1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kabinet Mesir Perintahkan Bubarkan Demo

Edith Koesoemawiria1 Agustus 2013

Kabinet Mesir menyatakan aksi berjaga malam para pendukung Mursi sebagai ancaman bagi keamanan nasional dan memerintahkan polisi untuk mengakhirinya. Sementara Menteri Luar Negeri Jerman berkunjung ke Negara itu.

https://p.dw.com/p/19I5n
Foto: Fayez Nureldine/AFP/Getty Images

Polisi diperintahkan "bertindak seperlunya" untuk mengakhiri aksi duduk pendukung Muhammad Mursi. Begitu dinyatakan pemerintah Mesir, Rabu (31/07), di televisi lokal. Juru bicara kabinet interim menyebut aksi itu sebagai “tindak teroris” dan kemacetan jalan yang diakibatkan merupakan „ancaman bagi keamanan nasional Mesir“.

Ägypten Kairo Protestcamp
kamp pendukung MursiFoto: picture-alliance/AP

"Kabinet telah memutuskan untuk mengambil langkah sesuai untuk menangani bahaya ini dan mengakhirinya. Menteri Dalam Negeri akan menanganinya sesuai batasan konstitusi dan hukum”. Demikian pernyataan yang secara khusus menyebutkan aksi-aksi di lapangan Rabaa al-Adawiya dan Nahda.

Selang beberapa menit sebelum pernyataan itu, pihak berwenang Mesir mengumumkan bahwa tiga petinggi Ikhwanul Muslimin, termasuk pemimpinnya, Mohammed Badie, akan diadili atas tuntutan menghasut kekerasan.

Militer meningkatkan tekanan terhadap pendukung Mursi. Sabtu lalu, 72 orang tewas dekat Kairo dalam bentrokan antara militer dan pendukung Mursi.

Westerwelle di Mesir

Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle, tiba di Kairo Rabu (31/07), sebagai Menteri Luar Negeri sebuah negara Barat pertama yang mengunjungi Mesir setelah Mursi digulingkan. Kepada kantor berita Jerman, dpa, ia mengatakan bahwa ini adalah masa yang genting bagi Mesir.

Guido Westerwelle in Ägypten 31.7.2013
Westerwelle bersama tokoh gerakan TamarodFoto: picture-alliance/dpa

"Mesir punya posisi kunci bagi seluruh kawasan dan merupakan mitra penting bagi Jerman. Yang kita bahas di sini adalah kawasan tetangga yang memiliki hubungan ekonomi yang erat”, ungkapnya.

Dalam kunjungan yang berlangsung hingga Jumat (02/08), Westerwelle akan menemui anggota pemerintah interim, termasuk Menteri Luar Negeri, Nabil Fahmy, serta para pemimpin Ikhwanul Muslimin.

Jurubicaranya mengatakan, Westerwelle tidak berencana menemui Muhammad Mursi, tapi ingin mendapat kesan langsung mengenai perkembangan di Mesir. Pesan utama kunjungannya adalah bahwa semua pihak perlu bekerjasama dan berdialog untuk mengakhiri kekerasan.

Jerman sebelumnya memperingatkan, bahwa lanjutan bantuan ke Mesir bergantung pada dihormatinya prinsip-prinsip demokrasi. Kanselir Jerman, Angela Merkel telah menyerukan pembebasan Muhammad Mursi yang sejak kudeta 3 Juli berada dalam tahanan.

Kontak dengan Mursi

Senin pekan ini (29/07) Komisaris Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton telah menemui Muhammad Mursi di lokasi yang dirahasiakan. Dikatakannya, Mursi memiliki akses media dan keduanya membicarakan pentingnya untuk melangkah maju”

Juga sebuah delegasi dari Uni Afrika, Rabu (31/07), telah menemui Muhammad Mursi di Kairo.

ek/hp (Reuters, AFP, AP, dpa)