1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Soal Libya NATO Siap Hadapi Semua Kemungkinan

3 Maret 2011

NATO tak berniat campur tangan di Libya, tapi siap menghadapi segala kemungkinan. Namun sejumlah negara kuatir, misi NATO di Libya justru menghasilkan dampak yang bertolak belakang dari yang diharapkan.

https://p.dw.com/p/10SuP
Sekjen NATO Anders Fogh RasmussenFoto: dapd

Ke-28 negara anggota NATO sangat prihatin atas kekerasan yang terus berlangsung di Libya. Aliansi pertahanan Atlantik Utara tak punya maksud campur tangan, namun menyiapkan rencana guna menghadapi segala kemungkinan, kata Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen, hari Kamis (03/03).

Dalam konferensi pers di Brussel, Belgia, Rasmussen mengatakan, para pejabat NATO mencatat permintaan dari oposisi Libya pada negara-negara asing untuk melancarkan serangan udara terhadap tentara yang setia pada Gaddafi.

Beberapa hari lalu, Rasmussen berkali-kali menegaskan bahwa NATO tidak merencanakan serangan militer apapun di Libya. Dan sampai saat ini tak ada permintaan ataupun mandat yang dibutuhkan untuk itu dari Dewan Keamanan PBB.

Amerika Serikat tidak berminat dilibatkan dalam misi pertempuran. Terlalu banyak yang dipertaruhkan, kata Menteri Luar Negeri Hilary Clinton. Bagaimana dengan serangan udara? Menteri Pertahanan Robert Gates membahasnya di depan Kongres, "Sebuah zona larangan terbang dimulai dengan serangan terhadap Libya untuk menghancurkan pertahanan udaranya. Begitu cara untuk menerapkan zona larangan terbang. Setelah itu Anda bisa menerbangkan pesawat di penjuru negeri, tanpa takut ditembak jatuh."

Sementara itu, Gadddafi mengancam, intervensi asing dapat menyebabkan 'Vietnam berikutnya'. Ribuan rakyat Libya akan tewas.

Perintah penahanan terhadap Gaddafi akan dikeluarkan sesegera mungkin, tandas jaksa di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda. Ketua jaksa penuntut Luis Moreno-Ocampo mengatakan hari Kamis (03/03), kecepatan bertindak sangat penting, karena kejahatan sangat serius masih terus berlangsung.

Para pemimpin yang melakukan kejahatan kemanusiaan harus tahu bahwa mereka tak bisa melenggang tanpa dihukum, kata Moreno-Ocampo. Penyelidikan terhadap 10 sampai 15 pemimpin Libya akan dibuka resmi, Kamis ini, di Den Haag. Ia mengatakan, antara 600 sampai beberapa ribu orang mungkin tewas terbunuh dalam kekerasan di Libya.

Di kota al-Burayqa, para pemrotes menahan anggota pasukan Muammar Gaddafi yang mencoba merebut kembali kekuasan di kota kawasan timur Libya itu. Tidak diketahui berapa banyak orang yang ditahan di kota di mana pertempuran antara pasukan Gaddafi dan pemerontak berlanjut hingga dua hari. Gaddafi menggunakan serangan udara dalam upaya mengambil alih al-Burayqa.

Pesawat militer Libya juga membom kota pangkalan minyak Brega, sehari setelah pasukan yang setia pada Gaddafi melancarkan serangan di darat dan udara terhadap kota yang dikuasai pemberontak itu.

Sementara pertempuran semakin intensif, Presiden Venezuela Hugo Chavez dan pemimpin Libya Gaddafi mendiskusikan rencana bagi misi penjaga perdamaian internasional untuk menengahi krisis di Libya. Chavez dibanjiri kecaman internasional atas sikapnya yang mendukung Gaddafi. Al Jazeera melaporkan, rencana itu akan melibatkan komisi dari Amerika Latin, Eropa dan Timur Tengah, guna mencapai negosiasi antara pemberontak dan pemimpin Libya.

Renata Permadi/afp,dpa,rtr

Editor : Hendra Pasuhuk