1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

G20 Gipfel Abschluss

28 Juni 2010

Kesepakatan yang mengejutkan serta anggapan gagalnya pertemuan ini, mewarnai ditutupnya KKTT G20 di Toronto, Kanada.

https://p.dw.com/p/O52l

Dana satu miliar Dollar cukup untuk menyediakan akses pada air minum bersih bagi 50 juta orang, atau mencegah kematian 800.000 balita. Tapi dana tersebut juga dapat digunakan untuk membiayai suatu pertemuan puncak raksasa. Seperti yang terjadi akhir pekan lalu di Kanada, di mana kepala negara dan pemerintahan delapan negara industri besar dan kemudian 20 negara industri dan ambang industri penting menggelar pertemuan. Tapi dibandingkan dengan hasilnya, maka dana yang dikucurkan sebenarnya tak sebanding.

Tentu juga ada sisi lainnya. Kalau dibandingkan dengan dana miliaran yang dikucurkan untuk menyelamatkan sejumlah bank besar dan bahkan negara, satu miliar Dollar memang tak ada artinya. Tidak ada yang meragukan, pasar keuangan global membutuhkan arsitektur baru. Tapi, apakah politik mampu merombak tatanan yang ada, itu sangat tergantung detilnya. Lobi pasar keuangan mengirim seluruh kekuatannya untuk mencegah diberlakukannya regulasi tertalu ketat.

Memang, tidak ada gunanya mencekik bank-bank sehingga mereka tak lagi dapat bernafas. Suatu ekonomi tak dapat berfungsi tanpa aliran uang. Tapi, lembaga keuangan seharusnya kembali pada fungsi awalnya, yaitu sarana pendukung ekonomi. Bukan sebagai spekulan yang tidak lagi mengenal batas-batasnya. Dan seharusnya, lembaga keuangan juga bisa bangkrut tanpa menggoyahkan seluruh sistem pasar keuangan. Sebuah cetak biru arsitektur keuangan sedang dibahas.

Dengan bangga, Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperkenalkan gagasannya di Toronto. Dan pekan ini, Kongres AS akan mensahkan undang-undang tersebut. Warga Eropa tampak terkesan - dan sekarang giliran mereka untuk mengupayakan disepakatinya rancangan serupa di kawasan Eropa.

Menjelang pertemuan, muncul berbagai perdebatan antara Amerika Serikat dan Jerman. Program perangsang ekonomi berhadapan dengan kebijakan penghematan. Pada akhirnya, yang menang adalah akal sehat. Formula yang ambisius: pertumbuhan ekonomi berkat penghematan yang cerdik. Perdebatan seperti ini penting, karena setelah krisis, dunia kembali berada di titik nol terkait urusan politik ekonomi. Tidak ada yang memiliki solusi optimal, karena situasinya berbeda-beda di tiap negara. Karena itu, tidak ada pemenang dan pecundang dalam diskusi ini. Dan ini sebenarnya kejutan yang muncul di Toronto.

Krisis keuangan menggeser tema penting dari agenda. Seperti misalnya perlindungan iklim atau pengentasan kemiskinan dan kelaparan di dunia. Negara kaya dunia mengakui mereka juga tidak dapat memenuhi janji-janjinya pada negara miskin. Mungkin karena itu janji baru yang diucapkan seperti misalnya upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak lebih serderhana cakupannya. Memang kelihataynya agak menyedihkan jika kita melihat seberapa banyak uang yang dihambur-hamburkan negara kaya untuk mempertahankan banknya. Ini adalah hasil KTT Toronto yang mengecewakan.

Terlepas dari semua itu, kelompok G20 perlu untuk menemukan jalan tengah. Krisis yang menyatukan ke-20 negara industri dan ambang industri pasti akan berakhir. Reformasi pasar keuangan dapat memecah persatuan kelompok G20. Berbeda dengan G8, norma dan nilai yang dianut G20 tak seragam. Karena itu, kebijakan Cina yang sebelum pertemuan sudah berjanji akan memperlonggar kebijakan fiskalnya dan selama KTT mendukung pembangunan yang berkelanjutan memberikan isyarat yang positif.

Tapi karena banyak sekali keputusan penting mengenai tatanan baru dunia keuangan diundur sampai KTT di Korea Selatan, ujian terberat bagi G20 masih belum mereka hadapi. Karena krisis yang besar masih belum terlewatkan. Di Seoul baru akan terlihat, apakah Toronto bisa dikatakan pertemuan puncak yang sukses.

Deutsche Welle Wirtschaft Henrik Böhme
Henrik BöhmeFoto: DW

Henrik Böhme/Ziphora Robina
Editor: Yuniman Farid