1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Romney Unggul Debat TV

4 Oktober 2012

Mitt Romney unggul dalam debat TV pertama menjelang pemilu presiden AS. Barack Obama terdesak ke posisi defensif, dalam debat bertema utama ekonomi dan politik pajak.

https://p.dw.com/p/16JYU
Foto: Reuters

Jajak pendapat cepat yang dilancarkan CNN menunjukkan, kandidat penantang dari Partai Republik itu unggul dengan 67 persen suara responden.  Namun hasil ini tidak representatif.

Sejauh mana debat televisi itu mempengaruhi perolehan suara, tidak diketahui dengan jelas. Statistik menunjukkan, dalam sejarahnya dari 50 debat televisi pemiliu presiden di Amerika, hanya dua yang dengan tegas menunjukan dampaknya pada perolehan suara.

Dalam perdebatan di televisi, Mitt Romney sejak menit-menit pertama terus menyerang presiden saat ini Barack Obama terkait politik dalam 4 tahun masa jabatannya. Kedua kandidat yang bersaing, melancarkan debat selama 90 menit dengan dilandasi fakta serta angka-angka statistik.

Obama terkesan defensif, menanggapi formulasi tajam dan pernyataan tegas Romney. Harian "Chicago Tribune“ menanggapi debat itu, memberi judul berita utamanya "Serangan kuat, Pertahanan lemah"

Ekonomi dan Pajak

Tema utama perdebatan adalah politik ekonomi dan pajak. Romney menyerang Obama dengan pernyataan, bahwa presiden "incumbent" dari partai Demokrat itu menapaki jalan kegagalan.

"Dalam 4 tahun masa jabatan Obama, utang negara menggelembung dan tingkat pengangguran gagal dikurangi dari kisaran 8,1 persen. Jika Obama terpilih untuk masa jabatan kedua, muncul ancaman pengangguran kronis dan pemerasan kalangan menengah. Saya akan memulihkan vitalitas dan mendorong Amerika untuk kembali bergulir" tambah kandidat partai Republik itu.

Obama menepis serangan itu, dengan menyebutkan, ketika ia mulai memangku jabatannya, Amerika sudah terpuruk dalam krisis ekonomi terberat sejak depresi besar tahun 30-an. Selain itu, dari pendahulunya, presiden George W.Bush, ia mewarisi utang lebih satu trilyun Dolar, akibat perang di Irak dan Afghanistan serta politik penurunan pajak.

"Dalam empat tahun masa jabatan saya, Amerika berjuang untuk bangkit. Ekonomi swasta menciptakan 5 juta lapangan kerja baru, dan industri otomotif kembali mengalami pertumbuhan", kata presiden dari partai Demokrat itu.

Diakuinya, masih banyak yang harus dikerjakan, untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi Amerika. Dia berjanji, jika terpilih kembali, akan berjuang lebih keras.

Juga dalam tema reformasi politik kesehatan, kedua kandidat berbeda pendapat amat kontras. Romney mengatakan, akan membatalkan reformasi kesehatan jika ia terpilih. Sebaliknya Obama membela politiknya, dan mengatakan pemasukan ke kas asuransi kesehatan naik lagi, suatu hal yang belum pernah terjadi dalam 50 tahun terakhir.

AS/VLZ (dpa,rtr,afp,cnn)