1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Rusia Tingkatkan Kekuatan Militer di Suriah

24 September 2015

Rusia siap lancarkan serangan unilateral terhadap ISIS di Suriah jika Amerika tolak usulan bentuk pasukan gabungan. Rusia tingkatkan kehadiran militernya di kawasan serta suplai senjata ke Damaskus.

https://p.dw.com/p/1GcGC
Kampfjet Sukhoi-30 bei Flugshow in Russland
Foto: picture-alliance/dpa

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan siap menggempur posisi ISIS di Suriah secara unilateral jika Amerika tolak usulan pembentukan pasukan gabungan. Moskow juga terus tingkatkan dukungannya kepada Presiden Suriah Bashar al Assad. Rusia dilaporkan terus meningkatkan kekuatan militernya di negara yang dicabik perang berkepanjangan itu.

Syrien Satellitenbild zeigt russische Flugzeuge auf Luftwaffenstützpunkt bei Latakia
Citra satelit tunjukan peningkatan kekuatan militer Rusia di Airbase Latakia.Foto: Reuters/www.Stratfor.com/Airbus Defense and Space

Dengan mengumumkan rencana aksi militer di Suriah, Putin hendak menekan pemerintah di Washington dan aliansinya, untuk menyetujui koordinasi dalam perang melawan Islamic State (ISIS) di Suriah, demikian laporan Bloomberg. Rusia mengajukan proposal, bersama Iran dan militer Suriah menjalin kerjasama dengan AS dan aliansinya untuk menggempur posisi ISIS yang berhasil merebut wilayah luas di kawasan itu.

Russia's role in Syria

Kantor berita Reuters melaporkan, Rusia melihat meningkatnya peluang untuk tercapainya kesepakatan internasional dalam memerangi terorime dan mengakhiri krisis yang mengguncang Suriah selama hampir lima tahun terakhir. Amerika Serikat dan aliansinya terus berusaha menjatuhkan rezim Assad dengan mendukung gerakan kelompok bersenjata anti Damaskus.

Flüchtlinge / EU-Gipfel / Brüssel / Merkel
Angela Merkel tegaskan pemecahan konflik Suriah tidak bisa lepas dari peranan Assad.Foto: Reuters

Sementara itu Kanselir Jerman, Angela Merkel juga menyerukan diakhirinya krisis di Suriah yang menjadi pemicu arus eksodus pengungsi ke Eropa. Merkel menegaskan dalam KTT untuk mencari solusi pengungsi Suriah di Brussel, semua pihak harus diajak bicara dalam proses perdamaian Suriah. "Termasuk Assad yang jadi aktor utama," ujar kanselir Jerman ini. Juga mitra regional penting harus dlibatkan, termasuk Iran dan negara-negara berfaham Sunni seperti Arab Saudi.

Sejauh ini Amerika Serikat dan aliansinya tetap menuntut lengsernya Bashar al Assad bagi diakhirinya krisis di Suriah. Menlu AS,John kerry dan Menlu Inggris Philip Hammond melontarkan pernyataan serupa menanggapi krisis Suriah yang memicu krisis pengungsi di Eropa. Sementara dalam pertemuan antara Putin dengan PM Israel Benyamin Netanjahu di Moskow, kedua pihak menyepakati koordinasi agar angkatan udara mereka tidak saling serang di Suriah.

as/yf(rtr,afp,dpa,ap)