Segudang Khasiat Kopi

Tonton video 04:28
Live
04:28 menit
04.12.2018

Kopi Punya Khasiat Lindungi DNA dan Risiko Serangan Jantung

Penelitian terbaru menunjukkan banyak khasiat kopi. Selain dipercaya menurunkan risiko penyakit jantung, kopi juga berkhasiat melawan radang hati. Namun pro kontra tentang minum kopi masih tetap merebak.

Kopi terus diteliti khasiatnya. Sebuah riset besar terbaru membuat kepala berita eforia. Kopi diduga adalah obat ajaib. Konsumsi kopi bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan metabolisme hingga 19 persen.

Risiko stroke turun 30 persen. Bahkan kopi disebut anti kanker. Tapi dalam riset besar itu disebutkan, bukti akhir belum ada. Tapi ada indikasinya. Prof. Christian Sina, pakar kedokteran pangan dari rumah sakit Universitas Schleswig Holstein di kota Lübeck mengatakan:"Kesimpulan menunjukan, bahwa riset ini untuk pertama kali menunjukkan, ada efek tersebut, juga bisa ditunjukkan bukti efeknya."

Budaya

Minuman Kegemaran Orang Jerman

Bukan bir. Minuman yang paling disenangi orang Jerman adalah kopi. Tiap orang Jerman minum kopi rata-rata 149 liter per tahun, jadi tiga cangkir per hari. Setelah kopi, air jadi minuman kegemaran ke dua.

Budaya

Membugarkan Tubuh dan Otak

Kopi mengandung kafein. Substansi kimia ini meningkatkan frekuensi hati, memperbesar pembuluh darah di tubuh, tetapi menyempitkan pembuluh darah di otak. Kafein tingkatkan kemampuan bekerja serta konsentrasi dan menyebabkan tidak mengantuk. Tapi kafein sebabkan ketergantungan. Sakit kepala adalah salah satu gejala ketergantungannya.

Budaya

Lebih Baik dari Namanya

Kopi bukannya tidak sehat. Empat atau lebih banyak cangkir tiap harinya bahkan baik bagi tubuh, kata Deutsche Grüne Kreuz, organisasi Jerman yang mengurus kesehatan. Kopi menstimulasi banyak organ. Menurut studi, kopi bisa mengurangi risiko sakit Alzheimer dan Parkinson.

Budaya

Awalnya adalah Buah Kopi

Tanaman kopi berasal dari Ethiopia. Pohon kopi bisa setinggi empat meter. Dari pohon itu berasal buah kopi. Dalam proses matang, warna berubah dari hijau jadi kuning dan merah. Dari buah itu diperoleh biji kopi.

Budaya

Panen dan Pengolahan

Buah kopi biasanya dipetik dengan tangan kemudian dikeringkan. Untuk itu buah dijemur beberapa pekan dan dibalik secara teratur. Buah kopi bisa juga dibersihkan dengan air, dan dalam proses berikutnya dipisah antara daging buah dan biji.

Budaya

Biji kopi siap!

Setelah dikeringkan, biji kopi hanya perlu dikupas. Setelah itu dipanggang dan digiling jadi serbuk. Tergantung pohonnya, akan diperoleh beberapa jenis kopi: Arabika dari pohon kopi Arabika, sedangkan Robusta dari pohon Coffea Canephora.

Budaya

Brasil Exportir Kopi Nomor 1

Pohon kopi perlu iklim seimbang tanpa suhu ekstrem. Kopi terutama ditanam di negara-negara sekitar katulistiwa. Produsen kopi terbesar dunia adalah Brasil, disusul oleh Vietnam dan Kolumbia. Tiap tahun, di seluruh dunia dipanen sekitar delapan juta ton kopi. Sebagian besar diekspor. Pelabuhan Hamburg jadi pintu masuk utama kopi ke Jerman, Skandinavia dan Eropa Timur.

Budaya

Rugikan Keanekaragaman Hayati

Secara tradisional, pohon kopi ditanam di sekitar pohon-pohon yang tinggi. Akibatnya, ruang hidup alamiah dan keanekaragaman hayati terjaga. Tetapi konsumsi kopi dunia meningkat. Untuk tingkatkan produksi, banyak pemilik perkebunan mengadakan monokultur. Terutama banyak jenis burung menderita, karena tidak punya tempat untuk membuat sarang.

Budaya

Kopi Organik Jadi Alternatif

Di banyak negara hutan dibabat untuk perkebunan kopi. Pestisida dan obat-obatan lain ditujukan melindungi pohon dari hama, tetapi juga mencemari lingkungan hidup. Kopi organik sekarang jadi alternatif. Tapi jumlahnya di pasaran dunia masih kurang.

Budaya

Perlindungan bagi Kopi di Negara Asal

Kopi ditanam di seluruh dunia, tetapi di negara asalnya, Ethiopia, tanaman ini terancam punah. Di negara itu, kopi tumbuh di daerah hutan tropis di daerah Kaffa dan menderita akibat pembalakan hutan. Sejumlah program perlindungan kini dilancarkan untuk menjaga kelestariannya.

Budaya

Kopi "Istimewa"

Salah satu jenis kopi termahal adalah Black Ivory Coffee (kopi gading hitam) dari Thailand. Seperti Kopi Luwak, biji kopi jenis ini sudah melalui pencernaan hewan. Untuk kopi ini, biji sudah melalui pencernaan gajah.

Christian Sina yang pakar kedokteran pangan, adalah pecinta kopi, baiki pribadi maupun dalam profesinya. Ia juga memanfaatkan kopi dalam terapi pasien pengidap penyakit hati. "Untuk penyakit hati, tidak terbantahkan lagi bahwa konsumsi kopi punya efek proteksi. Bukan hanya ampuh melawan radang hati, melainkan juga pada stadium lanjut, fibrose hati. Yakni terbentuknya jaringan parut pada hati", ujar Prof. Christian Sina

Pasien yang mengidap hati berlemak non-alkohol, disarankan meminum hingga 8 cangkir kopi per hari. Dengan begitu, para pasien bisa menarik keuntungan dari satu unsur aktif pada kopi.

Pakar kedokteran pangan dari Lübeck itu menjelaskan lebih lanjut: "Unsur aktifnya adalah kofein yang terkandung di dalam kopi, yang berdampak pada sel tertentu pada hati. Kofein menghambat aktivitas sel ini, dan dengan itu mencegah terbentuknya jaringan parut, yang pada stadium lanjut memicu gagal hati atau sirosis hati."

Kopi lindungi kode genetika

Peneliti di Universitas Kaiserslautern bahkan menemukan, kopi bisa menembus hingga ke gen manusia. Prof. Elke Richling, pakar kimia bahan panmgan dari Universitas Kaiserslautern menerangkan: "Kami bisa tunjukkan, konsumsi kopi secara rutin melindungi DNA. Dalam hal ini bisa berkaitan dengan pencegahan penyakit degeneratif, seperti kanker atau Alzheimer. Ini tentunya hal yang baik."

Untuk meneliti lebih jauh efek ini, para ilmuwan selama 4 minggu memeriksa DNA dalam darah 84 pria responden. Separuh dari responden, meminum 3 cangkir besar kopi tanpa gula setiap hari, separuh lainnya hanya minum air. Selanjutnya diteliti DNA dalam sel responden.

Hargai dan syukuri apa dimiliki

Meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang Anda syukuri meningkatkan suasana hati, karena mengurangi hormon stres kortisol hingga 23%. Penelitian di University of California menemukan bahwa orang yang banyak bersyukur mengalami perbaikan suasana hati, energi, dan kondisi fisik.

Hindari pertanyaan "Bagaimana Jika?"

Mempertanyakan berbagai hal dengan kalimat "Bagaimana jika?" hanya menimbulkan stres dan khawatir. Lebih banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk cemas, maka semakin sedikit pula waktu untuk fokus dalam mengambil tindakan yang menenangkan. Orang yang tenang mengetahui bahwa pertanyaan "bagaimana jika? hanya akan membawa mereka ke arah yang tidak mereka inginkan.

Selalu berpikir positif

Setiap pikiran positif akan lakukan untuk memfokuskan kembali perhatian Anda. Ketika semuanya berjalan lancar, dan suasana hati Anda baik, berbagai hal bisa dikerjakan dengan lebih mudah. Ketika pikiran Anda dibanjiri dengan pikiran negatif, segera alihkan dengan memikirkan hal-lain lain yang positif yang terjadi pada Anda, tidak peduli seberapa kecilpun itu.

Lepaskan diri dari komunikasi dan informasi

Teknologi memungkinkan komunikasi terus-menerus dan berharap Anda siaga setiap saat. Bekerja setiap hari juga menimbulkan stres yang seolah tiada henti. Sekali waktu, coba putuskan hubungan telfon dan internet. Istirahatkan tubuh dan pikiran dari sumber stres. Penelitian menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti melepaskan diri dari kontak email dapat menurunkan tingkat stres.

Batasi asupan kafein

Minum kopi mengandung kafein memicu pelepasan adrenalin. Kafein membuat orang terjaga, mengrangi stres dan siap melakukan banyak hal. Namun kadang-kadang mungkin Anda tak butuh kafein sebanyak itu. Perbanyak minum air putih ketimbang kopi.

Tidur cukup

Tidur amat penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional & mengelola tingkat stres Anda. Ketika tidur, otak Anda mengisi kembali energi, menyortir memori atas apa yang terjadi hari ini, sehingga ketika Anda bangun, pikiran manjadi lebih waspada dan jernih. Pengendalian diri dan memori berkurang ketika Anda tidak mendapatkan cukup tidur. Kurang tidur meningkatkan kadar hormon stres sendiri.

Membingkai ulang cara pandang

Stres dan khawatir didorong oleh persepsi miring kita sendiri atas suatu peristiwa. Tenggat waktu yang tidak realistis, bos tak kenal ampun, dan kemacetan lalu lintas adalah contoh penyebab stres. Anda tidak bisa mengontrol keadaaanya tapi dapat mengontrol diri dalam merespon situasi itu. Cerna masalahnya, bingkai ulang cara pikirmu. Bisa jadi masalahnya tak sengeri yang dibayangkan.

Mengatur nafas

Cara termudah melepas stres yang bisa dilakukan tiap hari: mengatur nafas. Pernapasan melatih otak untuk hanya fokus pada tugas yang harus dilakukan dan mengurangi stres. Ketika Anda merasa stres, tutup pintu, singkirkan semua gangguan, duduk dan mengatur nafas. Cegah pikiran Anda berkeliaran. Ambil nafas dalam dan keluarkan. Lakukan hingga dua puluh kali. Masih belum tenang? Ulangi lagi.

Berdayakan dukungan di sekitarmu

Kenali kelemahan Anda. Minta bantuan ketika Anda membutuhkan untuk mengatasi kelemahan ini. Andalkan orang-orang yang siap membantu dalam kondisi sulit. Meminta bantuan akan mengurangi stres dan memperkuat hubungan Anda dengan orang-orang yang bisa Anda andalkan. Demikian catatan penelitian yang dirangkum oleh Dr Travis Bradberry, pendiri TalentSmart, pengelola lembaga riset kecerdasan emosional.

"Ini citra DNA dari dua sel. Di sebelah kiri samar-samar, ini DNA yang rusak, terlihat ada pecahan halus. Dan di kanan sel yang relatif utuh. Kami bisa tunjukkan, kerusakan kecil pada sel bisa direduksi, lewat konsumsi kopi selama 4 minggu pada responden kami", tambah Prof. Elke Richling

Cara mengolah kopi juga berpengaruh pada efeknya. Biji kopi untuk Espresso digongseng lebih lama untuk kopi biasa. Dengan menyangrai lebih lama, biji kopi espresso kehilangan asamnya, dan lebih mudah diterima oleh lambung.

Sedangkan kopi biasa, kandungan Cafestol dan Kahweol-nya lebih kecil. Dua unsur ini berdampak pada tingkat kolesterol. Saat membuat dengan cara difilter, kedua unsur ini menyangkut di kertas filternya. Jadi mereka yang kadar kolesterolnya tinggi, sebaiknya minum kopi biasa yang diseduh memakai filter.

Efek berbeda pada penderita penyakit jantung

Cukup lama para pakar penyakit jantung memusuhi kopi, gara-gara efeknya yang merangsang debar jantung. Tapi kini, saat pemulihan setelah kena serangan jantung, pasien bisa santai munum kopi.

Dr. Melanie Hümmelgen, pakar penyakiit jantung di pusat rehabilitasi pasien di Hamburg memaparkan: "Sebagian mengatakan, setelah minum dua cangkir kopi, jantung berdebar, tekanan darah naik. Mereka harus berhenti minum. Efeknya beda untuk tiap individu. Tapi yang bisa mentolerirnya, boleh minum 3 sampai 5 cangkir sehari agar puas. Dari visi dokter tidak ada alasan untuk melarang mereka."

Tapi ada kekecualian, untuk perempuan yang menderita kerapuhan tulang, ibu hamil dan penderita gangguan ritme jantung. Riset menunjukkan, minum kopi akan berdampak negatif pada kelompok ini. Hingga kini masih terus dilakukan riset, unsur aktif apa dari lebih 1000 komponen penyusun kopi, yang punya efek positif. Juga bagaimana pemanfaatannya di masa depan.

Sementara Prof. Christian Sina menjelaskan lebih jauh: "Kami mencermati, apakah ada kemungkinan bagi kami memperkaya unsur dari kopi? Apakah kami bisa mengekstrasi unsur tersebut dari kopi? Dan kemungkinan membuat obat dari itu? Itulah target para ilmuwan. Hingga saat itu tiba, lebih baik kita duduk nyaman dan menikmati minuman kopi yang enak.

(DW Inovator)

Aroma Kopi Kurangi Stres

Peneliti Seoul National University memeriksa otak tikus stres karena kekurangan tidur. Saat tikus diekspos ke aroma kopi terjadi perubahan pada protein otak yang terkait dengan stres. Tingkat stres pada tikus berkurang. Hanya perlu ditegaskan, stres yang diuji hanyalah stres karena kurang tidur.

Kurangi Resiko Parkinson

ScienceDaily melaporkan kopi bisa membantu pengidap Parkinson mengendalikan gerakannya. Selain itu, salah seorang peneliti studi tersebut, Ronald Postuma mengatakan, "Mereka yang minum kopi berkafein lebih kecil resikonya tekena penyakit Parkinson."

Bantu Kesehatan Hati

Studi tahun 2006 menunjukkan mereka yang minum setidaknya satu cangkir kopi sehari, 20 persen lebih kecil kemungkinannya terkena sirosis hati - penyakit yang disebabkan konsumsi alkohol berlebihan dan bisa mengakibatkan gagal hati dan kanker.

Membuat Bahagia

National Institute of Health menemukan peminum kopi empat cangkir atau lebih per hari 10 persen lebih kecil kemungkinannya terkena depresi dibandingkan mereka yang tidak pernah minum kopi. Penyebabnya bukan karena kafein. Menurut Honglei Chen, MD, PhD, antioksidan yang bterkandung dalam kopi membuat Anda merasa senang.

Kurangi Resiko Kanker Kulit

Ini hanya berlaku bagi perempuan. Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School mengikuti 112.897 pria dan wanita selama 20 tahun. Perempuan yang minum tiga cangkir kopi atau lebih per harinya lebih kecil kemungkinannya terkena kanker kulit dibanding mereka yang tidak minum kopi.

Perbaiki Stamina Atlet

New York Times melaporkan kafein meningkatkan asam lemak dalam aliran darah, yang memungkinkan otot atlet untuk menyerap dan membakar lemak sebagai bahan bakar. Sehingga ada simpanan karbohidrat yang bisa dimanfaatkan saat atlet berlomba atau berlatih.

Kurangi Resiko Diabetes Tipe 2

Menurut studi The American Chemical Society, mereka yang mimum empat cangkir kopi atau lebih per hari mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe 2 hingga 50 persen. Dengan setiap tambahan satu cangkir, resikonya berkurang 7 persen.

Otak Sehat Lebih Lama

Peneliti dari universitas di South Florida dan Miami menemukan, bahwa mereka yang berusia lebih dari 65 tahun dan memiliki kadar kafein tinggi pada darahnya akan lebih lambat terkena Alzheimer dua hingga empat tahun dibanding yang hanya memiliki kadar kafein rendah. Dr. Chuanhai Cao yakin konsumsi kopi dalam jumlah banyak bisa mengurangi resiko terkiena Alzheimer atau setidaknya memperlambatnya.

Jadi Lebih Cerdas

CNN melaporkan kopi memungkinkan otak bekerja secara lebih efisien dan pintar. Reporter TIME Michael Lemonick mengatakan, "Jika Anda kurang tidur dan minum kopi, semua yang Anda lakukan akan menjadi lebih baik. Reaksi, kewaspadaan, perhatian, bersikap rasional - kebanyakan fungsi kompleks yang terkait dengan kecerdasan."