1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jepang akan Perkuat Pertahanan dengan Vietnam dan Indonesia

16 Oktober 2020

Di tengah kekhawatiran meningkatnya dominasi Beijing, pemimpin baru Jepang Yoshihide Suga berencana meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Vietnam dan Indonesia dalam rencana kunjungannya pekan depan.

https://p.dw.com/p/3k0Au
Japan Yoshihide Suga
Perdana Menteri Jepang Yoshihide SugaFoto: Getty Images/C. Triballeau

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga akan mengikuti jejak pendahulunya Shinzo Abe dengan menjadikan dua negara ASEAN, Vietnam dan Indonesia sebagai tujuan kunjungan kerja luar negeri pertamanya sejak menjabat pada bulan September lalu.

"Saya pikir ini penting untuk ditunjukkan ... kami lebih menekankan dan mementingkan wilayah itu dan kami tertarik dengan situasi keamanan, terutama di Laut Cina Selatan," kata mantan diplomat Kunihiko Miyake, yang juga merupakan penasihat khusus Suga.

Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengumumkan pada hari Jumat (16/10) bahwa Suga akan mengunjungi Vietnam dan Indonesia pada pekan depan. Kunjungan Suga juga bertepatan dengan upaya Jepang untuk mendiversifikasi rantai pasokannya dan mengurangi ketergantungan pada Cina.

Pendekatan yang tegas dan tenang

Jepang harus berhati-hati menjaga hubungan ekonominya dengan Cina dan kaitannya dengan masalah keamanan, termasuk dorongan Beijing yang ingin menegaskan klaim pulau-pulau di Laut Cina Timur yang disengketakan.

Beberapa negara anggota ASEAN juga memiliki perselisihan teritorial dengan Cina di perairan Laut Cina Selatan. Cina mengklaim sebagian besar zona ekonomi eksklusif Vietnam serta Kepulauan Paracel dan Spratly, sementara Indonesia dibuat marah oleh gangguan penjaga pantai Cina ke zona ekonomi eksklusifnya di lepas Kepulauan Natuna.

Scott Harold, Direktur Asosiasi di Rand Corporation's Center for Asia-Pacific Policy, mengatakan pendekatan Jepang harus dilakukan dengan tegas, tenang, dan memprioritaskan kepentingannya tanpa meminta negara-negara lain untuk secara eksplisit melawan Cina.

Meningkatkan kerja sama pertahanan akan menjadi "titik kunci" dari perjalanan Suga ke Vietnam setelah tiga kapal Jepang bertandang ke pangkalan angkatan laut Cam Ranh di negara itu, demikian kata Ha Hoang Hop dari ISEAS-Yusof Ishak Institute yang berbasis di Singapura.

Pekan ini surat kabar Nikkei mengabarkan bahwa Jepang berencana menandatangani perjanjian dengan Vietnam untuk mengekspor peralatan dan teknologi pertahanan. Bahkan seorang pejabat Jepang mengatakan Tokyo tengah berunding tentang peningkatan kerja sama pertahanan dengan Hanoi dan Jakarta.

Indonesia gabung Quad?

Kunjungan Suga ke ASEAN dilakukan setelah para menteri luar negeri dari empat negara di kawasan Indo-Pasifik yakni India, Australia, Jepang, dan AS yang dikenal dengan sebutan kelompok Quad menggelar pertemuan di Tokyo pada 6 Oktober 2020. Washington melihat pertemuan tersebut sebagai benteng pertahanan melawan Cina.

Japan Quad Indo-Pazifik Außenministertreffen in Tokio
India, Jepang, Australia, dan AS yang dikenal dengan sebutan kelompok Quad menggelar pertemuan di Tokyo (06/10)Foto: Nicolas Datiche/Reuters

Beijing telah mengecam Quad sebagai "mini-NATO" yang dimaksudkan untuk menahan Cina.

Hop dari ISEAS-Yusof Ishak Institute mengatakan Vietnam dapat mendukung Quad karena kelompok tersebut menjadi lebih inklusif dan karena Beijing menjadi lebih agresif di Laut Cina Selatan. Sementara Indonesia, bagaimanapun tetap harus waspada.

“Indonesia yang memiliki keunggulan pada sentralitas ASEAN, akan menjadi sangat ambivalen tentang Quad karena berpotensi merusak seluruh prinsip itu … Mereka tidak mungkin ikut serta dalam Quad,” kata Euan Graham dari International Institute for Strategic Studies yang berbasis di Singapura.

ha/gtp (Reuters)