1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Trend Plakat Dalam Kampanye Pemilu

Arne Lichtenberg9 Agustus 2013

Untuk pemilu biro iklan sibuk menggagas slogan-slogan dan gambar yang bisa menyentuh emosi. Apakah plakat masih cocok untuk kampanye pemilu masa kini?

https://p.dw.com/p/19M1a
Ein Wahlplakat vom SPD-Vorsitzenden Sigmar Gabriel trägt ein Wahlhelfer am 03.08.2013 beim Wahlkampf-Auftakt in Wolfenbüttel (Niedersachsen). Foto: Peter Steffen/dpa +++(c) dpa - Bildfunk+++
Wahlkampf SPD Sigmar GabrielFoto: picture-alliance/dpa

Plakat untuk pemilu di Jerman baru boleh dipasang dua bulan sebelum hari pemungutan suara. Sejak itu, hampir tidak ada ruang kosong yang tidak ditempeli plakat. Hampir di mana-mana, orang bisa bertemu dengan wajah para politisi. Terutama kota-kota besar dibanjiri plakat pemilu.

"Di Jerman, plakat memang masih memainkan peran besar dalam pemilu", kata Coordt von Mannstein, Profesor Komunikasi Visual yang juga pemilik sebuah biro iklan. Dia sudah mendesain beberapa poster untuk Partai Liberal Demokrat FDP.

"Plakat adalah alat promosi yang paling umum. Terutama di kota-kota besar banyak pemilih bisa dicapai dalam waktu yang singkat", tutur Cordt von Mannstein dalam wawancara dengan Deutsche Welle.

Aturan Pemasangan Plakat

Di Jerman hanya ada beberapa aturan pemasangan plakat yang perlu diperhatikan. Aturan utamanya: plakat tidak boleh menggangu lalu lintas. Di beberapa tempat, menempelkan plakat di pohon tidak diijinkan. Untuk partai politik, pemerintah kota harus menyediakan tempat penempelan plakat dengan gratis, tanpa memungut bayaran.

Tidak ada aturan berapa banyak tempat yang disediakan untuk partai tertentu. Jadi partai-partai politik sendiri yang akan berlomba menempelkan plakat. Siapa yang lebih dulu datang, bisa menempelkan plakatnya. Siapa yang punya lebih banyak dana dan relawan, bisa menempelkan lebih banyak plakat.

Plakat atau poster memang merupakan cara murah untuk berkampanye, kata Alexander Schimansky, Profesor Marketing dari Dortmund. "Ini media massa yang paling murah. Mencetak plakat sekarang mudah sekali. Partai-partai kecil sudah bisa mencetak dan membagikan sendiri plakatnya".

Plakat Masih Paling Efektif

Kampanye pemilu masa kini dilakukan dengan menggunakan segala bentuk media: online, plakat, media cetak dan media elektronik. Selain itu, para kandidat tentu muncul langsung di depan publik dalam berbagai acara di dalam dan di luar gedung. Tapi kampanye dengan plakat tetap merupakan pilihan paling populer.

SPD official presentation of election campaign posters in Berlin July 30, 2013. REUTERS/Fabrizio Bensch
Plakat SPD dengan foto ibu dan anak.Foto: Reuters

Plakat adalah media yang paling efektif, kata pakar komunikasi Coordt von Mannstein. Setiap pemilih suatu saat mau tidak mau akan berhadapan dengan plakat dari salah satu kontestan pemilu. Von Mannstein yakin, metode ini pasti masih akan digunakan di masa depan.

Apakah ada strategi khusus dalam berkampanye dengan plakat? Para ahli berpendapat, plakat harus memakai foto. Sebab masa kini, makin banyak gagasan dikomunikasikan dalam gambar. Dengan sebuah foto, pemilih akan punya gambaran tentang seorang tokoh politik atau sebuah partai. Foto atau gambar yang dipakai sedapat mungkin harus memberi gambaran positif dan simpatik. Lalu harus ada teks yang benar-benar kuat. Misalnya "Demi Keadilan", kata Alexander Schimansky.

Tanpa Foto Politisi

Salah satu trend yang sekarang muncul dalam kampanye di Jerman adalah plakat tanpa wajah politisi. Partai CDU pimpinan Kanselir Angela Merkel misalnya banyak menggunakan foto-foto situasi dalam sebuah keluarga. Partai oposisi SPD juga menggunakan foto seorang ibu dan anak-anaknya yang kuatir dengan naiknya harga sewa rumah. Partai Hijau (Die Grünen) mengandalkan warna hijau dalam plakat-plakatnya.

darf nur in Zusammenhang mit einer Berichterstattung über die Bundestagswahlen 2013 verwendet werden***
Plakat CDU dengan foto keluarga.Foto: CDU

Kalaupun memakai wajah politisi untuk plakat, para ahli menganjurkan agar tidak melakukan terlalu banyak manipulasi komputer untuk memperbaiki penampilan foto itu. Sebab pemilih ingin melihat foto yang otentik. Keriput di wajah misalnya tidak perlu dihilangkan. Karena raut wajah juga menunjukkan pengalaman hidup.

Setelah pemilu, partai-partai harus membersihkan sendiri plakat-plakat yang mereka tempel. Jika tidak, pemerintah kota bisa mengenakan denda.