1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Turki Mulai Operasi Militer di Suriah

24 Agustus 2016

Turki mengawali operasi militer untuk membebaskan Jarablus di Suriah dari tangan Islamic State. Ankara melancarkan serangan udara dan mengirimkan lusinan kendaraan lapis baja. Tapi ISIS bukan satu-satunya target Turki

https://p.dw.com/p/1Jo64
Türkei Offensive gegen IS in Syrien
Sedikitnya 11 tank Turki terlihat melintasi perbatasan Suriah menuju kota JarablusFoto: Getty Images/AFP/B. Kilic

Turki memulai operasi militer untuk membebaskan kota Jarablus di utara Suriah dari tangan Islamic State. Untuk itu Ankara melancarkan serangan udara dan mengirimkan tank untuk membantu pasukan pemberontak dukungan Turki.

Sejumlah kelompok pemberontak di Suriah, antara lain fraksi Islamis dan gerilayawan etnis Turkmen Brigade, dilibatkan dalam misi tersebut. Operasi bernama "Tameng Eufrat" itu dimulai pada pukul 4 pagi waktu setempat dengan tembakan artileri oleh militer Turki.

Sementara satu skuadron jet tempur F16 dan pesawat koalisi melancarkan serangan udara terhadap target ISIS di sekitar Jarablus, militer mengirimkan belasan tank melewati perbatasan Suriah. "Jika tuhan mengizinkan kami akan mengusir ISIS dari Jarablus," kata Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Afa kepada kantor berita Anadolu.

Namun operasi militer Turki tidak cuma membidik Islamic State, melainkan juga sayap militer Partai Uni Demokrat (PYD) milik kelompok etnis Kurdi, YPG. Celakanya kelompok tersebut didukung Amerika Serikat untuk memerangi ISIS.

Berbicara di televisi nasional, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan serangan dari Suriah harus dihentikan. "Tidak ada yang bisa membahas masalah Suriah tanpa mempertimbangkan urusan dalam negeri Turki," ujarnya.

Sejak beberapa bulan terakhir Turki didera berbagai serangan teror yang dilakukan simpatisan ISIS atau kelompok separatis Kurdi. Aktivis kemanusiaan Suriah mengabarkan ratusan gerilayawan pemberontak pro Ankara menunggu di perbatasan untuk bergabung dalam operasi militer.

Operasi tersebut dilancarkan menjelang kunjungan Wakil Presiden AS Joe Biden ke Ankara. Biden diyakini akan memperingatkan Turki mengenai YPG yang menjadi sekutunya di Suriah. Pemerintah Turki menganggap milis bersenjata Kurdi itu sebagai kelompok teroris.

rzn/yf (afp,dpa)