1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Hari Ini, Inggris Resmi Cabut Aturan Pembatasan COVID-19

19 Juli 2021

Pemerintah Inggris pada Senin (19/07) resmi mencabut pembatasan COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari dan menghapus aturan jaga jarak sosial. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut sebagai tindakan berbahaya.

https://p.dw.com/p/3wfOt
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat memberikan laporan perkembangan mengenai pembatasan COVID-19Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS/AFP

Dikenal dengan julukan "Hari Kebebasan" yang digaungkan media lokal, keputusan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mencabut peraturan pembatasan COVID-19 demi menghidupkan kembali perekonomian dalam negeri menandai babak baru dalam respons terhadap penanganan virus corona.

Mulai tengah malam waktu setempat, klub malam diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas penuh. Mandat terkait penggunaan masker dan bekerja dari rumah juga telah dibatalkan.

Klub malam di Leeds, Inggris
Puluhan anak muda di Viaduct Bar Leeds, Inggris, merayakan keputusan dicabutnya pembatasan COVID-19Foto: Ioannis Alexopoulos/AP Photo/picture alliance

Meski serangkaian peraturan tidak lagi berlaku, PM Boris Johnson mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati. Namun, langkah yang diambil pemerintah itu menuai kekhawatiran dari para ilmuwan, mengingat kasus harian di Inggris mencapai 50.000.

"Jika kita tidak melakukannya sekarang, maka kita akan membukanya di musim gugur, bulan-bulan musim dingin, ketika virus memiliki keuntungan dari cuaca dingin," kata perdana menteri dalam sebuah pesan video.

Sejauh ini Inggris memiliki angka kematian tertinggi ketujuh di dunia dan diperkirakan akan menimbulkan lebih banyak infeksi baru setiap harinya dibanding pada puncak gelombang kedua virus awal tahun ini. Pada Minggu (18/07), tercatat ada 48.161 kasus baru.

Tidak ada kewajiban karantina bagi tenaga kesehatan

Kasus COVID-19 yang melonjak di Inggris membuat ratusan ribu tim medis menghabiskan 10 hari untuk isolasi mandiri karena mereka kontak erat dengan pasien positif virus corona. Kenyataan itu menyebabkan Inggris kekurangan staf di sekolah, bisnis, dan sistem perawatan kesehatan.

Untuk meringankan beban sistem perawatan kesehatan, pemerintah Inggris mengumumkan pada Senin (19/07), bahwa tenaga kesehatan kemungkinan dapat terus bekerja bahkan jika mereka terpapar COVID-19.

"Ketika kita belajar untuk hidup berdampingan dengan virus ini, penting bagi kita untuk memastikan staf garis depan dapat terus memberikan perawatan dan dukungan terbaik kepada orang-orang di seluruh negeri,” kata Menteri Kesehatan Sajid Javid.

Penghapusan syarat karantina 10 hari dibatalkan

Saat ini, Johnson dan Menteri Keuangan RIshi Sunak termasuk di antara mereka yang menjalani karantina mandiri setelah kontak dengan Menteri Kesehatan Sajid Javid, yang dinyatakan positif virus corona pada Sabtu (17/07).

Rencana Johnson dan Sunak untuk meniadakan persyaratan karantina 10 hari akhirnya dibatalkan pada Minggu (18/07), setelah menuai protes publik.

ha/pkp (AP, Reuters, AFP)