1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Yunani Peroleh Bantuan Kredit

3 Juni 2011

Suntikan dana bantuan yang berikutnya akan diperoleh oleh Yunani. Namun, negara yang tengah dililit utang ini harus terus berhemat. Pihak oposisi menginginkan pengurangan pajak.

https://p.dw.com/p/11U4j
Foto: AP

Berita yang melegakan akhirnya tiba juga bagi Yunani, Jumat (3/6) sore waktu setempat. Kementerian keuangan Yunani mengumumkan kredit bantuan yang sangat dibutuhkan bisa diberikan kepada negara yang dililit utang ini setelah lolos dari pemeriksaan internasional. Ini berarti 12 miliar Euro akan mengalir dari wadah dana pinjaman tersebut.

Sebelum mencapai keputusan tersebut, para penguji dari dana moneter internasional IMF, Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa meneliti secara seksama pembukuan pemerintah Yunani. Kerap muncul kabar burung bahwa dana tersebut tidak akan diberikan. Latar belakangnya, karena Yunani tidak bisa menepati beberapa janji penghematannya. Jika dana kredit tidak diberikan, negara ini terancam bangkrut. Menteri Keuangan Yunani Giorgios Papakonstantinou beberapa hari yang lalu menjelaskan situasi negaranya dalam sebuah wawancara televisi : "Kami tidak akan bisa membayar upah, uang pensiun, semua kewajiban negara. Kami akan tutup toko di seluruh negeri."

Skenario terburuk ini sepertinya tidak akan terjadi berkat sinyal positif dari para penguji internasional. Setidaknya dengan ini Yunani dan negara donor Eropa punya waktu sedikit lebih banyak lagi. Kementerian keuangan di Athena menegaskan, keputusan para penguji diambil terutama berdasarkan kemajuan terkini dalam langkah penghematan dan juga rancangan keuangan untuk jangka menengah. Yakni, program penghematan baru dan reformasi struktur bagi pertumbuhan dan kemampuan bersaing yang lebih baik.

Satu hal yang pasti : Pemerintahan Papandreou harus menghemat 78 miliar Euro hingga 2015 dengan kemampuan sendiri. Lima puluh miliar diharapkan tercapai melalui penjualan tanah dan perumahan milik negara. Peraturan yang sesuai akan dibicarakan dalam beberapa hari mendatang oleh kabinet Papandreou. Hasilnya akan diajukan kepada parlemen Yunani. Disana akan tampak, apakah partai sosial demokrat yang sebenarnya memiliki suara mayoritas mulai goyah atau tidak.

Ketua oposisi konservatif Antonis Samaras juga menegaskan, bahwa partainya Nea Dimokratia atau ND tidak akan menyetujui program penghematan baru tersebut. "Perekonomian tidak akan membaik, jika kita tidak melakukan hal yang benar. Untuk awal baru, langkah yang benar adalah pengurangan pajak. Karena itu, kami akan menolaknya bukan karena kami oposisi, melainkan karena alasan sesungguhnya. Kami membutuhkan awalan baru ini."

Apakah pemerintah akan menyerah terhadap tekanan oposisi masih belum jelas. Lebih mungkin jika mereka akan mencapai kesepakatan khusus. Seperti misalnya, mengurangi sejumlah pajak pertambahan nilai untuk menstimulasi perekonomian nasional. Faktanya : Uni Eropa akan lebih menyukai jika program penghematan baru Yunani tidak hanya ditopang oleh mayoritas pemerintahan yang goyah, melainkan oleh mayoritas dalam parlemen Yunani.

Steffen Wurzel / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Carissa Paramita