1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Westerwelle Dukung Turki Jadi Anggota Uni Eropa

8 Januari 2010

Menlu Jerman Guido Westerwelle dalam kunjungannya ke Turki seperti menjanjikan keanggotaan Turki di Uni Eropa. Sementara partai CSU menentang keras keanggotaan Turki di UE. Ini tentu saja memicu kritik negara tuan rumah.

https://p.dw.com/p/LOfo
Menlu Jerman Guido Westerwelle (kiri) dan Menlu Turki Ahmet Davutoglu (kanan).
Menlu Jerman Guido Westerwelle (kiri) dan Menlu Turki Ahmet Davutoglu (kanan).Foto: AP

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle dalam sebuah konferensi para duta besar Turki dengan tegas menjelaskan bahwa perundingan keanggotaan Turki ke dalam Uni Eropa hasilnya tetap belum jelas dan tidak berlangsung otomatis, namun sasaran mendasarnya adalah keanggotaan penuh. Uni Eropa dan Turki telah menyepakatinya, tertera dalam perjanjian koalisi pemerintah Jerman dan maka dari itu harus dipatuhi.

Sementara itu di Jerman, partai Uni Kristen Sosial CSU tetap pada pendiriannya bahwa Turki tidak akan diterima menjadi anggota Uni Eropa. Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengusulkan “kemitraan khusus“ sebagai pengganti keanggotaan penuh.

Mengenai pandangan Kanselir Merkel, Menteri Luar Negeri Westerwelle mengatakan, "Saya di sini bukan sebagai turis bercelana pendek, melainkan sebagai menteri luar negeri Jerman. Apa yang saya katakan di sini, juga dapat diperhitungkan. Inilah yang sudah kami sepakati dalam pemerintah."

Menteri Luar Negeri Turki Ahmed Davutoglu tentu sangat senang mendengar pernyataan Westerwelle. Dia berterima kasih kepada Westerwelle atas dukungan Jerman terhadap keanggotaan penuh Turki di Uni Eropa, dan setuju untuk mematuhi perjanjian yang sudah disepakati itu. Kata Davutoglu, Jerman merupakan lokomotif dan negara terpenting Uni Eropa. Maka dari itu, penting sekali untuk mendapat dukungan dari Jerman.

Itulah juga hal yang ditekankan Menteri Luar Negeri Jerman. Westerwelle menegaskan, Turki tidak hanya pasar menarik bagi Jerman.

Katanya, "Afghanistan, Yaman, Timur Tengah, Iran, semua masalah besar ini, tantangan, konflik hanya dapat kita selesaikan bersama dan Turki memegang peranan sentral. Ini juga merupakan kepentingan keamanan dan perdamaian, tidak hanya perekonomian, bahwa kami bekerja sama dengan sangat baik dan erat dengan Turki.“

Westerwelle mengingatkan pemerintah di Ankara untuk melanjutkan langkah reformasi, dan Turki masih harus melakukan banyak kewajibannya. Kebebasan pers, kebebasan berpendapat dan kebebasan beragama merupakan tonggak penting dalam masyarakat Eropa.

Sementara itu di Jerman, partai Uni Kristen Sosial CSU mengritik pernyataan Westerwelle tersebut. Sekretaris Jenderal CSU, Alexander Dobrindt kepada stasiun penyiaran publik Jerman mengatakan, bahwa di garis depan fokusnya adalah kepentingan Jerman dan Uni Eropa. Jerman meyakini bahwa keanggotaan penuh Turki dalam Uni Eropa adalah hal yang tidak mungkin, kata Dobrindt. CSU mendesak Westerwelle untuk tidak memberikan janji-janji.

Westerwelle sendiri berasal dari Partai Liberal Demokrat FDP yang merupakan mitra koalisi CDU/CSU. Politisi Uni Kristen Demokrat CDU dan ketua komisi luar negeri parlemen Jerman, Rupert Schutz membela Westerwelle. Menurutnya, Westerwelle memang menyampaikan sikap Jerman mengenai keanggotaan Turki di Uni Eropa seperti yang tercantum dalam perjanjian koalisi pemerintah antara CDU/CSU dan FDP.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pembicaraannya dengan Menteri Luar Negeri Jerman Westerwelle di Ankara mengulangi kritiknya terhadap usulan Uni Eropa mengenai kemitraan khusus dengan Turki namun tanpa keanggotaan penuh. Erdogan menekankan, negaranya tidak akan menerima “keanggotaan setengah-setengah“ di Uni Eropa. Turki sebagai anggota Uni Eropa tidak ingin menambah beban, melainkan ikut menanggung beban. Erdogan juga menekankan, bahwa warga Turki yang bermukim di negara Uni Eropa harus berintegrasi dengan masyarakat setempat dan bukan berasimilasi.

Christoph Grabenheinrich/Luky Setyarini

Editor: Agus Setiawan