1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tiga Terduga Terkait Bom Kampung Melayu Ditahan

26 Mei 2017

Polisi gerebek tiga orang terduga yang terlibat serangan bunuh diri ganda Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ketiganya ditangkap di Bandung dan kini ditahan Densus 88.

https://p.dw.com/p/2daWP
Indonesien Explosion in Jakarta
Foto: picture-alliance/AP Photo/D. Alangkara

Ketiga pria tersebut ditangkap Kamis (25/05) malam di berbagai tempat di Bandung, Jawa Barat, demikian keterangan juru bicara kepolisian provinsi Yusri Yunus: "Mereka dicurigai terlibat dalam serangan teror di Kampung Melayu", tambah Yusri. 

Pasukan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror  juga menggerebek rumah para tersangka untuk mencari barang bukti.  Dalam penggerebekan di rumah para terduga terkait serangan itu, polisi menemukan tutup panci presto yang sudah dimodifikasi, materi pengajaran Islam dan senjata.

Polisi mengatakan pelaku pemboman tersebut diyakini memiliki hubungan dengan Jamaah Ansharut Daulah(JAD), sebuah kelompok militan lokal yang terinspirasi oleh jaringan organisasi ISIS. Kelompok JAD berulangkali jadi berita dengan aksi-aksi serangan teror mereka. 

Dalam serangan bom bunuh diri di terminal bus Kampung Melayu di Jakarta Timur Rabu (24/05) malam, tiga polisi dan dua penyerang bunuh diri  tewas  sementara 10 orang,lainnya termasuk lima petugas polisi, terluka. Para petugas polisi tengah menjaga  keamanan parade obor yang menandai awal bulan puasa, yang dimulai Sabtu (27/05), saat serangan dilancarkan.

ISIS klaim serangan

Sementara itu, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri ganda di terminal bus Kampung Melayu yang menewaskan tiga polisi tersebut.

Kantor berita propaganda ISIS,  Amaq melaporkan "serangan terhadap polisi di kota Jakarta dilakukan oleh salah satu militan ISIS",  demikian tertera  dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh SITE Intelligence Group.

Sidney Jones, yang mengepalai lembaga tangki pemikir Institute for Policy Analysis of Conflict, menyebutkan klaim tersebut sebagai "sangat kredibel". Dia meyakini cabang JAD yang bermarkas di Bandung, yang melakukan pemboman tersebut.

Senada dengan Sidney Jones,  Al Chaidar, pakar terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, mengatakan bahwa dia juga menganggap klaim tersebut dapat dipercaya.

Amerika Serikat mengategorikan Jamaah Ansharut Daulah yang terkenal sebagai kelompok paling pro ISIS di Indonesia, sebagai organisasi teroris. JAD adalah organisasi payung bagi ratusan simpatisan ISIS yang berada di seluruh penjuru Indonesia.

Beberapa kalangan juga mencurigai kelompok tersebut adalah pelaku sekaligus dalang di balik serangan bunuh diri dan bersenjata di Jakarta pada bulan Januari tahun lalu yang menyebabkan empat penyerang dan empat warga sipil tewas. Serangan ini juga diklaim oleh ISIS sebagain aksi para anggotanya.

ap/as( afp/rtr,dpa)