Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Jauh dari kampung halaman

Jauh dari kampung halaman, tidak mengurangi semangat warga Indoensia di Berlin dan sekitarnya untuk merayakan dirgahayu Republik Indonesia.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

‘Indonesia Kerja Nyata‘.

Tema untuk peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 : Mari wujudkan cita-cita bangsa dengan ‘Indonesia Kerja Nyata‘. Pada siang hari dalam acara Pesta Rakyat di Wisma Indonesia, Berlin, dari panggung musik ini, terdengar berbagai lagu Indonesia dimainkan, di antaranya 'Oh..oh Karmila.....'

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Tenda putih

Tenda-tenda putih berjejer rapi di halaman Wisma Indonesia nan astri, tempat terselnggaranya Pesta Rakyat di Berlin.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Dari musik sampai lomba

Selain musik, apa saja kegiatan warga Indonesia di Berlin saat 17 Agustus-an? Tentu tak beda dengan yang di tanah air, yakni perlombaan. Tak ketinggalan undian berhadiah.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Balapan, yuk

Lomba untuk kategori anak-anak, seperti tradisi 17 Asgustus-an pada umumnya: balap kelereng dalam sendok, memasukan pensil ke dalam botol, dan lain-lain. Pemenang masing-masing perlombaaan tentu saja mendapat bingkisan.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Lomba untuk yang dewasa

Untuk orang dewasa, juga disediakan berbagai macam lomba yang membawa keceriaan suasana. Para penonton berbahak-bahak ketika lomba makan digelar. Para peserta dibagi atas beberapa kelompok yang masing-masing terdri atas lima orang.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Bangun kebersamaan tim lewat makan

Lima piring tertutup disajikan, dan para anggota tim masing-masing kebagian satu piring yang dimakan bergantian. Isi dalam piring lomba makan, di antaranya kacang wasabi, beberapa potong wortel mentah sampai satu piring kecil coklat. Hati-hati tersedak ya….

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Anak-anak lebih tenang?

Lomba makan ini juga diadakan buat kategori anak-anak. Nampaknya, anak-anak lebih ‘kalem‘ ketimbang orang dewasa saat berlomba makan.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Makan-makan

Tak cuma lomba makan, tapi juga makan kenyang. Pesta Rakyat juga menggelar makan-makan seperti di Indonesia. Pesta Rakyat di Berlin menyedian makanan khas Indonesi bagi semua pengunjung. Apa saja jenisnya?

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Dari uduk sampai lontong

Mulai dari nasi uduk, semur daging sapi, sambal goreng kentang petai, tempe kering, lengkap dengan sate dan lontong tersedia di sini. Kerupuk dan sambal, tentunya tidak ketinggalan.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Serasa piknik

Tiada kebersamaan tanpa mengunyah dan makan bersama. Tradisi ‘mangan ora mangan ngumpul‘ juga tetap dipelihara warag Indonesia di Jerman.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Kue kecilnya apa?

Es buah jadi makanan penutup. Tapi ada juga penganan kecil khas Indonesia yang ikut memanjakan perut pengunjung tentunya.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Sang Merah Putih

Bendera Merah Putih menjadi ornamen dan warna yang mendominasi di lokasi kegiatan Pasar Rakyat di Berlin yang diadakan dalam rangka menyambut kemerdekaan RI.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Silaturahmi

Praktis, Pesta rakyat di Wisma Indonesia di Berlin ini sekaligus jadi ajang silaturahmi warga.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Mempertemukan dua budaya

Yang satu pakai peci dan sarung, yang lainnya pakai rok Bayern, Jerman. Pengunjungnya? Macam-macam, ada pula orang Jerman yang berkebaya.

Tradisi 17 Agustus Melekat Hingga ke Jerman

Tamu kecil tertidur

Cuaca bulan Agustus 2016 cukup hangat. Tepat di hari Pesta rakyat digelar temperaturnya mencapai 27 derajad Celsius. Ditiup angin sepoi-sepoi di bawah pohon kecil, tampak ada yang tertidur di acara ini.

Bagaimana masyarakat Indonesia di Berlin, Jerman, dan sekitarnya merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia? Apakah berbeda dengan di kampung halaman? Simak dalam Pesta Rakyat berikut ini:

Ikuti kami