1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kehadiran Jokowi di KTT BRICS tak terkait Keanggotaan

23 Agustus 2023

Kehadiran Presiden Joko Widodo di KTT BRICS yang berlangsung di Afrika Selatan memicu kabar akan bergabungnya Indonesia di aliansi dagang itu. Namun Istana membantah rumor tersebut.

https://p.dw.com/p/4VSxE
 Presiden Joko Widodo
Kehadiran Jokowi pada KTT BRICS di Afrika Selatan disebut Istana untuk menenuhi undanganFoto: Kris/Presidential Secretariat Press Bureau

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, menegaskan kehadiran Jokowi itu hanya untuk memenuhi undangan.

"Bapak Presiden hadir di forum ini untuk memenuhi undangan sebagai tamu, yakni dalam kapasitas Indonesia yang sedang memegang keketuaan ASEAN," kata Bey kepada wartawan, Selasa (22/8/2023) malam.

Bey membantah kehadiran Jokowi di KTT yang digelar aliansi dagang yang diikuti Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan itu terkait dengan status keanggotaan Indonesia di BRICS.

"Jadi kehadiran Bapak Presiden di KTT BRICS tidak ada kaitan sama sekali dengan status keanggotaan Indonesia di BRICS," ungkapnya.

Seperti diketahui, saat ini Jokowi tengah melawat di Afrika. Salah satu agenda Jokowi di Afrika adalah untuk menghadiri KTT BRICS.

KTT BRICS di Afrika Selatan
KTT BRICS di Afrika Selatan bertujuan untuk memelopori sistem tata kelola global yang lebih adil dan melawan dominasi ekonomi negara-negara Barat, menurut penyelenggara. Foto: Sergei Bobylev/dpa/TASS/picture alliance

Kehadiran Jokowi di BRICS ini pun memicu kabar akan bergabungnya Indonesia di aliansi dagang itu. Jokowi sebelumnya juga telah menjawab perihal kabar tersebut. Apa kata Jokowi?

"Nanti diputuskan," kata Jokowi singkat di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (7/8/2023). Jokowi menjawab pertanyaan apakah Indonesia jadi bergabung ke BRICS.

Sebagai informasi, beredar kabar Indonesia akan bergabung dengan BRICS. Dalam informasi yang beredar, Indonesia akan mendaftar aliansi yang diikuti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (Afsel) itu bersama 12 negara lainnya. Negara-negara tersebut mencakup Arab Saudi, Venezuela, Iran, Meksiko, dan Argentina.

Perekonomian BRICS mencakup lebih dari 40% dari populasi dunia dan hampir seperempat dari produk domestik bruto global. BRICS sejauh ini memiliki agenda besar dalam melawan pengaruh Barat. Aliansi ini disebutkan akan menetapkan mata uang baru untuk melawan dolar AS yang mendominasi perdagangan global. (rs)

 

Baca artikel Detik News

Selengkapnya Istana Tegaskan Kehadiran Jokowi di BRICS Tak Terkait Status Keanggotaan