Unit Pertahanan Udara Jerman Ditempatkan di Bawah Komando Belanda

Jerman dan Belanda mengambil langkah konkret dalam kerjasama militer untuk membangun sinergi. Pertahanan udara jarak dekat kedua negara kini ditempatkan di bawah komando Belanda.

Militer Jerman Bundeswehr mulai hari Rabu (4/4) menempatkan unit pertahanan udara jarak dekatnya di bawah komando militer Belanda. Inilah langkah lanjutan untuk memperluas kerjasama militer yang unik antara kedua negara anggota  NATO.

450 tentara Bundeswehr akan tetap bertugas di pangkalan pertahanan udara di negara bagian Schleswig-Holstein, Jerman Utara. Tetapi mereka sekarang  berada di bawah komando militer Belanda. Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen memuji kerja sama militer kedua negara.

"Kami berbagi nilai-nilai dan kepentingan bersama, kami percaya pada masa depan Eropa kami dan merupakan mitra yang kuat dalam aliansi trans-Atlantik," kata Ursula von der Leyen seraya menambahkan: "Kami ingin memanfaatkan sinergi untuk meningkatkan kemampuan kami dan membangun (kapasitas) yang baru."

Upaya penggabungan koordinasi militer kedua negara sudah dirintis sejak lama dimulai tahun 1995. Pada tahun 2014, Belanda menempatkan 2.000 pasukan terjun payung di bawah komando divisi militer Jerman. Pada tahun 2016, kedua negara juga menyatukan satuan lapis baja mereka.

Tema

Tonton video 42:38
Live
42:38 menit
DocFilm | 27.03.2018

New challenges for the German army

Memperluas kerja sama koordinasi militer Uni Eropa

Jerman dan anggota Uni Eropa lainnya ingin dengan cepat memperluas kerja sama militernya. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas pertahanan bersama dan mengumpulkan sumber daya di tengah situasi dunia yang berubah, mundurnya  komitmen AS dan ambisi militer Rusia di Eropa Timur.

Brigadir Jenderal Michael Gschossmann, komandan unit basis darat Angkatan Udara Jerman mengatakan pekan lalu, kerjasama militer bilateral Jerman-Belanda dapat mengarah pada pengembangan sistem persenjataan bersama dan operasi gabungan dari sistem-sistem pertahanan rudal jarak jauh.

Jika kedua negara setuju, pasukan gabungan Belanda-Jerman juga dapat dikerahkan ke luar negeri, kata Gschossmann.

Politik

Peran militer Jerman di NATO

Republik Federal Jerman Barat resmi bergabung dengan aliansi trans-Atlantik NATO pada tahun 1955. Namun baru setelah penyatuan kembali tahun 1990, militer Jerman dikerahkan dalam misi "out of area" NATO. Sejak itu, Bundeswehr telah ditempatkan di beberapa kawasan di seluruh dunia.

Politik

Bosnia-Herzegovina, misi NATO pertama Bundeswehr

Tahun 1995, pertama kali Bundeswehr terlibat dalam misi "out of area" NATO sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian di Bosnia-Herzegovina. Selama penempatan tersebut, tentara Jerman bergabung dengan anggota pasukan NATO lainnya untuk menjaga keamanan setelah terjadinya Perang Bosnia. Misi ini mencakup lebih dari 60.000 tentara dari negara anggota dan mitra NATO.

Politik

Menjaga perdamaian Kosovo

Sejak dimulainya misi perdamaian yang dipimpin NATO di Kosovo, sekitar 8.500 tentara Jerman telah ditempatkan di negara itu. Tahun 1999, NATO melancarkan serangan udara terhadap pasukan Serbia yang dituduh melakukan tindakan brutal terhadap separatis etnik Albania dan penduduk sipil. Sekitar 550 tentara Bundeswehr sampai sekarang masih ditempatkan di Kosovo.

Politik

Patroli di Laut Aegean

2016, Jerman mengerahkan kapal perang "Bonn" untuk memimpin misi NATO di Laut Aegean. Tugasnya termasuk melakukan "pengintaian, pemantauan dan pengawasan penyeberangan ilegal" di perairan teritorial Yunani dan Turki itu pada puncak krisis pengungsi di Uni Eropa.

Politik

Lebih satu dekade di Afghanistan

2003 parlemen Jerman menyetujui pengiriman pasukan Bundeswehr ke Afghanistan dalam misi PBB International Security Assistance Force (ISAF). Jerman saat itu menjadi kontributor ketiga terbesar dan ditunjuk sebagai Komando Markas Regional Utara. Lebih 50 tentara Jerman tewas selama misi ini. Sekarang masih ada hampir 1.000 tentara Jerman yang ditempatkan di Afghanistan sebagai kekuatan pendukung.

Politik

Panser Jerman untuk Lithuania

Sejak 2017, 450 tentara Bundeswehr telah dikirim ke Lithuania sebagai bagian dari bantuan penjagaan keamanan perbatasan setelah Rusia menduduki Krimea. Selain Jerman, pasukan Kanada, Inggris dan AS juga bergabung dalam satuan pertahanan kolektif NATO di sayap timur.

Politik

Mengambil alih tongkat komando VJTF

Bundeswehr akan memimpin pasukan gerak cepat baru NATO mulai tahun 2019 yang dinamakan Very High Readiness Joint Task Force (VJTF). Kebijakan baru NATO ini adalah reaksi langsung atas agresi Rusia di Krimea.

hp/as (dpa, rtr)