1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Kesehatan

Israel Mulai Berikan vaksin COVID-19 Dosis Ketiga

30 Juli 2021

Israel jadi negara pertama di dunia yang memulai kampanye vaksin dosis ketiga COVID-19. Pejabat kesehatan khawatir kemanjuran vaksin yang sudah diberikan berkurang. Negara mana lagi yang memberikan vaksin dosis ketiga?

https://p.dw.com/p/3yJVi
Israel akan memberikan vaksin dosis ketiga mulai awal Agustus
Israel akan memberikan vaksin dosis ketiga mulai awal AgustusFoto: Ronen Zvulun/REUTERS

Israel akan mulai memberikan suntikan dosis ketiga vaksin virus corona dari vaksin BioNTech-Pfizer kepada warganya yang berusia 60 tahun ke atas, kata Perdana Menteri Israel Naftali Bennett pada hari Kamis (29/07). Langkah ini menjadikan Israel salah satu negara pertama yang memberikan suntikan 'booster' bagi warganya.

Bennet mengatakan, pemberian vaksin dosis ketiga akan dimulai pada hari Minggu (01/08) kepada orang yang berusia 60 tahun ke atas yang telah divaksinasi lengkap dua dosis lebih dari lima bulan yang lalu.

Untuk mendorong kampanye ini, Presiden Israel Isaac Herzog menjadi orang pertama yang mendapatkan suntikan 'booster' pada hari Jumat (30/07) pagi waktu setempat.

Mengapa Israel luncurkan vaksinasi dosis ketiga?

Langkah ini diumumkan di tengah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 akibat varian Delta yang sangat menular.

"Seperti vaksin flu yang perlu diperbarui dari waktu ke waktu, sama halnya dalam kasus ini," kata Bennett.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Israel memperkirakan vaksin BioNTech-Pfizer hanya efektif 39% dalam menangkal infeksi bergejala ringan selama sebulan terakhir. Sementara untuk gejala berat, kemanjuran vaksin masih tetap tinggi di angka 91%.

Israel merupakan salah satu negara yang paling sukses meluncurkan program vaksinasinya. Lebih dari 57% dari 9,3 juta penduduk negara itu telah menerima dua dosis vaksin BioNTech-Pfizer. Dari persentase tersebut, 80% di antaranya adalah warga berusia di atas 40 tahun.

Vaksin 'booster' untuk nakes Indonesia

Pfizer pada hari Rabu (28/07) menyatakan, pihaknya meyakini orang membutuhkan dosis tambahan sebagai perlindungan terhadap virus corona. Vaksin 'booster' juga diberikan di beberapa negara yang menggunakan vaksin buatan Cina dan Rusia, salah satunya Indonesia.

Indonesia telah memulai penyuntikan vaksin dosis ketiga pada pertengahan bulan Juli dengan menggunakan vaksin Moderna. Vaksin dosis ketiga ini ditujukan untuk tenaga kesehatan sebagai perlindungan tambahan.

"Jadi harapan saya segera para nakes ini diberikan booster yang ketiga untuk bisa melindungi mereka sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih tenang," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di RSCM, Jakarta, pada Jumat (16/07).

Pemerintah Indonesia menyediakan sebanyak 1,5 juta dosis vaksin Moderna untuk vaksinasi ketiga bagi tenaga kesehatan.

Dilaporkan negara Asia lainnya seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah menyiapkan vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech sebagai vaksin 'booster' bagi warga yang sebelumnya mendapat vaksin Sinopharm asal Cina. Di Abu Dhabi, ibu kota UEA, nantinya vaksin 'booster' akan diberikan setelah enam bulan penyuntikan dosis kedua vaksin COVID-19.

Langkah serupa di Eropa

Inggris merupakan negara pertama di dunia yang telah merencanakan vaksin dosis ketiga untuk warganya. Rencananya vaksin tersebut akan diberikan kepada golongan lansia mulai September mendatang. Menteri Kesehatan Ingris Sajid Javid, mengatakan vaksin dosis ketiga diberikan untuk memastikan warga yang rentan dapat terlindungi selama musim dingin yang akan datang.

Dilansir kantor berita Reuters, Hungaria juga akan memberikan dosis ketiga vaksin virus corona mulai awal Agustus. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban pada pertengahan bulan Juli mengatakan, tenaga kesehatan di negara itu wajib mendapatkan vaksin dosis ketiga. Vaksin tambahan akan diberikan setelah empat bulan setelah dosis kedua.

Data kasus harian COVID-19 per satu juta penduduk di beberapa negara di dunia
Data kasus harian COVID-19 per satu juta penduduk di beberapa negara di dunia

Amerika antara mengkaji dan vaksinasi

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan tengah mengkaji pemberian dosis vaksin ketiga, termasuk manfaat dan efek sampingnya.

Pada Rabu (21/07) pekan lalu, Presiden Republik Dominika Luis Abinader menerima vaksin dosis ketiga virus corona BioNTech-Pfizer dan mendesak warganya untuk mengikutinya. Abinader sebelumnya telah menerima dua dosis vaksin corona buatan Cina, Sinovac.

Negara yang pendapatannya bergantung dari sektor pariwisata ini meluncurkan kampanye untuk suntikan dosis ketiga di awal Juli. Otoritas kesehatan negara itu mengatakan kemunculan varian baru virus corona yang lebih menular menjadi faktor pendorong dibutuhkannya dosis ketiga.

rap/as (berbagai sumber)