robot industri.

Iptek

Kawan Kita

Robot ini bermain Lego. Yang jadi fokus utama pada robot adalah lengannya yang buatan perusahaan Schunk di Jerman. Walau tidak membuat robot komplit, teknik tangan robot buatan perusahaan menengah Jerman itu terkenal di seluruh dunia.

Iptek

Pabrik Masadepan

Citra pabrik yang berukuran besar, bising dan kotor akan jadi kenangan masa lalu. Pabrik masa depan berukuran kecil, tenang dan bersih. Dibangun dari modul-modul komponen beragam tekinik yang kompatibel, dimungkinkan proses produksi yang fleksibel. Mulai dari produk unik hingga produksi massal.

Iptek

Terhubung di Jejaring

Di masa depan semua proses produksi terhubung di jejaring virtual. Produsen mesin asal Italia, Comau bekerjasama dengan raksasa IT Microsoft kembangkan sebuah inteface. Dengan itu semua jalur produksi bisa dikendalikan secara virtual.

Iptek

Solusi Digital

Tablet PC semacam iPad menjadi perangkat penting dalam industri masa depan. Direktur Hannover Messe Jochen Köckler menyebutkan, pemicunya adalah ide para industriawan yang menyebut, mereka tidak perlu lagi petunjuk manual mesin. Perusahaan Universal Robots dari Denmark bereaksi cepat dengan menawarkan solusi digital tersebut.

Iptek

Gadget Pengawas

Pabrik konvensional selalu dipenuhi plang peringatan keamanan dan keselamatan kerja. Di masa depan, gadget seperti Smartwatch akan jadi pengawas ditaatinya aturan keselamatan kerja. Gadget akan memberi peringatan, bahwa di lokasi pabrik ini pekerja harus mengenakan pakaian pengaman.

Iptek

Teknik Ruang Angkasa Membumi

Semua lengan robot digerakkan motor. Resepnya, bentuknya harus kecil tapi kinerjanya kuat. Perusahaan Faulhaber dari Jerman membuat suku cadang untuk wahana ruang angkasa Rosetta (kiri) yang kecil dan berkinerja tinggi. Instrumen ini terbukti tangguh menempuh jarak 6,5 milyar kilometer di luar angkasa selama 10 tahun. Sekarang tekniknya akan diterapkan di Bumi.

Iptek

Bionik

Makin banyak teknik meniru alam. Perusahaan Festo yang spesialisasinya otomatisasi, terkenal dengan bio tekniknya yang sukses meniru alam. Di Hannover Messe 2017 ditampilkan lengan buatan meniru tentakel gurita. Kanselir Jerman Angela Merkel (foto) terlihat skeptis terhadap temuan baru ini.

Iptek

Teknik Analog

Semua robotik atau digital? Tidak juga. Di Hannover Messe masih ada perusahaan yang menawarkan produk yang 100 % analog. Palu dengan kepala dilindungin plastik ini misalnya, masih tetap diperlukan oleh teknisi untuk mereparasi robot atau mesin yang macet dan mogok.

yf/vlz (dailymail, thesun)