1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Setiap Detik Seorang Korban Kelaparan Meninggal Dunia

12 Oktober 2010

925 juta orang di seluruh dunia menderita kelaparan. Ini sekitar 16 persen dari seluruh warga dunia. Data mengerikan ini adalah tema utama pertemuan perwakilan pemerintahan, masyarakat sipil dan PBB di Roma pekan ini.

https://p.dw.com/p/PcVE
Foto: dpa

KTT Pangan Dunia akan mencari jalan keluar untuk memperbaiki suplai bahan pangan dan meredam perubahan harga pangan yang tidak stabil. Walau pun menurut PBB dan organisasi bantuan pangan dunia Welthungerhilfe, jumlah warga yang menderita kelaparan sedikit berkurang, situasinya tetap serius.

Senin (11/10), Welthungerhilfe menampilkan indeks kelaparan dunia tahun 2010 di Berlin. 2,2 juta anak-anak meninggal setiap tahunnya karena malnutrisi dan kelaparan. Ini berarti setiap enam detik, satu anak meninggal dunia. Bärbel Dieckmann, pimpinan Welthungerhilfe, mengatakan, "Semakin banyak proyek yang saya kunjungi, saya semakin merasa frustasi. Kunjungan proyek di satu sisi selalu menunjukkan hal yang positif. Tetapi di lain pihak, jika masalah bisa diatasi sedemikian mudah, mengapa kita tidak bisa melakukan lebih banyak lagi?"

29 negara kekurangan bahan pangan, terutama Republik Demokratik Kongo, Burundi, Eritrea dan Chad. Sebab utama bahaya kelaparan di negara-negara ini, menurut para pakar, adalah konflik, buruknya kepemimpinan pemerintahan dan tingginya rasio penderita Aids. Negara-negara di Asia Selatan juga memiliki masalah yang sama, termasuk India. Padahal India sebenarnya adalah negara yang pembangunan ekonominya tumbuh secara pesat. Akan tetapi di India, kesenjangan antara kaya dan miskin begitu besarnya, sehingga banyak warganya yang kelaparan. Menurut indeks angka yang dikeluarkan Welthungerhilfe, India berada dalam situasi yang sama dengan negara-negara seperti Bangladesh, Rwanda atau Zimbabwe.

Menurut indeks kelaparan dunia Welthungerhilfe, negara-negara yang mengalami kemajuan terbesar adalah Malaysia, Kuwait, Turki dan Meksiko. Beberapa negara lain yang juga berhasil mengurang angka indeks mereka hingga 13 poin atau lebih adalah Angola, Ethiopia, Ghana, Mozambik, Nikaragua dan Vietnam. Organisasi bantuan seperti Welthungerhilfe mengatakan, tujuan PBB untuk mengurangi setengah dari warga dunia yang menderita kelaparan akan sulit untuk dicapai. "Investasi diperlukan, uang diperlukan. Tetapi kemauan pemerintah di masing-masing negara untuk memperbaiki situasi tersebut juga penting," papar Bärbel Dieckmann.

Sementara Welthungerhilfe menuntut investasi lebih banyak dalam pembangunan bidang pertanian dan pendidikan, organisasi bantuan dan pembangunan Oxfam menjadikan pembelian tanah yang dilakukan para investor sebagai tema yang akan dibahas dalam KTT Pangan Dunia di Roma, Italia. Menurut Oxfam, dalam dua tahun terakhir, 45 juta hektar tanah di negara-negara miskin telah dibeli investor asing. KTT Pangan Dunia ini akan berlangsung hingga hari Sabtu (16/10).

Benjamin Hammer/Vidi Legowo-Zipperer

Editor: Ziphora Robina