1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Informan Bantu Teroris Sayap Kanan?

1 Oktober 2012

Ada semakin banyak bukti bahwa kelompok teroris sayap kanan NSU dibantu para informan polisi.

https://p.dw.com/p/16H7D
Foto: dapd

“Kelihatannya cukup masuk akal bagi saya,” kata ahli intelijen Wilhelm Dietl ketika ditanya apakah para penyelidik Jerman memiliki informan yang punya kontak langsung dengan sel teroris National Socialist Underground NSU yang merupakan organisasi sayap Neo Nazi.

“Aksi kelompok sayap kanan ini ditutupi dengan cara lebih baik ketimbang aksi kriminal lainnya di negeri ini,” kata dia. Oleh karena itu kemungkinan besar ada informan polisi dengan kontak ke NSU selama satu dekade, saat mereka melakukan kampanye pembunuhan.

Berapa Banyak Intel?

Pada bulan Juli, Menteri Dalam Negeri Hans-Peter Friedrich berkeras bahwa tak ada informan di antara NSU. Itu sekarang terbukti salah. Pada bulan September, kepolisian Berlin memiliki seorang informan yang dilaporkan memberi pasokan bahan peledak kepada kelompok teroris sayap kanan. Friedrich tidak mengetahui ini, karena Kepolisian Berlin tidak melaporkan kerjasama ini kepada Dinas Rahasia atau pemerintah.

Informan Berlin adalah satu dari 13 tersangka yang memberi bantuan kepada NSU yang kini sedang diperiksa oleh Jaksa Penuntut. Kini, pers berspekulasi bahwa Ralf Wohlleben, bekas wakil kepala partai sayap kanan National Democratic Party NPD Thuringen, adalah seorang informan Dinas Rahasia Jerman Verfassungsschutz.

Wohlleben telah ditahan sejak November 2011 karena secara terpisah membantu NSU memperoleh senjata yang digunakan oleh trio pembunuh untuk menghabisi nyawa sembilan imigran antara tahun 2000 hingga 2007. Wohlleben disebut sebagai pembantu paling penting bagi NSU.

Banyak Informan Tak Ada Informasi

Tidak terungkap berapa banyak informan pasukan keamanan Jerman yang disusupkan ke dalam kelompok kanan jauh. Ini karena Agen Rahasia Federal serta Kepolisian di negara bagian Jerman bekerja secara mandiri. Di atas itu semua, para informan biasanya dibimbing langsung secara pribadi oleh seorang pejabat.

“Seorang informan tidak tercatat di Departemen Kepolisian atau intelijen,” jelas Dietl kepada Deutsche Welle. “Itu hanya antara dia (informan-red) dengan siapapun yang merekrut dia.“ Dietl memperkirakan kemungkinan ada beberapa ratus informan polisi atau intelijen yang disusupkan ke dalam kelompok kanan jauh.

Di kelompok kanan "Thüringer Heimatschutz," darimana muncul NSU, yang juga menyediakan jaringan pendukung, sekitar sepertiga anggotanya bekerjasama dengan negara, kata jurnalis Patrick Gensing. Sejauh yang ia khawatirkan, itu berarti satu hal: “Entah pasukan keamanan negara yang memberikan informasi palsu, atau mereka menerima informasi yang benar tapi tidak melaporkannya.“

Informan Dipergunakan Seperlunya

Namun Dietl mengatakan bahwa melakukan kontrol yang lebih ketat atas para informa akan menjadi masalah. “Anda tidak bisa benar-benar mengawasi lebih ketat lagi,“ kata dia. “Karena itu berbahaya bagi para informan jika terlalu banyak orang yang tahu mengenai keberadaannya.“ Dia juga berargumen bahwa penggunaan para informan di NPD sangat membantu. “Dengan NPD, kami tahu cukup banyak tentang apa yang sedang terjadi,“ kata dia.

Ole Kämper

Andy Budiman/Edith Koesoemawiria