1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Snowden: Jerman 'Contoh Utama' Kerja Sama Intelijen AS

Fabian von der Mark
18 September 2019

Dalam bukunya, Edward Snowden menjelaskan bagaimana Badan Keamanan Nasional AS mengumpulkan sejumlah besar data di seluruh dunia. Pemerintah asing sering memfasilitasi pengumpulan data ini, tidak terkecuali Jerman.

https://p.dw.com/p/3Piyr
Edward Snowden
Foto: picture-alliance/MAXPPP/Kyodo

Usia Snowden baru menginjak pertengahan 20-an ketika bergabung dengan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) tahun 2009. Dalam bukunya yang berjudul Permanent Record, Edward Snowden menggambarkan bekerja di "agensi sinyal utama di AS" adalah "pekerjaan impian." Dia juga menulis tentang bagaimana dia menemukan STELLARWIND, yang ia sebut sebagai "rahasia terdalam NSA."

Program STELLARWIND diluncurkan setelah serangan teroris 11 September. Snowden mengatakan bahwa, bertentangan dengan yang dikatakan pihak berwenang, program ini tidak pernah berakhir.

Program ini malah kemudian menjadi instrumen pengawasan massa dan beralih fungsi dari "teknologi untuk mempertahankan Amerika menjadi teknologi untuk mengendalikan negara dengan cara mendefinisikan kembali warganya."

Mirip dengan gaya Nazi Jerman

Pengumpulan data secara menyeluruh oleh NSA mengingatkan Snowden muda pada rezim Nazi Jerman dan Uni Soviet.

Ketika Snowden menggali lebih dalam lagi, dia menemukan lebih banyak rahasia, seperti PRISM, sebuah program yang digunakan NSA untuk memantau komunikasi di seluruh dunia.

Snowden mengatakan dia akhirnya merasa bahwa jika generasinya tidak melakukan intervensi, keadaan akan semakin parah. Dia memilih untuk menjadi pengungkap fakta dan menceritakan apa yang dilakukan NSA kepada wartawan.

Tahun 2013 Snowden mengidentifikasi sebuah pola: "Negara-negara yang warganya paling menentang spionase massal oleh Amerika adalah negara yang pemerintahnya paling banyak bekerja sama dengan AS." Dia mengutip Jerman sebagai "contoh utama ketidaksinkronan ini."

Bahkan justru karena pernyataan Snowden inilah, warga Jerman menemukan badan intelijen asing negara mereka, yaitu BND, justru mendukung pengawasan oleh NSA.

Kanselir Jerman Angela Merkel pun tidak luput dari pengawasan, ponselnya juga disadap. Pada tahun 2013, Merkel menanggapi hal ini dengan mengatakan: "Memata-matai teman — itu tidak pantas."

Pengungkapan Snowden ini memicu investigasi oleh parlemen di Jerman tahun 2014.

Buchcover Edward Snowden, Permanent Record
Snowden mengatakan Jerman sebagai contoh utama pengawasan NSA.

Pukulan Snowden dinilai 'tepat sasaran'

Patrick Sensburg, profesor hukum dan anggota parlemen Bundestag dari Partai Konservatif Angela Merkel, CDU, menjadi ketua komite investigasi ini.

Sensburg pada Selasa (17/09) mengatakan bahwa Snowden "membuat banyak gerakan" di Jerman dan bahwa warganya sekarang lebih hati-hati dalam hal penanganan data. 

Menurut Sensburg, materi Snowden memang "tidak terlalu dalam," tetapi selama dilakukan investigasi, beberapa hal telah terungkap dan legalitasnya "tidak pasti."

Intelijen Jerman juga "menyadap" data dari warga tanpa izin. Pukulan Snowden, kata Sensburg, "tepat sasaran."

Segera setelah pengakuan Snowden, Bundestag menyetujui reformasi legislatif BND secara komprehensif pada tahun 2016.

Sensburg mempertimbangkan motif Snowden. Dia percaya bahwa Snowden bertindak karena "alasan patriotik," berangkat dari keyakinan bahwa "dia harus melakukannya untuk negaranya."

Itu juga lah kesan yang dibuat Snowden dalam memoarnya bertajuk Constitution Day yang diterbitkan pada 17 September. Dia percaya intelijen AS melanggar Bill of Rights: "Mereka telah meretas konstitusi." Dan dia ingin publik mengetahui hal itu.

Yang tidak dapat dipahami Sensburg adalah mengapa Snowden merasa bahwa satu-satunya pilihan yang dapat dilakukan adalah dengan menjadi pengungkap dan pelapor pelanggaran atau whistleblower. Mengapa Snowden percaya bahwa satu-satunya cara untuk dapat membantu negaranya adalah dengan "go public." 

Snowden menulis bahwa pengaduan melalui saluran resmi bukanlah pilihan baginya karena kesalahan dalam lembaga seperti NSA telah "begitu struktural sehingga masalah ini bukan lagi bagian dari inisiatif tertentu, tetapi dari sebuah ideologi - saluran (pelaporan) yang tepat hanya menjadi perangkap untuk menjerat para pembangkang dan orang-orang tidak disukai."

Snowden juga menulis "atasannya tidak hanya mengetahui apa yang dilakukan agensi, mereka juga secara aktif mengarahkannya - mereka juga terlibat."

Menjadi whistleblower di Jerman

Sensburg mengatakan bahwa pengungkapan dokumen yang sangat rahasia kepada publik, seperti yang dilakukan Snowden, adalah termasuk tindakan kriminal di Jerman. Namun ia mengakui bahwa kasus NSA telah membuka jalan untuk mengatasi malapraktik dalam komunitas intelijen Jerman.

CDU-Politiker Patrick Sensburg  mit seinem Buch
Patrick Sensburg juga menulis buku tentang skandal pengawasan publik oleh NSA.Foto: DW/F. von der Mark

Para pegawai intelijen kini dapat langsung menghubungi Panel Pengawasan Parlemen, yang bertanggung jawab untuk mengawasi pekerjaan badan intelijen di tingkat nasional. Pendekatan ini kemungkinan sudah terjadi.

Lebih lanjut, dampak Snowden di Eropa tidak hanya terbatas pada dinas rahasia: Uni Eropa sejak saat itu menetapkan peraturan bahwa perusahaan-perusahaan besar harus menyediakan pusat kontak untuk para pelapor pelanggaran.

Selain itu, tahun ini Jerman juga mengesahkan undang-undang yang bertujuan melindungi orang-orang yang berani tampil ke publik dengan mengungkapkan informasi rahasia yang kemungkinan bisa terkait dengan "kepentingan publik."

Sensburg secara umum menganjurkan strategi alternatif alih-alih mengungkapkan informasi sensitif secara terbuka. Namun ia juga menerima strategi pelaporan pelanggaran atau whistleblowing sebagai upaya terakhir.

Di buku Permanent Record, Snowden menuduh pemerintah Eropa tidak mendukungnya. Dia mengajukan permohonan suaka politik kepada 27 negara, termasuk Jerman: "Tidak ada satu pun dari mereka yang mau melawan tekanan Amerika," tulisnya.

Sang Pelapor pelanggaran ini kemungkinan akan tetap berada di Rusia untuk sementara waktu. Meskipun — menurut bukunya — Moskow hanya akan menjadi tempat peristirahatan sebelum menuju Ekuador. Itu ditulisnya tahun 2013.

Ed: ae/ts