Terapi Kanker dengan Teknologi Laser

Selama ini penyakit kanker cuma bisa dilawan lewat terapi kimia yang juga menyisakan efek samping. Kini ilmuwan membuat terobosan baru dalam mengembangkan teknologi laser untuk membunuh sel kanker tanpa komplikasi.

Para ilmuwan berhasil mengkonsentrasikan setepat mungkin sinar laser yang berkekuatan seperti pancaran sinar matahari, hingga setajam ujung pensil. Sebuah pancaran sinar, yang akan merevolusi terapi kanker di masa depan. Professor Michael Baumann menjelaskan alasannya: "Saya tidak puas. Sekarang saya hanya bisa menawarkan ke sebagian pasien, terapi yang bisa mendatangkan kesembuhan. Saya tidak puas dengan keadaan ini, dan itulah yang mendorong penelitian."

Erika Wolf menderita kanker paru-paru dan mendapat terapi khas yaitu dengan sinar Röntgen. Itulah contoh kasus yang disebut Profesor Baumann. Tetapi apakah ia bisa menyembuhkan Erika Wolf dengan terapi baru? "Paru-paru saya sekarang ukurannya memang mengecil, tapi apakah saya sembuh? Mereka belum bisa bilang. Saya harus terus dalam pengawasan."

Masalahnya, pengobatan tumor ini juga merusak jaringan yang sehat. Sementara bahaya tetap ada, bahwa tidak semua sel kanker berhasil dimatikan. Diagnose penyakit jauh lebih maju daripada pengobatannya. Dengan proses pengambilan gambar yang paling modern, tumor bisa dilokalisasi. Bahkan metastase yang besarnya hanya beberapa milimeter berhasil dideteksi.

Prof. Abolmaali: "Kami mulai mengambil gambar dari bagian bawah ke bagian atas tubuh pasien, dan melihat adanya pemengkakan besar di paru-paru, yang menyerap gula. Bagi kami ini tanda jelas, kemungkinan ini sebuah tumor berbahaya. Jika kami melihatnya juga dengan CT, kami akan tambah yakin."

Jahe

Jahe sudah lama digunakan untuk mengobati flu sampai sakit perut. Jahe bisa digunakan dalam bentuk segar atau dikeringkan, atau juga bubuk. Menambahkan jahe pada makanan atau menikmati produk mengandung jahe, bisa menenangkan perut saat pengobatan dan terapi untuk melawan kanker, di samping menggunakan obat anti mual dari dokter.

Kunyit

Kunyit membuat warna kuning dan menyumbangkan aroma serta rasa istimewa pada makanan. Sejauh ini sudah ada riset yang membuktikan, kunyit bisa mencegah dan membantu perawatan beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker kulit. Tapi penelitian lebih menyeluruh masih harus dilakukan.

Cabe Merah

Cabe merah mengandung capsaicin, yang bisa membantu mengatasi nyeri. Jika capsaicin digunakan pada kulit, ia menyebabkan terbentuknya molekul kecil yang disebut "substance P". Jika digunakan teratur, molekul yang digunakan sel saraf untuk berkomunikasi ini bisa bertambah jumlahnya dan berefek mengurangi nyeri. Tapi untuk penggunaan secara tepat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter pakar kanker.

Bawang Putih

Bawang putih mengandung kadar belerang atau sulfur dalam jumlah besar juga sejumlah kandungan unsur lain yang baik bagi kesehatan. Menurut sejumlah riset, konsumsi bawang putih bisa kurangi risiko kanker pada usus, perut, pankreas dan payudara. Bawang putih bisa dorong pencegahan kanker dengan cegah infeksi, kurangi pembentukan zat yang menguntungkan sel kanker dan mendorong regenerasi sel.

Pepermin

Menurut catatan sejarah, khasiat pepermin sudah diketahui sejak ribuan tahun lalu. Tumbuhan ini terutama membantu mengatasi masalah pada pencernaan, keram pada perut dan diare. Jika pengobatan terhadap kanker atau terapi kanker menyebabkan gangguan pada perut, minum teh pepermin bisa membantu mengurangi gangguan itu. Foto: secangkir teh dengan daun pepermin (kanan).

Camomile

Khasiat camomile bagi kesehatan juga sudah lama diketahui. Camomile bisa menolong orang yang mengalami gangguan tidur, jika dimium menjelang tidur. Jika dikumur, camomile juga bisa mengobati luka atau gangguan lain pada mulut akibat kemoterapi dan terapi dengan radiasi. Walaupun kesuksesan bisa berbeda pada tiap pasien, mencoba dan mengkonsultasikan pada dokter tidak ada salahnya.

Rosemary

Rempah ini adalah bumbu khas makanan yang berasal dari negara-negara di kawasan Laut Tengah. Di Indonesia, ini bisa dibeli dalam bentuk bubuk atau dikeringkan. Rosemary bisa membantu tubuh mengeluaran racun, mengurangi rasa tak enak di lidah akibat obat kanker, mencerna makanan, dan mengatasi masalah pencernaan lain yang muncul selama pengobatan kanker, juga atasi hilangnya nafsu makan.

Peneliti kanker ingin bisa mengobati penyakit setepat seperti cara diagnosa tumor. Misalnya memerangi tomor dengan proton. Pancaran proton dikonsentrasikan untuk mengenai sel kanker saja sehingga melindungi jaringan di sekitarnya. Baumann: "Jika ditembakkan, proton energinya hanya kecil. Pancarannya masuk ke dalam tubuh, dan hanya merusak sedikit jaringan yang sehat. Kemudian energinya meningkat cepat."

Sayangnya, penyinaran dengan proton lebih rumit dan mahal. Cita-cita tim Profesor Baumann adalah menciptakan proses pengobatan yang bagus tapi murah. Solusinya: sinar laser. Baru saja, peneliti berhasil membuktikan di bawah mikroskop, bahwa sel juga bisa dihancurkan dengan sinar laser. "Itu benar-benar momen penting, karena di seluruh dunia kamilah grup pertama, yang berhasil mengadakan penyinaran sesuai dosis yang terkontrol. Dan kelompok kami menyatukan hasil berbagai eksperimen. Inilah yang disebut sebagai tonggak sejarah."

Sebuah kemajuan besar. Dengan cara ini, klinik-klinik tidak membutuhkan instalasi besar untuk menghancurkan tumor dengan proton. Sinar laser sudah cukup. Dengan semangat besar ilmuwan berupaya mengembangkan terapi kanker untuk masa depan. Apa yang sudah berhasil mereka capai harus dikembangkan lagi. Dengan upaya besar mereka mengoptimalkan sinar laser intensif yang ditembakkan dengan kecepatan tinggi, yang dihasilkan dengan optik khusus berkinerja tinggi.

Penelitian tampaknya masih di awang-awang. Tetapi yang jelas tim gabungan dari bidang fisik dan kedokteran terutama berusaha menemukan terapi sinar yang bisa dibayar semua pasien.

Mereka yang berkulit gelap dan bahkan dokter bisa tidak melihat gejala awal atau pertanda kanker kulit, yang seringnya muncul di bagian yang tidak diperhatikan. Seperti di bawah kuku, telapak kaki, sekitar mulut, kelopak mata atau alat genital. Akibatnya, mereka baru didiagnosa dengan kanker pada stadium lanjut, saat kanker sudah sulit untuk ditangani.

Banyak yang beranggapan, untuk mencegah kanker kulit, mereka yang ingin memiliki kulit lebih gelap haruslah ke Solarium dulu sebelum berjemur matahari. Kulit yang menjadi gelap karena sinar ultraviolet, baik dari matahari maupun 'tanning bed' sudah mengalami kerusakan yang bisa menimbulkan resiko kanker kulit.

Kesehatan | 18.11.2016

Para ilmuwan berhasil mengkonsentrasikan setepat mungkin sinar laser yang berkekuatan seperti pancaran sinar matahari, hingga setajam ujung pensil. Sebuah pancaran sinar, yang akan merevolusi terapi kanker di masa depan. Professor Michael Baumann menjelaskan alasannya: "Saya tidak puas. Sekarang saya hanya bisa menawarkan ke sebagian pasien, terapi yang bisa mendatangkan kesembuhan. Saya tidak puas dengan keadaan ini, dan itulah yang mendorong penelitian."

Erika Wolf menderita kanker paru-paru dan mendapat terapi khas yaitu dengan sinar Röntgen. Itulah contoh kasus yang disebut Profesor Baumann. Tetapi apakah ia bisa menyembuhkan Erika Wolf dengan terapi baru? "Paru-paru saya sekarang ukurannya memang mengecil, tapi apakah saya sembuh? Mereka belum bisa bilang. Saya harus terus dalam pengawasan."

Masalahnya, pengobatan tumor ini juga merusak jaringan yang sehat. Sementara bahaya tetap ada, bahwa tidak semua sel kanker berhasil dimatikan. Diagnose penyakit jauh lebih maju daripada pengobatannya. Dengan proses pengambilan gambar yang paling modern, tumor bisa dilokalisasi. Bahkan metastase yang besarnya hanya beberapa milimeter berhasil dideteksi.

Prof. Abolmaali: "Kami mulai mengambil gambar dari bagian bawah ke bagian atas tubuh pasien, dan melihat adanya pemengkakan besar di paru-paru, yang menyerap gula. Bagi kami ini tanda jelas, kemungkinan ini sebuah tumor berbahaya. Jika kami melihatnya juga dengan CT, kami akan tambah yakin."

Jahe

Jahe sudah lama digunakan untuk mengobati flu sampai sakit perut. Jahe bisa digunakan dalam bentuk segar atau dikeringkan, atau juga bubuk. Menambahkan jahe pada makanan atau menikmati produk mengandung jahe, bisa menenangkan perut saat pengobatan dan terapi untuk melawan kanker, di samping menggunakan obat anti mual dari dokter.

Kunyit

Kunyit membuat warna kuning dan menyumbangkan aroma serta rasa istimewa pada makanan. Sejauh ini sudah ada riset yang membuktikan, kunyit bisa mencegah dan membantu perawatan beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker kulit. Tapi penelitian lebih menyeluruh masih harus dilakukan.

Cabe Merah

Cabe merah mengandung capsaicin, yang bisa membantu mengatasi nyeri. Jika capsaicin digunakan pada kulit, ia menyebabkan terbentuknya molekul kecil yang disebut "substance P". Jika digunakan teratur, molekul yang digunakan sel saraf untuk berkomunikasi ini bisa bertambah jumlahnya dan berefek mengurangi nyeri. Tapi untuk penggunaan secara tepat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter pakar kanker.

Bawang Putih

Bawang putih mengandung kadar belerang atau sulfur dalam jumlah besar juga sejumlah kandungan unsur lain yang baik bagi kesehatan. Menurut sejumlah riset, konsumsi bawang putih bisa kurangi risiko kanker pada usus, perut, pankreas dan payudara. Bawang putih bisa dorong pencegahan kanker dengan cegah infeksi, kurangi pembentukan zat yang menguntungkan sel kanker dan mendorong regenerasi sel.

Pepermin

Menurut catatan sejarah, khasiat pepermin sudah diketahui sejak ribuan tahun lalu. Tumbuhan ini terutama membantu mengatasi masalah pada pencernaan, keram pada perut dan diare. Jika pengobatan terhadap kanker atau terapi kanker menyebabkan gangguan pada perut, minum teh pepermin bisa membantu mengurangi gangguan itu. Foto: secangkir teh dengan daun pepermin (kanan).

Camomile

Khasiat camomile bagi kesehatan juga sudah lama diketahui. Camomile bisa menolong orang yang mengalami gangguan tidur, jika dimium menjelang tidur. Jika dikumur, camomile juga bisa mengobati luka atau gangguan lain pada mulut akibat kemoterapi dan terapi dengan radiasi. Walaupun kesuksesan bisa berbeda pada tiap pasien, mencoba dan mengkonsultasikan pada dokter tidak ada salahnya.

Rosemary

Rempah ini adalah bumbu khas makanan yang berasal dari negara-negara di kawasan Laut Tengah. Di Indonesia, ini bisa dibeli dalam bentuk bubuk atau dikeringkan. Rosemary bisa membantu tubuh mengeluaran racun, mengurangi rasa tak enak di lidah akibat obat kanker, mencerna makanan, dan mengatasi masalah pencernaan lain yang muncul selama pengobatan kanker, juga atasi hilangnya nafsu makan.

Peneliti kanker ingin bisa mengobati penyakit setepat seperti cara diagnosa tumor. Misalnya memerangi tomor dengan proton. Pancaran proton dikonsentrasikan untuk mengenai sel kanker saja sehingga melindungi jaringan di sekitarnya. Baumann: "Jika ditembakkan, proton energinya hanya kecil. Pancarannya masuk ke dalam tubuh, dan hanya merusak sedikit jaringan yang sehat. Kemudian energinya meningkat cepat."

Sayangnya, penyinaran dengan proton lebih rumit dan mahal. Cita-cita tim Profesor Baumann adalah menciptakan proses pengobatan yang bagus tapi murah. Solusinya: sinar laser. Baru saja, peneliti berhasil membuktikan di bawah mikroskop, bahwa sel juga bisa dihancurkan dengan sinar laser. "Itu benar-benar momen penting, karena di seluruh dunia kamilah grup pertama, yang berhasil mengadakan penyinaran sesuai dosis yang terkontrol. Dan kelompok kami menyatukan hasil berbagai eksperimen. Inilah yang disebut sebagai tonggak sejarah."

Sebuah kemajuan besar. Dengan cara ini, klinik-klinik tidak membutuhkan instalasi besar untuk menghancurkan tumor dengan proton. Sinar laser sudah cukup. Dengan semangat besar ilmuwan berupaya mengembangkan terapi kanker untuk masa depan. Apa yang sudah berhasil mereka capai harus dikembangkan lagi. Dengan upaya besar mereka mengoptimalkan sinar laser intensif yang ditembakkan dengan kecepatan tinggi, yang dihasilkan dengan optik khusus berkinerja tinggi.

Penelitian tampaknya masih di awang-awang. Tetapi yang jelas tim gabungan dari bidang fisik dan kedokteran terutama berusaha menemukan terapi sinar yang bisa dibayar semua pasien.

Iptek

Ponsel dan Pemanis Buatan Sebabkan Kanker

“Tidak ada bukti keduanya berkaitan dengan kanker manusia,” ujar pakar onkologi Jack Jacoub, M.D. Hasil penelitian pada hewan di tahun 70an menunjukkan hubungan antara pemanis buatan dengan kanker. Tapi menurut National Cancer Institute, ini tidak terbukti pada manusia. Dan walau beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara ponsel dan kanker otak, penelitian lain juga telah membantahnya.

Iptek

Kulit Gelap Aman dari Kanker Kulit

Mereka yang berkulit gelap dan bahkan dokter bisa tidak melihat gejala awal atau pertanda kanker kulit, yang seringnya muncul di bagian yang tidak diperhatikan. Seperti di bawah kuku, telapak kaki, sekitar mulut, kelopak mata atau alat genital. Akibatnya, mereka baru didiagnosa dengan kanker pada stadium lanjut, saat kanker sudah sulit untuk ditangani.

Iptek

Lemak Tidak Sebabkan Kanker

Menurut American Cancer Society, obesitas berperan dalam satu dari lima kematian karena kanker. Berat badan berlebihan meningkatkan resiko terkena kanker usus besar, ginjal, pankres, kandung empedu, tiroid dan prostat.

Iptek

Tidak Menular

Memang Anda tidak bisa tertular kanker dari penderitanya. Tetapi virus penyebab kanker masuk kategori menular. Dalam dekade terakhir, HPV (human papillomavirus) secara drastis mengubah demografi pasien yang terkena kanker mulut dan kerongkongan, demikian analisa Robert Haddad, M.D., pakar onkologi di AS.

Iptek

Solarium Dapat Cegah Kanker Kulit

Banyak yang beranggapan, untuk mencegah kanker kulit, mereka yang ingin memiliki kulit lebih gelap haruslah ke Solarium dulu sebelum berjemur matahari. Kulit yang menjadi gelap karena sinar ultraviolet, baik dari matahari maupun 'tanning bed' sudah mengalami kerusakan yang bisa menimbulkan resiko kanker kulit.

Tema

Para ilmuwan berhasil mengkonsentrasikan setepat mungkin sinar laser yang berkekuatan seperti pancaran sinar matahari, hingga setajam ujung pensil. Sebuah pancaran sinar, yang akan merevolusi terapi kanker di masa depan. Professor Michael Baumann menjelaskan alasannya: "Saya tidak puas. Sekarang saya hanya bisa menawarkan ke sebagian pasien, terapi yang bisa mendatangkan kesembuhan. Saya tidak puas dengan keadaan ini, dan itulah yang mendorong penelitian."

Erika Wolf menderita kanker paru-paru dan mendapat terapi khas yaitu dengan sinar Röntgen. Itulah contoh kasus yang disebut Profesor Baumann. Tetapi apakah ia bisa menyembuhkan Erika Wolf dengan terapi baru? "Paru-paru saya sekarang ukurannya memang mengecil, tapi apakah saya sembuh? Mereka belum bisa bilang. Saya harus terus dalam pengawasan."

Masalahnya, pengobatan tumor ini juga merusak jaringan yang sehat. Sementara bahaya tetap ada, bahwa tidak semua sel kanker berhasil dimatikan. Diagnose penyakit jauh lebih maju daripada pengobatannya. Dengan proses pengambilan gambar yang paling modern, tumor bisa dilokalisasi. Bahkan metastase yang besarnya hanya beberapa milimeter berhasil dideteksi.

Prof. Abolmaali: "Kami mulai mengambil gambar dari bagian bawah ke bagian atas tubuh pasien, dan melihat adanya pemengkakan besar di paru-paru, yang menyerap gula. Bagi kami ini tanda jelas, kemungkinan ini sebuah tumor berbahaya. Jika kami melihatnya juga dengan CT, kami akan tambah yakin."