Mulai April, Langgar Lampu Merah Kena Denda Hingga Lima Juta di Singapura

Mulai dari pengendara motor hingga pejalan kaki tak luput dari ancaman denda jika abai perhatikan keselamatan berlalu lintas. Mulai April 2019, denda di Singapura naik mulai dari sekitar 500 ribu hingga lima juta Rupiah.

Jika ke Singapura, semua orang tahu jangan meludah sembarangan atau merokok di tempat yang ada larangan merokok, karena Anda bisa dikenai denda maksimum 1000 dolar Singapura atau 10 juta Rupiah. Sekarang, Negeri Singa itu memberlakukan jenis denda tak kalah tegas demi mendisiplinkan para pengguna jalan yang membandel.

Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA), Kamis (21/02) mengumumkan menaikkan tarif denda bagi pengendara motor, pengguna sepeda dan pejalan kaki per April 2019 demi memastikan agar lalu lintas menjadi efektif. Aturan ini dikeluarkan  sebagai bentuk pencegahan atas semakin meningkatnya tren pelanggaran lalu lintas di Singapura

"Penting untuk menghentikan mengemudi yang tidak berkendara dengan aman, sebelum kecelakaan serius terjadi dan orang-orang terbunuh atau terluka," kata MHA lewat rilisnya. 

Baca juga: Kasus Adi Saputra Indikasi Perilaku Buruk Berkendara di Indonesia

Aturan Lalulintas Unik di Eropa

Inggris: Denda Bagi Penyiprat Pejalan Kaki

Polisi Inggris mendenda pengemudi £100 (sekitar Rp. 2 juta) jika tidak hati-hati mengemudi saat hujan dan menciprat pejalan kaki. Denda lebih tinggi £1,000 (sekitar Rp. 20 juta) dijatuhkan kepada pengemudi yang memonopoli jalur tengah di jalan bebas hambatan, karena polisi menganggap hal ini berpotensi memacetkan lalu lintas.

Aturan Lalulintas Unik di Eropa

Rumania: Hukuman Bagi Mobil Kotor

Mengemudi mobil kotor di Rumania tergolong tindakan ilegal. Polisi dapat menilang pengemudi yang mobilnya kotor sehingga pelat nomornya tidak bisa dilihat, atau juga lumpur menutupi lampu depan, lampu belakang dan kaca depan.

Aturan Lalulintas Unik di Eropa

Swiss: Truk Lambat Dilarang Saling Mendahului

Swiss ambil tindakan tegas terhadap para pengemudi truk yang berlomba di jalan bebas hambatan dengan kecepatan kurang dari 100 km/jam. Mulai tahun 2016 jalur paling kiri hanya diperbolehkan bagi mobil yang berkecepatan minimal 100 km/jam. Truk yang berlomba di jalur kiri dengan kecepatan di bawah ketentuan akan didenda.

Aturan Lalulintas Unik di Eropa

Islandia: Wajib Ban Musim Dingin

Islandia menerapkan wajib gunakan ban musim dingin antara bulan November hingga April. Sementara Austria, Estonia dan Finlandia, menerapkan wajib menyediakan rantai ban saat musim dingin. Walau bukan merupakan kewajiban, di banyak negara Eropa membawa rantai ban untuk musim dingin sudah jadi kebiasaan.

Aturan Lalulintas Unik di Eropa

Finlandia: Cermati Jadwal Pembersihan Jalan

Di Finlandia jalan raya dibersihkan secara teratur. Di ibukota Helsinki jadwalnya ditempel di lokasi yang mudah dilihat dan via Internet. Mobil warga yang masih diparkir di bahu jalan saat pembersihan jalan dilakukan akan diderek, dan dibebani biaya penderekan serta denda.

Aturan Lalulintas Unik di Eropa

Hidupkan Lampu di Siang Hari

Swedia, Norwegia, Denmark dan Polandia menerapkan aturan bagi mobil pribadi, wajib hidupkan lampu depan juga di siang hari saat matahari bersinar cerah. Bahkan aturan ini berlaku untuk mobil penumpang dan minivan di seluruh Eropa sejak 2011. Aturan bertujuan menurunkan risiko kecelakaan. Pelanggaran bisa ditilang atau dikenai point hukuman pada SIM.

Aturan Lalulintas Unik di Eropa

Spanyol: Wajib Kacamata Cadangan

Spanyol mewajibkan pengemudi pemakai kacamata membawa kacamata cadangan. Hal ini bahkan dicantumkan dalam SIM pemakai kacamata. Jadi pastikan membawa satu kacamata cadangan di mobil saat berkendara di Spanyol agar tidak berurusan dengan polisi.

Denda buat jera?

Denda bagi para pengendara motor di Singapura terakhir kali dikaji tahun 2000. Kini rincian denda yang ditetapkan sangat detail, seperti terlihat dari cuitan yang ditampilkan @Sanjiv_Janjire. Jika pengemudi berbalik arah dengan menggunakan U-turn ilegal, maka dendanya maksimal 100 Dolar Singapura atau sekitar satu juta Rupiah.

Sebagai perbandingan, pengemudi kendaraan berat dapat dikenai denda hingga S$150 atau berkisar 1.560.00 Rupiah.


Pelanggaran yang dikenai enam poin seperti mengemudi di bahu jalan tol dapat dihukum dengan denda hingga sebesar S$ 250 (2.601.00 Rupiah), sedangkan mereka yang dikenai delapan atau sembilan poin, misalnya mengemudi secara abai dengan tidak memberi peringatan yang logis ke pengguna jalan lainnya, dapat dihukum denda sebesar maksimal S$ 400 atau sekitar 4.163.000 Rupiah.

Sanksi paling mahal adalah jika pelanggar dikenai 12 poin, misalnya tidak berhenti ketika ada tanda lampu merah. Penaltinya bisa mulai dari S$ 400 untuk pengemudi kendaraan ringan, hingga S$ 500 atau 5.200.000 Rupiah untuk pengendaran mobil berat.

Tilang untuk pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi kendaraan berat meningkat lebih dari pada pengemudi kendaraan ringan, karena "kendaraan berat lebih cenderung menyebabkan kematian atau cedera serius ketika terlibat dalam kecelakaan", ungkap MHA.

Pejalan kaki yang menyebrang sembarangan didenda hingga 500 ribu Rupiah

Pejalan kaki tak luput sanksi

Denda bagi pejalan kaki juga akan bertambah untuk pertama kalinya setelah 20 tahun. Pengguna trotoar yang melanggar aturan umum, misalnya menyeberang sembarangan yang sebelumnya didenda S$ 20 lewat aturan baru ini bisa terkena denda hingga S$ 50 atau sekitar 500.000 Rupiah.

Bila pejalan kaki melanggar aturan di jalan bebas hambatan, misalnya seperti memasuki terowongan jalan tol dengan berjalan kaki maka harus bersiap dihukum dengan denda S$ 75 setara 780.000 Rupiah, dari yang sebelumnya ditetapkan sekitar S$ 30.

Pengendara sepeda juga akan dihukum jika tidak mengenakan helm atau gagal berhenti di lampu lalu lintas. Sanksi yang diberikan adalah membayar sebesar S$ 75, naik dari yang sebelumnya dari S$ 20.

Baca juga: Apa Kata Netizen Soal Motor di Jalan Bebas Hambatan

Live
00:52 menit
Dunia | 11.06.2018

Ketika Tilang Berhadiah Nanas

ts/hp (channel news asia)

Ikuti kami