1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Teknik Baru Lacak Pelaku Kriminal

as/ap(inovator)4 Mei 2016

Setiap kejahatan pasti meninggalkan jejak. Terlihat atau tak kasat mata. Masalahnya, bagaimana melacak jejak untuk bisa menangkap pelaku? Pakar kriminologi Jerman kembangkan teknik baru untuk kejar pelaku kriminal.

https://p.dw.com/p/1IhZd
Symbolbild Mann mit Messer
Foto: gebphotography - Fotolia.com

Teknik Baru Lacak Pelaku Kriminal

Sidik jari yang tertinggal di tempat kejadian perkara bisa terlihat berkat serbuk magnet.Cara lama yang masih ampuh untuk membuktikan tindak kejahatan.
Dengan lembaran khusus, Uta Schleifer mengkopi sidik jari itu. Siap untuk pengecekan data. Pakar kriminal ini menerangkan, seringnya jejak tak terlihat yang mengarah pada penangkapan pelaku tindak kejahatan.
Misalnya pintu rumah yang didobrak paksa, akan memasok bukti penting. Alat kejahatan meninggalkan jejak mikroskopis pada rangka pintu.Bahan kimia khusus melindungi bukti penting bagi pelacakan pelaku kejahatan.
Uta Schleifer, Kommisari Polisi unit Kriminal menjelaskan : "Setiap obeng memiliki bentuk individual. Tergantung bagaimana perkakas digunakan sehari-hari. Parut yang terbentuk pada perkakas, di bawah mikroskop ibaratnya seperti kode garis yang unik."
Yang paling penting adalah di tempat kejadian perkara ini semua bukti harus diamankan. Setelah itu penyidikan akan dilanjutkan. Petugas polisi bagian kejahatan ini menjelaskan mengapa pekerjaannya menarik: "Ini pekerjaan teknik, dari yang tidak nampak, menemukan pelaku, yang tidak ada yang melihat dan mengenal. Menyenangkan karena pekerjaan membantu manusia."
Dari pembunuhan hingga tabrak lari
Lima kasus pencurian sehari, satu kasus pembunuhan dalam seminggu, itulah rata-rata kasus yang ditangani penyidik berpengalaman ini. Hari ini menyidik kecelakaan mobil. Pengamanan barang bukti hanya perlu 30 menit. Komisaris polisi bagian kriminal itu memainkan peranan menentukan, untuk menemukan pelaku tabrak lari.
"Lampu ini memancarkan spektrum cahaya, yang bisa membuat unsur yang tidak kasat mata berpendar dan jadi terlihat", ujar Uta Schleifer
Pada pintu mobil, penyidik polisi ini menemukan sisa serat tekstil. Dengan lembaran plastik berperekat, temuan penting itu diamankan. Serat tektil nantinya akan dibandingkan dengan bukti lain yang berhasil dikumpulkan.
Alat tes dari kapas mula-mula dibasahi air suling, dan dilakukan ujicoba cepat untuk mengidentifikasi jejak cairan misterius di kursi pengemudi. Apakah itu darah? Lembaran alat tes menunjukan warna kebiruan. Ini membuktikan bahwa di kursi pengemudi terdapat jejak darah.
Melacak jejak kode genetika
Dalam darah, rambut dan sel kulit terdapat kode genetika individual. Material yang ditemukan diarsip dengan bersih dan rapih. Barang bukti ini juga masih bisa berguna beberapa tahun ke depan, untuk melacak pelaku kejahatan.
Bahkan jika pelaku menggunakan sarung tanganpun, jejak kulit bisa jatuh dari wajah atau lengan. Pelaku bisa saja mencoba mencegah adanya jejak, tapi nyaris tidak ada yang berhasil melakukannya.
Artinya, setiap kejahatan pasti meninggalkan jejak. Mengamankan barang bukti, lebih dari sekedar mengambil jejak sidik jari. Semua data dari lokasi kejadian, akan dianalisa oleh pakar kejahatan lainnya, yang menerima semua hasil kerja yang dilakukan Uta Schleifer .