1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Warga Polandia Didakwa Makar di Papua

11 September 2018

Jakub Fabian Skrzypski didakwa makar dan terancam pidana penjara seumur hidup jika terbukti berkomplot melawan negara. Kedutaan besar Polandia dikabarkan telah meminta bertemu dengan tersangka.

https://p.dw.com/p/34eRR
West Papua Indonesische Soldaten
Foto: Getty Images/AFP/T. Eranius

Warga Polandia yang ditahan oleh kepolisian Papua terancam pidana penjara seumur hidup setelah didakwa merencanakan makar terhadap negara. Ia juga diduga terlibat konspirasi penyelundupan senjata untuk kelompok separatis di Papua.

Jakub Fabian Skrzypski ditangkap 26 Agustus silam di timur Papua bersama tiga warga lokal. "Dia didakwa makar," kata Jurubicara Polda Papua, Ahmad Musthofa Kamal.

Polisi menduga Skrzypski yang masuk ke Indonesia dengan visa wisata mendiskusikan penjualan senjata dengan seorang pemimpin kelompok pemberontak yang bersembunyi di Papua Nugini. Keterangan saksi, pesan pendek di telepon seluler dan sebuah rekaman video yang menampilkan tersangka saat latihan menembak akan dijadikan bukti di pengadilan.

Baca Juga:Polri Tangkap Wartawan Polandia di Papua 

Seperti dilaporkan kanal berita Polandia, RMF24, saat ini pejabat konsuler kedutaan besar telah meminta bertemu dengan pria berusia 39 tahun tersebut. Menurut RMF24, kedutaan besar berusaha mengusahakan ekstradisi Skrzypski ke Swiss, di mana ia menetap. Namun hingga kini Indonesia dan Swiss belum menandatangani perjanjian ekstradisi.

Penangkapan Skrzypski dikecam oleh kelompok Hak Azasi Manusia, TAPOL. Dalam keterangan persnya, organisasi tersebut menulis "bahwa Skrzypski hanyalah seorang wisatawan yang mungkin bertindak sembarangan dan tidak bertanggung jawab di area konflik."

Menurut TAPOL, dakwaan terhadap Skrzypski dinilai tidak adil lantaran kuatnya unsur ketidaksengajaan ketika melanggar Undang-undang keimigrasian. Ia diyakini tidak berniat makar atau menyokong kelompok separatis bersenjata. "Teman dekat Skrzypski yang kami wawancarai menggambarkannya sebagai seorang penjelajah 'ekstrem' yang penuh semangat dengan hasrat untuk budaya lain, bahasa, dan masalah kemanusiaan," lanjut TAPOL.

Baca Juga: Separatis Papua Siap Berdialog dengan Indonesia

Skrzypski sebelumnya sudah pernah berpergian ke Indonesia.

TAPOL juga menyayangkan polisi ikut menangkap seorang mahasiswa Papua, Simon Magal. Ia diciduk beberapa hari setelah penangkapan Skrzypski dan dituduh ikut berkomplot dengan tersangka. Menurut TAPOL, Magal hanya melakukan komunikasi minim dengan Skrzypski dan sedang bersiap melakukan perjalanan ke Australia untuk melanjutkan studi pasca-sarjana.

Serupa Skrzypski, Magal juga dituding melakukan pengkhianatan.

rzn/ap (rtr,ap)