Suku Raika Peternak Unta India Yang Terdesak Modernisasi

Tonton video 07:35
Live
07:35 menit
05.02.2019

Suku Raika Peternak Unta dari Rajasthan India

Sejak ratusan tahun suku Raika di Rajasthan, India beternak unta. Namun modernisasi mendesak tradisi itu. Kaum muda Raika memilih bekerja di kota.. Kini peternak berjuang dengan produk alternatif dari susu unta.

Sejak ratusan tahun lalu, mereka berkelana di Rajasthan. Suku Raika dan unta-unta mereka. Dewa Shiva sendirilah yang menciptakan orang-orang Raika pertama. Hanya untuk menjaga unta. Begitulah kisah dari mitologi kuno India. Tapi jaman sudah berubah. Kini, hidup dari dan bersama unta kian lama kian sulit.

Sudah lama kendaraan bermotor menggantikan hewan pengangkut yang kerap dijuluki "kapal gurun pasir". Akibatnya harga pasaran unta merosot. Dalam tiga dasawarsa terakhir, jumlah unta di Rajasthan. menurun drastis.

Kawanan unta milik Bhanwarlal Raika juga menyusut. Unta milik ayahnya berjumlah dua kali lipat dari milik dia "Tradisi kami diwariskan dari generasi ke generasi. Kami merasa sangat terikat pada tradisi. Tapi bagaimana kami harus mempertahankannya, jika pendapatan tidak ada, dan orang muda harus pindah ke kota agar punya mata pencaharian? Anak-anak saya bersekolah. Setiap bulan biayanya besar. Kalau kami tidak mendapat nafkah dari unta, bagaimana cara kami hidup?", tanya peternak Bhanwarlal Raika.

Unta penting untuk keseimbangan ekologi

Jawabannya: membuka sumber pendapatan baru. Untuk itu ia dibantu organisasi Lokhit Pashu-Palak Sansthan atau LPPS, yang didirikan Ilse Köhler-Rollefson dan Hanwant Singh Rathore. Mereka ingin menjaga kelangsungan peternakan unta yang berpindah. Banyak orang tidak tahu: Peternakan unta juga baik bagi perlindungan lingkungan.

Tema

Dr. Ilse Köhler-Rollefson, pendiri LSM Lokhit Pashu-Palak Sansthan, LPPS memaparkan : "Pengembalaan unta penting bagi kelestarian pohon dalam kaitan dengan banyak hal. Banyak pohon hanya bisa memproduksi benih, jika sebelumnya biji dicerna oleh hewan pemamah biak. Semuanya saling tergantung: manusia, unta, biotop di sini, dan kemungkinan untuk memproduksi makanan."

Unta adalah hewan satu-satunya yang memakan buah pohon Echinops India. Tumbuhan dengan bunga berduri ini mempersulit pekerjaan petani. Tanpa unta, bunganya akan semakin banyak yang mekar.

Unta hanya mencabut beberapa daun dan cabang dari pepohonan, , kemudian beralih ke tempat lain. Dengan cara itu unta mendorong perkembangan pohon.

Lahan penggembalaan menciut

Unta berjalan 10 kilometer setiap harinya. Hewan ini perlu padang rumput yang luas. Tapi luas padang rumput makin menciut. Kondisi itu membuat pekerjaan peternak unta pengembara makin sulit. Dampaknya bisa dilihat di desa ini. Hanwant Singh Rathore kenal para penggembala sejak 30 tahun lalu. Dulu Anji-ki-dhani kawasan yang makmur. Penduduknya punya sekitar 3.000 ekor unta.

Tradisi Adu Unta di Turki

Pawai di Jalan

Sehari menjelang pertarungan tradisional di kota Selcuk di bagian barat Turki, sudah ada lomba "kecantikan" di depan komisi pemilih. Untuk itu unta diberi baju warna-warni dan digantungi lonceng-lonceng kecil. Unta-unta kemudian berpawai sepanjang jalan, dengan diiringi suling serta tambur.

Tradisi Adu Unta di Turki

Disayang Pemilik

Pemilik unta mempersiapkan hewan miliknya dengan baik dan penuh pengabdian selama berminggu-minggu. Festival adu unta diharapkan bisa meneruskan tradisi antara bangsa nomad dari jaman dahulu kala dengan hewan-hewan mereka.

Tradisi Adu Unta di Turki

Tradisi Bangsa Nomad

Tradisi ini sudah ada sejak jaman bangsa-bangsa nomad dan pedagang keliling. Demikian cerita seorang pemilik unta. Katanya, adu unta adalah kesibukan waktu senggang yang disukai bangsa nomad.

Tradisi Adu Unta di Turki

Unta Lawan Unta

Pertarungannya sendiri sangat serius. Unta-unta saling tabrak, tendang dan adu kuat. Untuk mencegah gigitan mematikan, para pemilik unta harus memisahkan mereka. Unta jenis "Tülü" adalah campuran antara unta Arab dan Asia. Mereka dianggap sebagai perpaduan yang bagus dan berharga tinggi.

Tradisi Adu Unta di Turki

Yang Menang dan Kalah

Unta yang menang adalah yang pertama kali berhasil mendorong lawannya keluar arena, memaksanya berteriak atau menyebabkannya jatuh.

Tradisi Adu Unta di Turki

Arena Terbuka

Di era modern, adu unta biasanya diadakan di lapangan sepak bola, amfiteater atau di arena lain. Di kota Selcuk, pawai dan adu unta dihadiri 20.000 orang tiap tahunnya, dan sekitar 120 unta ikut serta.

Tradisi Adu Unta di Turki

Nonton Sambil Piknik

Sejak dini hari, para penonton sudah hadir dengan membawa kursi, dan berebut tempat terbaik di arena. Kemudian para pedagang akan membuka kios-kios yang menjual makanan dan minuman. Orang juga bisa membawa barbekyu sendiri.

Tradisi Adu Unta di Turki

Dengan Sorak-Sorai

Dengan air liur di sekitar mulut, para unta janta menunjukkan kesiapan mereka untuk menyerang. Sejumlah unta Tülü Turki kini sudah kenal pertarungan dengan baik. Antara November dan Maret, bersama pemiliknya mereka mengikuti satu demi satu festival adu unta di berbagai tempat. Penulis: Nina Niebergall (ml/vlz)

Sekarang sudah banyak yang beralih memelihara kerbau. Hewan itu mendatangkan lebih banyak uang."Masa depan unta suram. Generasi muda tidak mau memelihara unta lagi. Bisa jadi, dalam lima tahun di sini tidak ada lagi unta. Baik di jalanan, maupun di manapun. Tidak ada lagi yang mau.", ujar Hanwant Singh Rathore, yang salah satu pendiri LSM Lokhit Pashu-Palak Sansthan, LPPS

Jika unta menghilang, maka kebudayaan suku Raika terancam. Termasuk pengetahuan mereka mengenai pemeliharaan ternak. Setahun sekali, unta-unta jantan dijual di beberapa pasar besar. Selama ratusan tahun itu jadi sumber pendapatan paling penting suku Raika.

Sumber pendapatan baru

Unta betina dipelihara suku Raika untuk dikembangbiakkan. Sebagian susunya diambil, sebagian lainnya untuk anak unta. Susu unta adalah bahan pangan berharga bagi para peternak dan keluarganya. Dalam tradisi Raika ada pepatah: "Menjual susu unta ibaratnya seperti menjual anak sendiri". Tapi jaman sudah berubah.

Tapi kini Bhanwarlal Raika melanggar hal yang dulu dianggap tabu. Tiap pagi ia membawa susu unta ke sebuah perusahaan susu, yang didirikan organisasi Lokhit Pashu-Palak Sansthan atau LPPS tiga tahun lalu.

Peternak unta Bhanwarlal Raika memaparkan kisahnya:"Saya sudah hampir putus asa. Unta-unta sudah saya jual. Tapi organisasi LPPS kemudian mulai menjual susu unta. Saya lalu membeli lagi unta yang sudah saya jual. Dari susu unta, keluarga kami bisa hidup layak. Tapi jika nanti LPPS tidak menjual susu unta lagi, saya harus menjual unta dan berhenti jadi peternak."

Dalam tahun terakhir, ia bahkan menambah jumlah untanya untuk melipatgandakan produksi susu. Perusahaan susu juga jadi peluang bagus bagi Tolaram Raika. Ketika remaja, ia dikirim ke kota untuk mencari nafkah bagi keluarga. Selama 15 tahun ia bekerja di restoran, hotel dan kedai teh.

Pekerja start-up Camel CharismaTolaram Raika mengatakan:"Di kota saya harus bekerja lebih panjang. Dan dibayar lebih sedikit daripada di sini. Sejak dua bulan lalu saya bekerja di perusahaan susu. Saya tahu semua urusan pengolahan susu.  Saya harap, perusahaan susu selalu berjalan baik.

Susu unta mengandung banyak unsur yang baik bagi tubuh. Karena unta memakan 36 tumbuhan, yang juga digunakan dalam dunia kedokteran. Itu membuat susu unta istimewa. Susu dijual sebagai produk alamiah berkualitas tinggi.

Masih banyak kendala pemasaran

Tapi volume yang terjual belum cukup banyak. Perlu lebih banyak pelanggan. Hingga sekarang, kapasitas pengolahan susu hanya terpakai sepertiganya.

Pendiri LSM Lokhit Pashu-Palak Sansthan-LPPS, Dr. Ilse Köhler-Rollefson menutirkan kendalanya: "Saat ini kami disuplai enam keluarga. Tapi minat sangat besar. Tiap hari kami mendapat telefon dari banyak orang Raika: Kapan kalian akan membeli susu kami? Ada desakan besar. Kami juga tahu, warga Raika yang mendapat penghasilan dari penjualan susu akan mempertahankan unta mereka."

Dari susu yang berlebihan dibuat sabun. Ini mudah dijual. Langkah kecil, yang bisa jadi sumber pendapat stabil bagi suku Raika.

Dengan kerja keras dan kreativitas mereka juga mengembangkan produk-produk baru. Misalnya dari benang wol. Mereka bahkan membuat kertas dari kotoran unta. Yang belum ada adalah akses ke kelompok pembeli yang terus berkembang.

Kadang turis datang untuk mencoba susu unta. Ini cara baik untuk mengiklankan cara warga Raika beternak unta, yang dekat dengan alam.  

"Pada tingkat global, yaitu di Badan Pangan Dunia, sekarang juga ada pengakuan pentingnya sistim beternak yang dijalankan suku pengembara. Jadi, segalanya berjalan ke arah yang benar. Pertanyaannya hanya, apakah kita berjalan cukup cepat", tambah Dr. Ilse Köhler-Rollefson

Untuk melestarikan peternakan unta, pemeliharaanya harus  menguntungkan. Supaya peternakan unta kembali menarik bagi kalangan muda. Tiga puluh tahun lalu di Rajasthan ada sejuta ekor unta. Sekarang hanya ada seperlimanya. Hampir semua peternak sudah lanjut usia. Banyak dari mereka dalam waktu dekat tidak mampu lagi memelihara kawanan unta miliknya.

(DW Inovator)

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Kuat dalam kondisi ekstrim

Unta memiliki kemampuan khusus dalam mengatasi sulitnya kondisi padang pasir dan perubahan suhu yang ekstrim, terutama pada musim panas dimana air dan pakan ternak berkurang. Makhluk ini dalam evolusinya beradaptasi untuk kondisi ekstrim itu.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Kapal padang pasir

Berabad lamanya negara-negara Arab mengandalkan unta, terutama sebagai sarana transportasi. Hewan domestik ini dijuluki "kapal padang pasir" Unta amat berharga dan memiliki status khusus di antara orang-orang di kawasan Timur Tengah.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Mengandalkan minyak bumi?

Cadangan minyak berlimpah menghasilkan pemasukan miliaran dolar dalam beberapa dekade terakhir mengubah situasi di Teluk Persia. Dalam beberapa tahun terakhir Uni Emirat Arab dikenal sebagai simbol kemakmuran. Berkat ekspor minyak, di kawasan ini muncul banyak syekh kaya gedung pencakar langit super megah.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Minyak makin langka

Namun "cadangan minyak ada batasnya" Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar kekayaan yang berasal dari pendapatan minyak diinvestasikan di berbagai sektor. Salah satu proyeknya berada di Umm Nahad yang dapat ditempuh setengah jam dengan naik mobil dari Dubai. Pintu masuknya tertulis: "Industri susu unta dan produk susu Uni Emirat Arab".

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Beternak unta

Di peternakan yang beroperasi sejak tahun 2006 ini dibudiyakan ribuan unta. Peternakan merupakanb kawasan tertutup yang dipagari. Lebih 4.200 unta berkeliaran di padang pengangonan seluas 210 lapangan sepak bola.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Hidup beregerombol

Unta adalah hewan yang hidup dalam"kawanan". Satu kawanan biasanya terdiri maksimal 25 unta yang hidup bersama-sama.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Makan wortel

Ternak unta terutama diberi pakan jerami. Tapi hewan ini juga diberi makan suplemen berupa wortel organik.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Hewan amat peka

Unta tergolong makhluk sensitif dan keras kepala. Induk baru bisa diperah susunya, hanya jika sudah menyusui anaknya sebelumnya, dan selama proses pemerahan, si kecil juga harus ada dekat induknya.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Produksi 7 liter per hari

Produktifitas susu unta relatif rendah. Di peternakan, hanya bisa diperah tujuh liter susu per hari dari seekor unta. Sebagai perbandingan dengan sapi di Eropa: produktifitasnya antara 25 hingga 40 liter susu per hari per sapi.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Diperah dua kali sehari

Susu unta diperah dua kali sehari. Unta merupakan hewan yang harus bergerak.Jika tidak sedang diperah, mereka dibiarkan berkeliaran. Peternakan unta harus menyediakan lahan yang cukup luas dan memungkinkan mereka bergerak bebas.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Bergizi tinggi

Susu unta memiliki 50% lebih sedikit lemak dibandingkan susu sapi. Namun susu unta memiliki tiga sampai lima kali lebih banyak vitamin C dibanding susu sapi. Dari susu unta, bisa diperoleh kalsium dan vitamin B yang memadai. Susu unta mampu menyediakan sejumlah besar protein dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Lebih tahan lama

Enam ribuan liter susu unta dipasteurisasi di peternakan ini setiap hari. Menariknya, bahan berharga ini diolah tanpa perlu menggunakan perangkat modern. Kualitas susunya bisa tahan selama 12 hari pada suhu 4 derajat C, dan pada suhu kamar selama 48 jam, atau bahkan bisa lebih. Sementara susu sapi, pada suhu kamar yang normal dalam waktu 12 jam sudah menjadi masam.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Dijual langsung, sisanya jadi susu bubuk

Dua pertiga dari susu unta yang diproduksi di peternakan ini dijual langsung, sisanya dijadikan susuk bubuk.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Coklat pertama dari susu unta

Sejak tahun 2008, cokelat susu unta pertama di dunia diproduksi dari bahan dasar susu bubuk dan produksinya kini sudah mencapai 100 ton per tahun. Karena teknologinya kurang memadai, meski susunya dari Emirat, coklatnya tidak diproduksi di Dubai, melainkan di Austria. Di Austria, ‘emas putih’ diolah jadi penganan manis.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Satu coklat dari bahan berbagai negara

Susu untanya dari Dubai, kakaonya dari Pantai Gading, sementara vanilinya dari Madagaskar. Semua diolah dengan teknologi Austria. Coklat dipak dan dikirim kembalik ke Dubai, lalu diekspor ke berbagai belahan dunia. Satu kemasan 70 gram cokelat dibanderol seharga 6 Euro.

Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai

Coklat kemitraan

Coklat halal "Al Nassma" : 51 persen sahamnya dimiliki oleh Uni Emirat Arab dan 49 persen untuk perusahaan Austria.